Thursday, December 29, 2016

Buka Bukumu, Baca dan Jangan Jadikan Itu Pajangan!!

Assalamualaikum teman, Alhamdulillah gue bisa kembali lagi setelah beberapa lama absen dari dunia persilatan ini, maklum sekarang daku sudah menyandang status manusia berdaya, maaf gue agak sombong, tapi itu merupakan cara terbaik pamer biar gak keliatan ria meskipun itu termasuk ria dan bahkan memang ria *jedotin kepala diaspal* 

oke, dalam satu minggu ini ada hal menarik yang gue lakukan dan ini dapat mengembalikan daya imajinasi gue terhadap apa-apa yang gue tangkap lewat sebuah tulisan super menghanyutkan. Yup, gue berhasil menyelesaikan membaca sebuah buku yang sudah sekian lama gue biarkan ia bersama tumpukkan buku lain yang bahkan masih terbungkus rapi oleh plastic, namun karena jadwal gue akhir-akhir ini yang Alhamdulillah gak begitu sibuk membuat gue akhirnya melirik buku berjudul “PEREMPUAN-PEREMPUAN TAK BERWAJAH” karangan penulis keren asal Italia, Francesca Marciano menjadi pilihan yang sangat tepat untuk menemani kejenuhan, dan dengan rasa gak percaya yang entah keluar dari mana, kini gue merasa sedih karena buku itu sudah selesai dibaca sampai ke halaman terakhir. 

Sumpaaaahhhhh, itu keren banget. Dan entah gimana ceritanya, gue merasa bahwa Francesca Marciano membuat gue jatuh cinta dengan dua tokoh utama dalam cerita tersebut, Imogen Glass (Jurnalis) dan Maria Galante (Fotografer), keduanya adalah perpaduan sifat yang menarik, antara Imo yang mudah bergaul dan Maria yang pemalu. Kadang kala gue merasa bahwa sifat yang ada dalam diri gue diwakili antara sosok Imo dan Maria, bagaimana terkadang gue bersikap terlalu memudahkan sesuatu seperti Imo yang gue sebut itu sebagai optimism super tinggi namun disisi lain gue juga merasa bahwa gue seperti Maria yang lebih senang diam dan melihat orang dengan mendengarkan dan memerhatikan tanpa harus, yah gitulah… sifat mereka membawa gue semakin hanyut dan ditambah dengan deskripsi sang penulis yang buat gue bener-bener merasa, oh God this is the best book I ever read so far!!

Pada awal cerita, Marciano menjelaskan dengan rinci sosok “Aku” yang tidak lain adalah Maria Galante, tentang kehidupannya dengan laki-laki bernama Carlo yang berakhir lantaran laki-laki tersebut ketahuan berselingkuh, hubungannya dengan agennya Pierre yang diam-diam ia taksir, dan bagaimana rutinitasnya setiap hari sebagai fotogrfer makanan. Agak sedikit membosankan memang, tapi dalam cerita ini benar-benar bisa buat kita merenung. Tentang persahabatannya dapet, perjuangannya juga iya dan terlebih bagaimana Marciano mengajak kita mengetahui seperti apa detail wilayah konflik. Ada hal bodoh yang perlu gue kasih tahu ke kalian wahai teman, dalam buku ini latar belakang tempatnya yaitu di Kabul yang notabenenya orang arab-arab gitu lah, tapi yang ada diimajinasi gue dan gak bisa lepas adalah, yang gue bayangin justru sosok wanita-wanita india *cukup nani!!!* mungkin sebagian orang akan kaget dengan imajinasi gue yang benar-benar melampaui batas, tapi setelah gue telaah lebih lanjut kenapa bisa yang keluar di bayangan gue orang-orang india ini karena… Pada waktu sekolah dulu, gue pernah baca buku tentang kehidupan wanita india yang dipaksa menikah di usia masih sangat muda, bahkan di bawah usia 17 tahun. buku itu merupakan kisah nyata dari sang penulis yang ia ceritakan secara rinci mulai dari kehidupannya yang berantakan, ayahnya yang kasar dan ia yang harus putus sekolah lantaran gak ada biaya. Yang semuanya berujung pada pernikahannya dengan laki-laki yang usianya diatas dirinya bahkan selisih usianya sangat jauh. Ketika dia berkeluargapun permasalahan gak otomatis berhenti, karena dia mendapatkan suami yang sangat kasar, tidak memperbolehkannya untuk bersosialisasi dengan tetangga dan parahnya beliau ini gak pernah dinafkahi.

Dan tadaaaaaaaaa, dalam buku “PEREMPUAN-PEREMPUAN TAK BERWAJAH” ini menceritakan perjalanan Imo dan Maria ke Kabul untuk mengangkat kisah mengenai angka bunuh diri terhadap wanita yang sangat tinggi di sana, yang penyebabnya yaitu wanita-wanita tersebut dipaksa menikah dengan laki-laki yang tidak mereka sukai dan bahkan usianya bisa 4 kali usia mereka, damn! Marciano mendeskripsikan ini dari berbagai macam sudut pandang yang akhirnya buat lo yang baca buku ini akan hanyut dengan setiap kata yang lo baca. Awalnya pasti, ya ampun ini cerita apaan sih? tapi, penulis yang baik akan membuat lo terus membaca meskipun itu terdengar konyol. Seenggaknya itu yang gue rasain, konyol disini bukan berarti ceritanya konyol melainkan sang pembaca itu konyol jika terus membacanya ditengah ketidak tahuannya tentang jalan cerita. Tapi itu akan terus dilakukan, jika sang penulis tahu bagaimana memperlakukan pembaca agar tetap hanyut.

Gimana? apa masih ada yang bilang kalau imajinasi gue melampaui batas? Enggak! Imajinasi gue bertumpu pada perempuan india lantaran gue merasa ada persamaan permasalahan yang diangkat dalam versi yang berbeda! Sebenernya, gue males buat riview buku ini soalnya ini terlalu berkesan buat gue, dan gue mau Cuma gue yang tahu tentang ceritanya *kebiasaan!!* tapi berhubung gue lagi berbaik hati asudahlah,

Selalu ada pelajaran yang bisa kita dapatkan dengan membaca, ya meskipun yang dibaca ini hanyalah sebuah Novel. Namun, novel apa yang kita baca menentukan bagaiamana kita. Entah sejak kapan gue merasa perbedaan dalam diri gue, seenggaknya gue merasa bahwa gue gak butuh novel yang jalan ceritanya, gitulah! Gue butuh novel yang didalamnya berisi tentang hal yang bisa membuka mata, meskipun itu fiksi.

Gue punya buku dengan judul “ALIEN ITU MEMILIHKU” ini novel yang diangkat dari kisah nyata tentang seorang perempuan bernama indah melati setiawan yang berjuang melawan penyakit kanker tulang yang dideritanya. Gue pernah pinjemi itu ke seorang teman, dan setelah sekian lama berselang gue menanyakan sama dia apa pendapatnya tentang buku itu? dan jawaban yang gue terima membuat gue syok berat sampe harus menarik nafas dalaaaaaaaaaaaaaaaaaammmm..
“gue gak suka bukunya, ngeri banget itu tentang kanker! Jadinya gue gak baca” dengan berbagai kekuatan gue yakinkan sama dia bahwa buku itu bagus dan dia harus baca, ada pemahaman tentang apa itu kanker tulang yang bakal dia tahu dan apa itu kemoterapi, tapi ah sudahlah! dia terlanjur menolak dan gak mau membacanya! Jadi, biarkan! Dia menjadi dirinya dengan pilihannya dan gue menjadi diri gue dengan pilihan gue.

Padahal teman, rugi lho kalau kita jarang baca! Karena buku akan membuka mata kita tentang hal-hal yang gak kita tau, buku akan mengajak kita mengelilingi dunia dari satu tempat dan bahkan akan menambah knowledge hanya dengan ketersediaan kita membaca lembar demi lembar sebuah halaman buku.

Kapan-kapan gue review secara mendetail yah untuk “PEREMPUAN-PEREMPUAN TAK BERWAJAH” sekaranag gue mau melakukan hal lain dulu..

Monday, November 21, 2016

Malam Dan Secangkir Kopi






Hasil gambar untuk coffee book flower

Apa kabar?
Sapamu malam itu

Ada waktu?
Aku punya cerita untukmu

Apakah akan hadir cerita-cerita berikutnya?
Bersama semerbak kopi dan pembatas
Bersama denting gelas
Bersama para tamu dan cerita malam minggu

Apakah akan ada hari berikutnya?
Bersama secangkir atau dua cangkir kopi
Menemani malam seolah tanpa henti
Menemani pemilik hati yang hendak pergi

Aku ingin menemanimu malam ini
Setidaknya hingga malam berganti pagi

Apakah akan ada kesempatan berikutnya?
Tuk jawab pertanyaan Tuan Kopi
Aku ingin kau tetap disini
Menyuguhkan cerita
Hingga malam berganti pagi

Ah sudahlah!

Thursday, November 3, 2016

katanya mau sharing



Hei….. hei…..hei….. lagi apa? Udah pada tidur belom jam segini? Udah ya? Yah padahal sekarang gue lagi mau sedikit berbagi nih. Ada yang suka denger lagu sebelum tidur gak? Kalo gue sih udah jadi rutinitas banget, bangun tidur harus denger music, mau mandi, mau pake baju, mau tidur, dan bahkan sampe mimpi juga harusnya sih ditemenin sama lagu-lagu. Dan masalah selera, sebenernya musik yang pas banget buat kuping gue ini adalah jrengggg…jrengggg….jrengggg… musiknya Payung Teduh, kenapa? Entahlah, pokoknya lagu-lagunya itu gue banget. Percaya atau gak, gue selalu merasa akrab sama lagu-lagu yang dibawain sama Payung Teduh apalagi dengan lagunya Untuk Perempuan Yang Sedang Di Pelukan, aduh gue ngerasa kayak diajak menari-nari sama lagunya. Mungkin gue terlalu lebay, tapi entahlah.. menurut gue, suka itu adalah suatu bentuk ungkapan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata lain selain “gue suka” kalo ada yang nanya “suka kenapa?” jawabannya “enggak tau, suka aja”
Beruntungnya disekolah gue dulu ada beberapa yang tahu Payung Teduh dan rata-rata anak gunung tapi seenggaknya ada yang tahu meskipun yang lain banyak juga yang gak tahu. Dari situlah gue ngerasa, bahwa Payung Teduh itu Cuma gue yang tahu dan harus gue yang tahu siapa itu Payung Teduh, sama hal seperti dulu, gue maunya Cuma gue yang tahu siapa itu aristoteles, siapa itu plato, Socrates dan Cuma gue yang harus tau siapa itu Donny Dhirgantoro dan apa itu 5cm, parah kan gue… yah itulah gue!!Tapi untuk sekarang, gue izinkan lo untuk tahu siapa orang-orang yang menurut gue keren dan disini, diblog yang sepi pengunjungnya ini gue akan berbagi tentang betapa gue sangat mengagumi lagu-lagu yang bisa buat gue diem dan lantas tertidur pulas setelahnya.. dan mungkin lagu ini juga yang akan menemani kalian menuju kealam bawah sadar kalian, untuk itu gue akan memulainya dengan lagu Payung Teduh.
1.      Untuk Perempuan Yang Sedang Di Pelukan
Jujur, sekarang gue lagi dengerin lagunya, sumpah ini enak banget didengernya dan gue saranin buat lo semua yang gak tau apa itu Payung Teduh dan mau tau lagu yang super keren ini coba untuk denger dulu di youtube, nah nanti kalo emang suka silahkan di download. Sedikit berbagi liriknya :
Tak terasa gelappun jatuh
Diujung malam.. menuju pagi yang dingin
Hanya ada sedikit bintang malam ini
Mungkin karen kau sedang cantik-cantiknya
Lalu mataku merasa malu
Semakin dalam ia malu kali ini
Kadang juga ia takut
Takala harus berpapasan ditengah pelariannya
Dimalam hari, menuju pagi
Sedikit cemas banyak rindunya

2.      Kucari Kamu
Nah..nah..nah.. selain lagu yang diatas, ini juga recommended banget buat didengerin pas lo lagi butuh inspirasi untuk nulis atau mungkin lagi mau ditemani untuk bersedih-sedih ria. Biasanya gue dengerin lagu ini pas mau tidur, tujuannya satu, biar musiknya yang merasuk hati itu bisa dengan cepat membuat gue terlelap dan ngoroookkkk dan lo tau, ini berhasil!!

3.      Resah
Nah…nah…nah… ini juga bagus nih, pokoknya ini keren banget untuk didenger pas ujan dan keadannya lo lagi ada dijalan. Bagi gue, lagu ini juga cocok untuk kisah-kasih tanpa restu hahaha *sok ngerti lo ni*
Aku ingin berjalan bersamamu dalam hujan dan malam gelap
Tapi aku tak bisa melihat matamu
Aku ingin berdua denganmu
Diantara daun gugur
Aku ingin berdua denganmu
Tapi aku hanya melihat keresahanmu

Aku menunggu dengan sabar diatas sini melayang-layang
Tergoyang angin menantikan tubuh itu..

Beberapa waktu lalu gue sempet melakukan perjalanan sama gengan gue disekolah dulu, berhubung kita adalah anak kekinian, alhasil sepanjang perjalanan yang namanya music gak pernah berhenti dan hal yang paling lucu itu waktu gue lagi request lagu.
“am, payung teduh dong”
Karena temen gue juga suka payung teduh dia pun dengan senang hatinya mengganti ke lagu-lagunya payung teduh, tetiba orang yang sepanjang perjalanan kita berdayakan untuk bawa mobil angkat bicara
“eeetttttt, apaan sih, jangan lagu gituan dong yang diputer!! Bikin ngantuk tau gak?!!”
Untuk seketika semua diam. Tak ada yang bicara, namun pada akhirnya lagu itu juga yang tetap berkumandang ha..ha..ha..ha..

Sekarang gue akan bergeser pada lagu yang lain, bagi kalian yang besar di tahun 90an mungkin udah gak asing lagi sama lagu-lagunya westlife, sementara gue? Tau apa gue tentang westlife? Dan mungkin lo akan meragukan kalo gue akan membahas masalah itu, jujur, gue juga gak tahu banyak tentang boyband satu itu, daripada gue bicara dengan ketidak tahuan gue yang justru membodohkan mending kita skip aja bagian tentang bagaimana perjalanannya westlife. Lagian yang akan gue bagi bukan tentang westlifenya melainkan lagu yang gue suka *make it simple yo*
1.      I Cry, siapa yang suka denger lagu ini angkat tangan? Bagus gak lagunya? Menurut gue sih ini keren banget dan cocok untuk bergalau-galau ria sambil tiduran didalam kamar yang gelap. Tapi waktu pertama kali gue denger lagu ini gue sampe nangis lho, sumpaaaaaaaaaaahhhhh!! Entah jin ajaib mana yang bisa buat gue nangis pas denger lagu ini.
2.      Difference in me, nah lho kok bisa gue suka ini? Entahlah, lagunya enak buat didenger, bukan karena ada sesuatu yang berbeda dalam diri gue semenjak kehadiran seseorang yah hohoho.. okeh sudah..sudah..
3.      Fool again, aseeeekkk…aseeeekkkk.. yang ini sih *tiba-tiba ketawa jahat* okeh sudah..sudah..gue takut malah nyinyir nih. Lagunya bagus, sumpah deh! Kalo gue sih ada sedikit cerita tentang lagu ini, tapi gak etis kalo gue cerita hahahahaha *tuhkan*
4.      Beautiful in white, beuh, ini nih yang bikin siapa aja bisa langsung kepingin cepet-cepet nikah gitu, entah nikah sama siapa?
Lirik yang menurut gue keren itu pas :
My love is endless and with this ring I say to the world
You’re my every reason, you’re all that I believe in with all my heart
I mean every word.
5.      Nothing’s gonna change my love for you, oke terserah lo mau ketawa silahkan.. gue suka sama lagu ini karena gue suka, bukan berarti bahwa… gue tuh kadang sebel, denger lagu-lagu kayak gini dikiranya gue lagi suka sama oranglah, inilah itulah..
Contoh nih, gue posting foto a dengan caption a eh tetiba ada komentar “eee ciyeeeee nani” what the……… hahahahah. Ini Cuma lagu guys dan gue hanya memposisikan diri gue sebagai penikmat music, please jangan bully gue, cukuppppp!

Beralih ke Michael Learns To Rock, disini juga ada lagu yang gue suka banget judulnya 25 minutes, udah ada yang pernah denger? Nah khusus lagu ini gue sampe bikin cerpennya, soalnya ini keren *menurut gue yee* kalo yang lain gak suka jugak gak masalah :D
Ada lagi gak ni? Selera music gue kan gitu, maksudnya yah gitulah..
Gue suka sama lagu maliq and d’essential, linkin park, setelahnya campuran yang penting kuping gue bisa menikmati itu..
Nani apa lo suka lagu-lagu korea? Sejauh ini belom, dan lagu korea yang gue suka baru ost full house.
Eh, lo sadar gak ini jam berapa? Kayaknya, opening gue salah deh kalo gue nanya lagi apa dan udah tidur apa belom? Soalnya harusnya gue nanya udah bangun belom? soalnya jam-jam segini adalah waktunya banci pada balik kandang *kok gue tahu sih?* Alaaaaah sudahlah,. gue mau ngerjain tugas dulu yah *padahal mau browsing*

Saturday, October 22, 2016

For Someone Who......

Bagimana rutinitasmu hari ini?
Menyenangkan?
Aku harap seperti itu..
Hari ini aku terjebak nostalgia
mungkin ini efek karena lama tak bersua
Apa minggu ini kau ada waktu?
Jika iya, temui aku diantara barisan buku
Aku akan datang untuk menunggu
Jangan lupa bawa ceritamu, aku akan dengan sangat senang hati mendengarkannya,
seperti kau yang senantiasa melakukan itu untukku
Mungkin ini terdengar menjijikan, tapi tiada salahnya bersikap, setidaknya sampai kita menyadari bahwa ternyata kita ini berani untuk saling menampakan diri,
Berjalan berdua
Saling menggamit tangan
Sesekali tertawa
Beriringan
Tanpa saling bersebrangan
Dan melihat dari kejauhan
Bukankah ini wajar? Wanita dengan laki-laki?
Bukan wanita dengan wanita berjalan mesra
Atau laki-laki dengan laki-laki dengan suara manja
Iya, kita berdua. Bukankah ini wajar?
Setidaknya sampai aku menyadarinya

Hei, masih mau bertemu?
Jangan lupa dengan barisan buku

Saturday, October 15, 2016

coretan di minggu pagi

sejenak berpikir tuk lupakan semua
melupakan setiap rasa terluka
menginjak bumi dengan tertawa
shit! aku tak gila!!
ini adalah pilihanku
tak berpihak padamu
jelas!
karena aku tak mengenalmu
kau bukan bagianku
pergilah!
jangan pernah bawa-bawa aku dalam setiap langkahmu
aku tak pernah mengenalmu
walau kau akan berlutut dihadapanku
lupakanlah!
seperti yang telah terjadi
aku tak pernah menyesali
ini semua rahasia ilahi
hanya Ia yang tahu
dan kau, aku tak menyesal atas semua
ini tulisanku, mengertilah, bahwa aku tak akan pernah menatap kedalam matamu sekedar berkata "IYA"
wanita tegar akan berjalan bersama kemandiriannya untuk melupakan masa lalu tanpa menoleh kebelakang..
siapa yang akan mau menoleh lagi, jika karenanya ia harus terjelembab ke lubang dalam penuh duri.
ini tulisanku, untuk ia yang pernah menyakiti hati berpuluh tahun lamanya. terima kasih telah membentukku dari luka yang telah berakar dalam.
kau bukanlah bagianku
aku bukanlah bagianmu
lupakan semua yang terjadi
aku punya mimpi, untuk membuatmu "MALU"

Friday, September 16, 2016

dari diamku, ada kata yang tak kau tahu

diam,
jika itu bisa membuatmu senang mengapa tidak?
jika itu bisa membuatmu puas mengapa tidak?
bukankah baik membuat orang lain tersenyum.

diam,
apakah bagimu itu suatu kebodohan?
apakah bagimu itu suatu ketidak tahuan?
dan apakah bagimu itu kesalahan?

bagiku, diam adalah cara terbaik tuk bicara
diam adalah kumpulan kata tanpa rupa
diam adalah bentuk sempurna
tuk gambarkan betapa bahagia atau terluka

aku diam
aku bungkam
karena aku :
"membenci sesuatu yang dipaksakan dalam hubungan" 

jika tak suka jangan dipaksakan
hidup terlalu singkat tuk terus berada dalam satu tekanan
aku diam, karena inilah aku
dan aku harap jangan pernah berusaha merubah, aku.

Saturday, September 3, 2016

Dari Buku Sampai Hal Paling Tabu, Pekerjaan!

                                          Pada barisan kata aku berkisah
Melukis huruf penuh cerita
Tentang tumpukkan usang yang telah lama
Mengisi ruang dengan segala cerita



Assalamualaikum teman, kali ini gue datang kembali untuk meramaikan sekaligus untuk menyenangkan stalker yang udah lama kangen sama tulisan-tulisan gue yang menyihir bak sastrawan jempolan layaknya tere liye *ketawa sombong*
“siapa yang mau jadi stalker lo?” *nanya sendiri*
“yak guelah!!!!” *jawab sendiri*
*KERUMAH SAKIT JIWA SENDIRI*
Teman, coba deh tengok ke blog entries gue. Kadang gue suka merasa sedih kalo liat tulisan gue yang sama sekali gak berbobot ini, gak mengedukasi dan kebanyakan malah nyeleneh. Kalo kayak gini mending gue BERHENTI aja yah, percuma juga ngeblog tapi tulisannya gak pernah ada yang bisa menginspirasi orang, gak kayak tulisan blogger-blogger lain yang punya tujuan, gue mah apa atuh, Cuma menjadikan blog ini ajang curhat, ajang lempar jimat *heh?* ajang kumat-kumat, apalah pokoknya yang gak berguna!! *lari ngambil tambang* gara-gara niat jelek para stalker gue gak dapet manfaat yang ada malah gibah ( gomongin kejelekan gue ) lantaran tulisan gue hahahahahahah, nasib-nasib jadi tukang gali kubur *heh gilaaaa* udah ah jadi orang gilanya, gue mau kabur aja dari RUMAH SAKIT JIWA, toh yang bisa menyembuhkan gue hanya sentuhan kasih seorang pangeran dan ciuman tulus *cuihhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh* bukan seorang dokter ataupun suster cantik yang jalan sambil ngesot ngepot-ngepot *nanipun ngebayangin*
LUPAKAN TULISAN DI PARAGRAPH INI, INI HANYA SEPENGGAL CERITA DARI ORANG GILA.

Sabtu kemarin, gue baru selesai membaca sebuah novel pinjaman dari seorang teman yang berjudul where she went, itu sebenarnya adalah novel lanjutan dari penulis gayle forman dengan judul if I stay yang sebelumnya sudah selesai gue baca dan sekarang bukunya tengah dipinjam seseorang. Pada buku pertamanya yang berjudul if I stay, sudut pandangnya diambil dari si cewek, dan itu sempat bikin gue baca berulang kali lantaran menurut gue di bab pertama alurnya masih belum gue faham bahasanya jelimet banget dan pokoknya gitulah, sama hal kayak dulu gue baca buku 5cm “anjrit, ini buku apaan sih?” tapi pas lo udah mulai masuk kedalamnya, lo akan diajak sama si penulis untuk masuk kedalam tokoh yang diciptaknnya dan gayle forman berhasil melakukan itu ke gue seperti Donny dhirgantoro melakukan itu dengan 5cm yang gue baca. Itu hadiah terbaik di akhir pekan untuk gue sumpaaaahhhhhhhhhhhh!!!! dimana gue akhirnya bisa merasakan betapa gue seperti dibuat gayle forman lahir kembali setelah diajak jalan-jalan keliling New Rork, Oregon, Brooklyn, hingga pada akhirnya berakhir di London bersama mia hall yang menyaksikan adam dari tempat kesukaannya, tanpa ada orang yang tahu bahwa dialah milik adam. Dan yang harus lo tau, buku adalah pelarian paling manis ketika lo merasa jenuh dan ingin terlahir kembali, buku bisa menjadi teman terbaik yang bisa menemani lo untuk merasakan sensasi lahir lagi… merasa baik lagi… nostalgia lagi… bayangin suasana lain lagi… dan pastinya bermimpi lagi… kemarin, gue mengaisi lagi kilasan masa usang yang telah tercecer dibelakang dan menyusunnya hingga terkumpul meski sudah tak lagi sempurna. Kilasan itu berhasil membawa gue ke tempat-tempat yang dulu pernah gue kunjungi bareng orang-orang terbaik dalam hidup.
Yep, buku yang ditulis gayle Forman yang itu ternyata sukses buat gue kangen sama temen-temen terbaik yang biasanya selalu bersama gue menghabiskan waktu untuk cari-cari buku di blok m, gimana kadang kita panas-panasan dari sekolah buat ke blok m, atau gimana pas liburan dan kita ada sedikit uang kita bakal rela habisin uang tabungan kita Cuma buat beli buku. Apakah lo liat gue sekarang melakukan hal itu? Gak!!! Sekarang gue kalo mau ke gramedia atau ke blok m pasti sendirian, keujan-ujanan sendirian, makan dipinggir jalan sendirian, naik kopaja sendirian juga, terus cari-cari buku sendirian dan gak ada yang bisa diajakkin ngobrol perihal buku mana yang bakal temen gue beli dan yang akan gue beli, rasanya gue seperti kehilangan nyawa. Waktu sekolah dulu gue selalu ke blok m sama nia atau sama lita, biasanya kita bakal rela muter-muter blok m sampe berjam-jam buat cari buku yang bakal kita beli. Gue selau inget gimana muka capek kita karena perjalanan bakal sumeringah kalo udah liat banyak buku dijejer disana. Perihal ini semua, gue ada sepenggal cerita mengenai blok m, tentang gue dan lita, tentang hal bodoh yang tidak membodohkan!
Waktu itu kita lagi liburan sekolah lumayan lama, saking lamanya gue sama lita sampe bosen dirumah terus. Akhirnya kita janjian buat pergi main, entah mau main kemana karena kita sama sekali gak punya tujuan!! Yang terpenting ketemu aja dulu, masalah kemana nanti bakal dibahas. Akhirnya ketemuan lah kita di viktor, setelah itu naik angkot yang ke ciputat dan barulah dipejalanan itu gue sama lita ngebahas “mau kemana kita?” yang lo tau kita akhirnya sama-sama bingung!! Terlintaslah dipikiran entah gue atau lita tentang blok m, karena 1 bocah diantara kita (NIA) sering ngebahas gimana dia sering nemenin tetehnya beli buku buat kuliah di blok m, gimana dia selalu cerita bahwa blok m itu punya banyak buku yang murah. Tapi, waktu itu gue sama lita gak tau blok m itu dimana, alhasil setelah sampe pasar ciputat kita Cuma tengak-tengok gak jelas (emang dasar gak punya tujuan!!) cari moda transportasi mana yang bakal membawa kita ke blok m, dan akhirnya kita tanya sama polisi yang lagi tugas buat dikasih tau jalan hahahaahaa. Masa sekolah adalah saat dimana lo akan punya teori ini FIRST DO, THINK LATER dan itu yang gue lakuin sama lita hingga akhirnya dari teori itu gue dan lita entah gimana ceritanya udah sampe di blok m, tengak-tengok lagi, cari-cari aroma orang jual buku, cari-cari aroma buku yang khas dan lo tau? Gue sama lita itu muterin blok m square lumayan lama dan kita masih belum ketemu jugak dimana tuh tempat orang jual banyak buku dengan harga murah (makanya kalo orang cerita simak!! Ini tau garis besarnya doang BLOK M SQUARE tapi tempatnya dimana gak di simak!!). capek, pegel, laper, haus semua jadi satu bungkus karet 2 gak pedes!!!
“makan dulu aja yuk, nanti kita cari lagi tempatnya. Nanti kalo udah makan pasti pikiran kita jernih” pinta lita yang langsung gue tolak karena gue mau buru-buru dapet tempat penjual buku itu. Setelah muter-muter lagi gak ketemu akhirnya gue luluh jugak..
Eh…ehh..ehh.. waktu makan juga ada cerita lucunya.. dulu lita ajak gue makan ke rumah makan padang karena dia itu suka banget sama masakan padang meskipun dia orang sunda tulen yang kalau kata salah satu guru, orang sunda itu gak mau kerja sama orang dan lebih milih jadi tukang kredit panci, yang langsung kita tanggapi dengan NGAKAK hahahahahahaha!! Oke, kita makan dengan lauk seadaaaaanyaaaaaaaaaaaa (waktu itu kita masih sekolah jadi bokek, sekarang jugaaaaak hahaha) dan tetiba di tengah gue yang lagi makan lita pesen nasi lagi sama si abangnya.
“lapar lo?” tanya gue sama tuh anak
“gak, abis nasi gue banyak kuahnya, jadi gue mau pesen nasi lagi buat digabung supaya kuah kuningnya ilang” jelas dia
Jreeeeeennnngggg…jreeeeenggggg…jreeengggggggg.. gue sama lita ngakak!!!!!!! Si abangnya dateng lagi dengan membawa nasi pesanan lita yang udah di kasih kuah kuning lagi diatasnya… oalah, kalo kayak gitu mah sama aja!!! Yasudahlah.

Perut kenyang abang senang jiaaaaaaahhhh hahahaa, akhirnya setelah makan kita pun langsung ke misi awal cari tempatnya sampe ketemu.. masih inget kata lita “habis makan pikiran jernih” nah setelah makan itu, tepatnya setelah kita keluar dari rumah makan padang itu kita menemukan tulisan yang mengarahkan kita pada bukuuuuuu, yang lo tau, tempat itu adalah tempat yang gue dan lita mondar-mandir dari tadi, oalah-_- gue sama lita kegirangan, dan hal itu bertambah ketika gue sama lita liat didepan gue ada buanyaaaaaaaaaaaak banget buku, semuanya buku, semuanya buku, semuanya buku, semuanya yang dari tadi kita cariin dengan sangat melelahkan. Gak butuh waktu lama buat gue dan lita buat berlarian disana dan cari buku-buku yang kita mau. Gak terasa ternyata itu sudah hampir 3 tahun berlalu, dan sekarang gue kangen sama litaaaaaaaaaaaaaaaaa.

Oiya, di hari jadi gue tahun kemarin lita itu sempet dateng kerumah gue buat ucapin ulang tahun ke gue secara langsung dan kasih gue hadiah buku, yaampun sweet banget tuh anak satu, dateng dari bogor Cuma buat ucapin ultah. Sementara gue, di ultahnya kemarin gak kasih dia apa-apa, makanya gue bersumpah pokoknya di ultah dia tahun ini, gue harus kasih sesuatu ke dia. Sesuatu yang mungkin bisa dia simpan, sama hal seperti hadiah dari dia yang selalu gue simpan dan gue jaga dengan sangat baik. Thanks yak hunny bukunya, sampe sekarang masih disimpen kok, kapan-kapan kita kumpul lagi yaaaaaa, bikin hal gila lagi, ngegosip lagi, makan 1 bungkus nasi bertiga lagi, nyasar-nyasar di pamulang lagi, main sama oji lagi, lari-lari di gerbong kereta api lagi dengan panic hahahaha!!!

Buku… buku adalah hal yang selalu gue rindukan, buku adalah harta paling berharga buat gue, karena bagi gue, gue lebih rela kehujanan daripada harus membiarkan buku gue kehujanan. Entah gimana, sampe sekarang gue percaya bahwa suatu saat nanti gue akan berakhir dengan menjadi seorang pendidik, mungkin dosen. Dulu temen-temen gue terkuhusus lita dan nia, beranggapan bahwa suatu saat nanti gue akan jadi guru yang gue balas dengan, GAK AKAN!!! Tapi setelah melihat banyak juga idola gue yang menjadi jurnalis sekaligus dosen disitu gue kepikiran lagi sama ucapan lita+nia “mungkin suatu saat gue akan mengikuti jejak itu” Meskipun gak ada yang pernah tahu masa depan seseorang itu bakal kayak apa, termasuk gue dan hal itu juga gak bisa dilihat hanya karena gue suka buku.


BUKU dan TEMPAT KERJA
Tempat kerja sudah pasti berbeda dengan sekolah, dimana disekolah kita akan dengan sangat mudah bertemu dengan orang yang memiliki minat yang sama sementara di tempat kerja bisa dikatakan yak gak semuanya bisa suka sama buku-buku tertentu, yah wajar sih, mereka juga sibuk dengan pekerjaan dan tugas kuliah jadi mana ada waktu yang bisa diluangkan untuk sekedar baca buku atau bahkan cari-cari buku keluar. Beberapa waktu lalu sih ditempat kerja gue ada yang suka buku juga, kita panggilnya boyolali. Dulu dia sering banget ngajak gue ke gramedia, tapi sampe akhirnya dia resign dan pindah kerja gue belum bayar utang buat pergi bareng dia ke gramed-_- sekarang, gue merasa sendiri lagi ditempat yang…. entahlah akan berapa lama gue singgahi ini, tempat yang senantiasa membuat gue merasa jenuh dan selalu sendiri meskipun pada kenyataannya gue sok akrab, tapi tempat ini benar-benar buat gue selalu merasa kesepian dan buat gue kangen sama temen-temen. Gak ada gairah yang buat gue bersemangat, hidup gue monoton. Oh sudahlah, toh gue percaya, bahwa hal yang kini gue perjuangin akan membawa gue ketempat yang gue mau. Meskipun lo juga harus tahu, bahwa perjalanan menuju tempat yang kita mau itu gak selalu mudah dan ini yang gue rasakan sekarang.
Someone : “ini adalah sejarah yang akan mengawali kamu kedepan, setiap orang punya sejarah dalam meraih mimpinya. Kelak, hal ini yang akan tercatat dalam sejarah hidup kamu, sukses itu bukan sekedar “yak gue mau” tanpa ada sesuatu yang dikorbankan didalamnya. Dan kini, kalau kamu sadar, ada ego yang kamu korbankan untuk sesuatu itu”
Mungkin orang itu benar, kadang kalo kita hanya mikirin diri sendiri pasti gak akan ada tindakan nyata. Tapi kalo kita berani ambil keputusan yang besar dalam arti kita membuat sesuatu yang pantas diperjuangkan, kita akan mengesampingkan ego dan mulai untuk “oke, tujuan gue harus dapet, masalah suka gak suka sama apa yang gue jalani sekarang biarin aja”
Toh seseorang pernah bilang sama gue “walau bagaimanapun tidak menariknya dunia kerja, diluar itu kita masih punya kehidupan yang lain yang jauh lebih kita rindukan. Dimana orang-orang didalam sana gak akan pernah tahu kita diluar seperti apa, sama hal seperti kita yang gak pernah tahu kehidupan mereka diluar kantor seperti apa. Itu karena tiap-tiap dari kita punya dunianya sendiri” ya, lagi-lagi benar!! Setiap orang punya dunianya sendiri. dan mungkin seseorang yang bilang hal ini adalah dunia luar gue, yang selalu gue rindukan tiap kali gue merasa sendiri di tempat kerja.

Kadang dalam hidup, kita perlu belajar untuk merasa sakit.
Supaya ketika Tuhan memberi kita sehat, kita akan lebih menghargai bahwa sehat itu mahal.
Sama dengan mimpi, kita perlu belajar bagaimana menahan pedih kegagalan agar kedepan ketika kita sukses, kita mampu menghargai apa itu kesuksesan.
Perubahan terus dan akan terus berjalan seiring kehidupan yang terus melaju, ada yang hadir dan ada yang pergi tapi itu bukan berari bahwa dengan hadirnya kehidupan baru, kita akan dengan sangat mudah melupakan masa lalu.