Saturday, September 5, 2026

TUHAN, MENGAPA AKU MENCICIL????

gambar hany pemanis

Masih nggak habis pikir, mengapa orang rela mengeluarkan uang belasan sampai puluhan juta hanya untuk sebuah handphone. Maksudnya... omaygottttttt, untuk sebuah handphone!!!!! are you seriousssssss??????!!!!! *pasang muka stressfullllll* Gini...Gini... Gue bukannya bermaksud julid ya, tapi, jika mengingat gaji kalian yang bahkan sebelas dua belas sama gue, terus melihat fakta bahwa kalian rela merogoh kocek cukup dalam untuk sebuah handphone yang dipakainya hanya untuk whatsapp, foto, scrolling tiktok, terus slot, is that matters???????????? i mean REALLYYYYYYYYYY?????????????

*tarik nafas* Serius ya, fenomena macam apa sih ini??????????? Rela buat beli barang-barang mahal yang kadang nggak masuk akal orang super konvensional dan konyol macam gueeee. maksud gue gini, kalau memang urgensinya ada, seperti halnya side job kalian itu mengharuskan kalian bisa kerja more sat set sat set, nggak apa-apa. Ya at least ada extra income yang datang dan ya anggap aja handphone belasan ampe puluhan juta lu itu sebagai tool yang dibutuhkan untuk mendapat penghasilan lebih, tapi jika hanya untuk gengsi???? WTF!!!!!!
Γ±n"HEH NANI!!!! LU NGGAK BOLEH GITU, KEBAHAGIAN ORANG ITU BEDA-BEDA. SELAMA MEREKA NGGAKA MINTA SAMA LO, NGGAK NYUSAHIN LO, NGGAK GANGGU KEUANAN LU, JANGAN JAHAT DEH MULUT LO!!!!" Iya juga sih, ini bukan memang urusan gue. Ini urusan mereka, tapi gue suka berpikir aja, kok bisa orang rela mengeluarkan uang untuk handphone sampe segitunya. Sebuah handphone yang harganya bahkan bisa setara motor Beat baru. Sebuah handphone yang untuk membelinya kadangkala sampe dicicil belasan bahkan puluhan bulan untuk impress people who don't even care about your life.

Zuzur ya, fenomena macam gini sering banget kita temuin di kehidupan sehari-hari kan????? Orang ingin banget terlihat punya dengan membeli barang-barang yang cukup mahal, misalnya beli motor dengan harga OTR di atas 30jt, beli sepatu harga di atas 2jt, handphone mahal yang harganya min di atas 10jt, dll. Mereka berlomba-lomba mengasih makan ego mereka demi terlihat punya, kalau kata anak gen alfa mah pingin terlihat have. Akhirnya merka all out mulai dari oufit sampe perintilan yang lain. Tapi gengssssssss, inget your income lah, kalau gaji kalian imut, jangan kebanyakan gayaaaaaaaaa, plis dong ahhhhh, gak penting juga, orang-orang yang liat lu pake hp flagship paling cuma bilang "bagus banget hpnya, coba dong liat kameranya" habis itu udah.... Mereka tahu hp lu bagus, terus ya udahhhhhhhhhhhhhhh. Mau gimana lagi?????? HP yang kalian beli mahal itu bakal turun harganya, 1 tahun lagi akan keluar yang baru lagi, lalu yang baru lagi, baru lagi, sementara cicilan lu belum lunas. Dan sekalinya lunas, nyicil lagi.....

Tapi percaya nggak sih, di zaman sekarang, orang-orang itu menjadi lebih komsumtif, apalagi dalam berbelanja barang yang agak mahal. Nggak usah deh yang mahal-mahal, contoh sederhananya aja belanja online, orang-orang sekarang lebih mudah untuk berbelanja. Udah gitu, semakin banyak juga metode pembayaran yang ditawarkan membuat orang semakin "Ohhhhh sekarang beli ini bisa dicicil ya?" "sekarang makan bisa dicicil ya?" "OMG, gue bisa cicil sepatu dongggg?" karena apa? ADA PAY LATER!!!!!! Beli sekarang, bayar nanti!!!! Bahkan, bayar nanti pun masih bisa dijadikan cicilan. Hal yang akhirnya membuat orang-orang yang dulu kalau mau beli apa-apa harus punya duit dulu baru bisa beli, akhirnya dimudahkan dengan metode seperti itu. Merka cukup mendaftarkan diri, foto pegang KTP, tunggu approve, dan voilaaaaaaaaaaaaaaaaa, MEREKA BISA MENCICIL!!!!!!!! Kalau dulu, nggak gitu!! Semua hal harus dibeli pake duitttttttt, kalian kalau mau nyicil sayaratnya ribet, kudu survey lah, punya pekerjaanlah, punya gajilah. Mau apply kartu kredit juga susah karena syaratny buanyakkkkkkkkkkk, tapi dengan aplikasi paylater online, kadang bisa lebih mudah dan simple, alhasil mereka menemukan jalan ninja menuju surga dunia dan melamapuinya *gilaaaaaa, serem banget cuyyyyyyyy* tapi ya itu emang fenomena yang ada sekarang, lu terima atau nggak itu emang nyata.

Sekarang gini deh, kalau lu lagi keluar nih entah lagi di KRL, busway, stasiun, mall, dimanapun itu, lu liat aja handphone apa yang mereka pake. Coba deh lo liat. Terus nih, SEPATUUUUUUUU. Betul banget SEPATU. Serius ini gueeeeeeeeeeeeee. Orang-orang zaman now sepatunya bagus2 nggak ngotak coy...... TERUS LU MIKIR MEREKA BELI CASHHHHH??????? TYDAKKKKKKKKKKK!!!!! MEREKA MENCICIL!!!!!!

Lu nggak percaya??????????

Serius nggak percaya?????????

GUE BUKTINYAAAAAAAAA!!!!! SEPATU GUE HASIL NYICILLLLLLLLLLLLL WKWKWKWKWK
*dih nggak ada otak si Nani, tol*l deh ahhhhhh*

TAPI SERIUS.... Serius nih ya, guys, apakah kalian beneran happy after beli hal2 yang kalian beli itu???? pernah terbebani nggak setelahnya????? soalnya zuzur ya, kalau gue sayang banget beli barang-barang mahal yang tujuannya konsumtif. to be honset, ive been there kok, bukan beli hape, tapi sepatu. beli 1jt sekian, 2jt sekian, terus habis itu, kok sayang yaaaaaaaa. Ya meskipun gue beli karena emang gue sukaaaaaaaaaaaaa, tapi sayang aja nggak sih???? padahal kalau dibeliin saham, mungkin udah dapet dividen banyak kali dari saham wkwkwkwkwk

Dahlah, capek mikirin hutangggggg. Lagian hidup ini terlalu singkat hanya untuk mencari validasi orang kalau kita mampu. MAMPU MENCICIL MAKSUDNYAAAA WKWKWKWKWK *Nani jahattttt sumpahhhhhhh!!!!!*

Saturday, November 29, 2025

Manusia-40Km kembali dengan bingung

Ada cerita yang tak dapat diceritakan, yang jauh lebih baik tetap diam di  dalam pikiran. Yang diamnya bisa jadi akan menambah beban, namun setidaknya tak akan jadi bahan pembicaraan.

Apa sih, Nani! Mau berpuitis di sini, hah? Image lo nggak cocok jadi puitis, cocoknya jadi begajulan yang tiap nongkrong sama temen-temen lo ngomonginnya selangkangan dan kasus perselingkuhan!!! Aduh gimana nih, mau ngelak tapi emang bener lagi kayak gitu gue sekarang wkwkwkwk.

Hi, selamat datang kembali di blog Manusia-40km, blog yang sudah bertahun-tahun mati suri dan kini didatangi kembali oleh arwah penghuni. Apa kabar dirimu yang sesekali masih suka cek blog ini? Apakah dengan kembalinya diriku di sini mampu membuatmu mengira-ngira kondisiku saat ini? Yap, diriku baik-baik saja, melampaui dugaanmu yang mengira aku sudah tidak WARAS. Aku memang sempat ada di fase itu, tapi itu dulu, sebelum aku mengenal indahnya DUITTTTTTTTTTTTTTT!!!!!

Tentu saja itu tadi BERCANDA!!! Duit memang indah, tapi aku tak mau GILA karenanya, cukup lah mereka-mereka saja yang digilakan oleh DUIT, aku cukup diam dan memantau dari kejauhan di atas segala KEKUASAAN. Kekuasaan???? sejak kapan aku memiliki itu???? Haduh, aku sekarang siapa?????? Nani???? Mr. Krab????? Mail????? Atauuuuuuuuuuuu, seseorang yang memainkan kendali???? Yang saat ini sedang mempermainkan kalian, namun berpura-pura hidup miskin, yang hidup dari gaji bulan ke bulan, namun tetap memaksakan hidup karena masih punya banyak tanggungan dan cicilan? Ah, itu bukan peran, ITU KENYATAANNNNNNN!!!

Miris. Miris.

Hmmm ternyata hidup gini banget ya gais, makin ke sini makin ada aja hal-hal yang bisa jadi pembicaraan banyak orang. Kayak yang terjadi akhir-akhir ini, selain obrolan seputara bencana yang terjadi di Sumatera, orang-orang juga heboh bahas Tumbler yang ketinggalan di KRL relasi Tanah Abang – Rangkasbitung. Aduh, pada kenapa sih?????????????????

PADA KENAPA?????

Kenapa zaman sekarang kelakuan orang makin Ajaib-ajaib, kenapa dia yang punya utang dia yang justru lebih hedon daripada yang ngutangin. Kenapa dia yang banyak utang postingannya justru heboh banget. Kenapa?????????? Terus, kenapa kasus pembunuhan makin banyak yang motifnya TOLOL-TOLOL??????? Kenapa orang di jalan kesenggol dikit langsung pada berantem???????? Kenapa Tuhan?????????????

Sunday, April 14, 2024

Everything i touch is broken

"Everything i touch is broken, wah kayaknya keren tuh Ni buat bio sosmed lu" begitu kira-kira kata temen gue suatu waktu buat mengejek gue yang entah kenapa sering (dengan tanpa sengaja) merusak barang-barang yang gue punya. Hari ini entah kenapa botol minum yang sering gue bawa-bawa sepertinya rusak (lagi) setelah sebelumnya tempat minum gue yang lain juga rusak. Kedua tempat minum ini kebetulan sengaja dibeli untuk membawa minuman dingin, dan mostly diisi es batu di dalamnya. Selama ini nggak ada masalah, sampai akhirnya mereka mengalami kerusakan dengan ciri-ciri yang sama : dinding luar botol berembun. Berhubung nggak ada kerusakan yang bisa dilihat dengan mata, jadi bisa dikatakan botol gue itu tampak normal, tapi untuk gue yang orangnya agak lain alhasil setelah botol gue mengalami kejadian itu, seketika gue langsung sedih. Sedih karena gue harus beli lagi. Sedih karena nggak tahu kenapa mereka bisa rusak tanpa jatuh. Sedih karena, yeah, gue harus memikirkan gimana caranya biar orang tidak menjudge gue sebagai tukang merusak (nggak penting sih sebenernya ini). Tapi, ini masalah yang cukup berat wehhhhhh. 

Gambar hanya pemanis

Beberapa waktu lalu laptop gue baru selesai diperbaiki, ganti komponen A, B, C, D, Z, yang gue kurang paham. Belum lama laptop gue balik, eh harus masuk lagi ke kamar IT kantor temen gue karena entah gimana nih laptop kagak bisa nyala gegara external harddisk yang lagi tercolok kesenggol sama gue sampe kecabut. Laptop pun cuma nampilin layar hitam, sudah lihat segala macam tutorial kemungkinannya harddisk corrupt pas proses booting (kalau nggak salah inget) dan gue pun nggak paham harus apa. Alhasil guepun telpon temen gue, dengan mengiba alhasil dia bilang bawa lagi aja ke kantornya. Dan yeah, laptop pun dibenerin pada akhirnya, SETELAH NUNGGU HAMPIR 1 SEMESTER, DARI MULAI GUE NGANGGUR, DAPET KERJA, SAMPE AKHIRNYA NGANGGUR LAGI, DAN DAPET KERJA LAGI, BARU SELESAI LAPTOP GUE *Eehhemm, maaf agak sedikit excited di part ini 🀣

Contoh di atas hanya sebagian kecil, masih banyak hal lain yang terjadi, hal yang buat temen gue akhirnya memberikan gue julukan tukang ngerusak. Gue pernah ngerusak kipas angin gegara berpikir bisa memperbaikinya sendiri, ngerusak sepatu converse 70s kesayangan, sepatu new balance, handphone, payung, ngerusak pohon anggrek emaknya temen gue πŸ˜‚,  remote tv, pakaian, dan entah apa lagi. Yang kebanyakan teman-teman gue tahu, karena kadang dengan bodohnya gue cerita. Bahkan yang terakhir, gue nelpon cuma buat nanya perihal ban motor gue bocor aja gue masih harus kena ceramah. Padahal kan ban motor bocor itu karena faktor external, bukan karena gue yang emang sengaja jalan ke tumpukan paku "eh ada paku tuh, lewat situ aja ah biar ban bocor" Kan kagak begitu ya, tapi tetep aja gue yang disalahin. Seolah-olah segala macam kerusakan itu masalahnya datang dari gue. Apakah kalian juga bakal menyalahkan gue lantaran rusaknya moral seseorang? Hah? Capek! 

Tapi ya sudahlah, masalah botol gue yang rusak lagi, biarlah seperti itu adanya. Mungkin besok gue nggak usah lagi beli botol2 termos, nggak usah lagi bawa-bawa es batu biar nggak beketergantungan dengan botol. Dan mungkin besok gue akan menjaga barang gue dengan sepenuh hati, kalau pada akhirnya gue beli botol lagi nggak akan gue taruh di jok motor, biar gue gantung aja di leher. Agak lain memang. 

Monday, November 6, 2023

Maygattttt, gue pake kacamata!

Mata gue minus, tapi gue nggak pernah mau pake kacamata. Selalu aja ada penolakan tiap kali temen gue nyaranin untuk beli kacamata. Ya, ribetlah. Ya, nggak cocoklah. Ya, nantilah. Ya, belum butuhlah, dan penolakan-penolakan lain. Dan perasaan itu persis kayak gue sekarang yang nggak mau pake perhiasan even itu anting, meskipun emak gue udah sering banget maksa. Entah kenapa.

Sampai suatu hari, gue yang lagi anter temen gue beli kacamata ke Optik Seis, ikut-ikutan periksa mata juga wkwkwk. Nah disitu tuh ketahuan kalau gue minus + silinder 😬 tapi apakah gue langsung sadar dan "oke gue mau pake kacamata" Gitu? Enggaklah. Udah tahu gitu gue cuma "oh pantes aja apa yang gue liat suka burem ya" Habis itu tetep plan untuk beli sepatu alih-alih kacamata πŸ˜‚ meskipun temen gue udah sering teriak "lo tuh harusnya beli kacamata oon, bukannya mikirin sepatu mulu" Atau kata-kata dia "lo tuh buta astagaaaaa" Gimana ya? Selama gue masih bisa melihat kan berarti nggak apa-apa ya, kenapa sih harus ribet pake kacamata. Nanti ajalah.

Sampai suatu ketika gue melihat postingan di Quora terkait dengan apa yang dilihat orang minus saat berkendara di malam hari, di situ ada beberapa gambar yang menunjukkan lampu kendaraan yang pecah. Pecah di sini maksudnya tuh cahayanya menyebar luas. Nah, gue sadar, pemandangan seperti ini nih yang gue liat kalau malem-malem.

Nah, karena gue orangnya selalu butuh validasi akhirnya nanya lah ke temen gue tentang gambar tersebut, dan gue nanya apakah saat malem dia juga melihat lampu kendaraan menyebar sehingga menghalangi pandangannya? Terus dia bilang, ENGGAK. Oke gue diam. Terus mikir (mulai mempertimbangkan), tapi gue masih belum dapet sepatu yang gue mau ☹️ Galau. 

Tapi setelah dipikir-pikir, gue ini termasuk orang yang selalu takut kalau  berkendara di jalan dengan keadaan yang ternyata itu bisa membahayakan gue. Di sisi lain, gue juga pingin sepatu yang udah gue damba-dambakan.

Au ah.

Dokumen pribadi

Tapi kemudian

Ya, gue akhirnya pake kacamata wkwkwkwk. Setelah temen gue selalu bilang gue buta akhirnya kini gue berkacamata.

Pas gue periksa mata dan mencoba lensa2 yang disodorkan gue terkaget-kaget liat jerawat di muka gue. Anjirrrr, jadi selama ini muka gue sekotor ini????? Bekas jerawat gue sebanyak ini????? Temen gue ngakak pas gue ceritain seberapa kagetnya gue liat jerawat di muka gue wkwkwkwk. Ya Tuhan, jadi selama ini anak ini pede-pede aja sama mukanya karena ternyata jerawat segede gaban tidak bisa terlihat dengan mata telanjang lagi, asyuuuuuuu!

Dan lo tahu?????? Astagaaaaa, ternyata berkendara di malam hari dengan pake kacamata dan enggak bedaaaaaa bangetttttttttt. Ternyata selama ini pandangan gue itu parah banget dan gue terlalu menyepelekan itu!! Sekarang setelah gue pake kacamata gue jadi tahu perbedaannya, dan gue baru sadar sejauh ini gue beruntung karena nggak pernah terjadi hal-hal yang aneh. Sekarang, nggak masalah gue bawa motor malem dengan visior helm yang ketutup karena tetap terlihat jernih dan bahkan nggak ada perubahannya. Yaampun, gue yakin banget sekarang gue sudah bisa melihat makhluk halus dengan bantuan kacamata πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ Jangan-jangan keberanian gue selama ini karena gue buta jadi nggak bisa melihat mereka.... Persis seperti bekas jerawat depan mata yang nggak keliatan wkwkwkwkwk. 

Monday, October 30, 2023

Berhenti makan nasi, tapi bukan diet.

Sudah hampir 2 minggu gue stop makan nasi. Ya, betul. Berhenti makan nasi. Kenapa, apakah gue diet? Mmm, agak sulit menjawabnya. Kepingin sih diet, terlebih jika mengingat badan gue yang sudah semakin melar sejak gue lulus kuliah. Tapi, ya ini bukan diet. Berhenti makan nasinya gue adalah cara gue untuk belajar agar tidak berketergantungan dengan Nasi. (Takutnya kalau gue tinggal di MΓΌnchen bingung kagak ada nasi, kan repot ya πŸ˜‚πŸ˜‚) Terlebih sebagai orang Indonesia tulen, kita sudah sangat paham sekali bahwa tidak makan nasi = belum makan. Jadi secara tidak langsung mau mulut kita dalam satu hari udah makan bubur 1 mangkok, gado-gado + lontong, roti bakar, seblak, cilok, batagor, rujak buah, talas kukus, kue bolu, kopi 1 gentong, mie goreng 3 piring, lontong sayur, tapi kalau belum makan nasi ya BELUM MAKAN πŸ˜‚ Nah, dari hal itulah akhirnya gue memutuskan untuk stop makan nasi dan menggantikan asupan karbohidrat dari makanan lain. Sejauh ini gue masih makan apa aja kayak biasa, cuma memang gue stop makan nasi aja. Olahraga? Yah sejauh ini baru masuk ke tahap wacana 🀣

Sebelum gue berhenti makan nasi, gue udah cari tahu dan baca tentang orang-orang yang tidak makan nasi. Dari apa yang sudah gue baca gue semakin mantap untuk berhenti makan nasi. Berhentinya gue makan nasi bukannya sama sekali bakal nggak makan nasi, tapi lebih seperti membatasi. Sekarang gue berhenti dulu nih sampe katakanlah 1 bulan. Nah, nanti setelah itu gue akan makan nasi lagi, tapi nggak yang tiap hari. Jadi, kalau normalnya gue makan nasi 3 atau 2x sehari, nah setelah berhenti makan nasi ini nantinya gue bakal makan hanya 1 atau 2x dalam seminggu. Jadi, nggak yang tiap hari banget gue harus makan nasi. Ibarat kata sekarang nih lagi melatih diri dulu. 

Tapi, ya, percaya atau nggak, sejak gue berhenti makan nasi. Secara otomatis gue berhenti juga mengkonsumsi minuman manis. Mau itu teh manis solo yang gue suka banget itu, minuman kemasan kek teh botol, fresh tea, bahkan ampe teh sisri, nutrisari, tea jus, dan kawan-kawan gue stop. Nggak ngerti kenapa. Tapi ini sejalan dengan berhentinya gue makan nasi. Jadi mungkin sejak kurang lebih 2 mingguan ini gue udah nggak lagi konsumsi minum-minuman manis. Sempet kepikiran, kok bisa ya??? Padahal kalau lo mau tahu, gue itu suka banget sama teh, dan kalau minum-minuman kemasan pasti yang rasa teh dan otomatis itu MANIS. Liat teh solo yang sekarang bertebaran sepanjang jalan udah biasa aja gue, padahal sebelumnya tiap kali ada tulisan teh solo motor gue udah otomatis belok πŸ˜‚πŸ˜‚ apalagi kalau ada es tebu wkwkwk. 

Sulit nggak sih nggak makan nasi? Awalnya syulit. Sehari, dua hari, sampe hari ketiga keknya gue jadi laper mulu, bawaannya pengen nyemil ajaa. Kek gimana ya? Kayaknya, gue itu kayak Pearl waktu lagi kena semburan kedewasaan (bener nggak sih?), inget kan? Yang Tuan Crab sampe nyolong makanan seBikini Buttom karena si Pearl laper mulu. Nah, kek gitu tuh gue, rasanya lapar mulu deh. Kalau liat nasi bawaannya pengen gue terkam aja itu nasi. Tapi kemudian seiring waktu berlalu ya jadi B aja. Liat orang makan nasi yasudah. Sekarang kalau gue makan gado-gado ya gado-gado aja nggak pake lontong, kentang ya kentang aja, atau ikan ya ikan aja, mau makan sop ayam ya sop aja tanpa nasi, bahkan sampe bubur ayam aja gue kagak makan. Bener2 makanan gue itu ya lauknya aja. Kadang kalau pagi sarapan telor rebus 2, kadang enggak. Paling kalau siang agak lengkap kadang telor rebus 2/kentang, sama sayur mayur + buah. Sore paling cemal-cemil kek cireng isi, atau 1 potong ayam. Oiya, awal-awal stop makan nasi, sampe malem gue masih makan apa aja. Tapi sudah beberapa hari terakhir, biasanya sebelum isya gue udah berhenti makan. Mungkin karena emang kagak ada yang bisa dimakan juga wkwkwkwkwk. Karena gimana ya? Semenjak kagak makan nasi, lidah gue tuh kayak sensitif sama rasa yang strong macam rasa bumbu mie instan/minuman kemasan. Makanya sejak 2 minggu ini paling baru 2x gue makan mie instan. Susah deh deskripsiinnya. 

Apakah berat badan gue turun? Mmmm, kagak tahu deh gue. Kayaknya sih turun... Ya ada kali turunnya 50 gram wkwkwkwkwk. Tapi keknya ya kalau ini dibarengi sama olahraga yang cukup ya bisa turun. Kalau kagak mah ya sama aja. Makanya gue rencana banget nih buat olahraga, seenggaknya jalan kaki gitu sampe 10Km wkwkwkwkwk. Ya kali ya 10 Kilo πŸ˜‚πŸ˜‚

Percaya atau nggak pelan-pelan hal yang baik itu ngikutin sih, kek yang tadi gue bilang, gue yang dulunya suka minum-minuman manis + makan mie, semenjak berhenti makan nasi jadi tiba2 stop juga konsumsi minuman manis. Meskipun mie masih belum, tapi setidaknya itu progress. Makan gue jadi lebih banyak sayur. Padahal dulu selalu gorengan. Gorengan muluuuuuu. Sekarang, masih, tapi intensitasnya jadi berkurang. Meskipun dalam hati kayaknya pingin deh ganti pola makan, nggak mau makan goreng-gorengan lagi, mau banyakin makan sayur sama buah aja, eh tapi gimana ya? Tiap kali liat gorengan bawaannya tuh kayak.... Aduh susah deh jelasinnya. Apalagi kalau udah ketemu gorengannya Si Jek, rasanya kayak nggak tega lihat risol dan bakwan semenarik dan semenawan itu dianggurin wkwkwkwkwk. 

Tuesday, October 24, 2023

Ulasan gue tentang buku Putri Kedua karya Chan Ho-Kei

Perasaan senang menggelayuti hati gue beberapa hari terakhir ini. Bukan... Gue bukannya habis dapet warisan atau nemu harta karun dari kebun kosong di belakang rumah, tapi..., Setelah sekian lama, akhirnya gue bisa menyelesaikan 1 novel yang tebalnya 632 halaman dalam waktu nggak sampe 1 minggu 😁 Keren kan? Keren lah!!! Apalagi ya, novel ini bentuknya adalah digital bukan yang bentuk fisik. Dan untuk seekor penggemar buku fisik macam gue, untuk hal-hal kek gini tuh cukup membanggakan, soalnya gimana ya? Buku digital (menurut gue) itu tidak menyenangkan, nggak bisa disentuh, nggak bisa dilipet, dan terutama nggak ada aroma buku yang sejauh ini selalu menenangkan hati yang ndableg ini wkwkwkwkwk. Jadi, ketika gue berhasil menyelesaikan membaca sebuah novel (digital) dengan ketebalan lebih dari 600 halaman + dengan waktu nggak sampe 1 minggu, itu cukup buat hari gue cukup cerah selama beberapa hari ini πŸ˜‚ Akhirnya si begundal ini bisa juga baca digital, yah meskipun yang sudah pernah baca blog ini pasti tahu bahwa gue pernah juga baca bukunya Haruki Murakami secara digital di aplikasi kesayangan, Ipusnas :)

Oiya, lu mau tahu buku apa yang sudah gue baca itu? Mmmm, buku itu berjudul Putri Kedua karya Chan Ho-kei, seorang penulis novel misteri/kriminal dari Hongkong yang juga berprofesi sebagai software engineer. Dan jujur ini adalah novel pertama yang gue baca dari Chan Ho-Kei, novel yang juga buat gue kepingin untuk baca karya-karya Chan Ho-Kei yang lain. Tapi, yah, sebelum gue terlena dengan buku lain dan sebelum gue lupa sama cerita di Putri Kedua ini (karena saat ini gue lagi baca buku nonfiksi yang akan merubah pola pikir gue wkwkwk), jadi, di sini, di blog gue yang aneh ini, akan gue coba ulas tentang novel yang sangat menarik ini.

sumber : ebook gramedia



Judul            : Putri Kedua
Pengarang    : Chan Ho-Kei
Halaman       : 632 halaman
Penerbit        : Gramedia Pustaka Utama


    Hari itu, Nga-Yee sedang diperjalanan pulang ke apartemennya, Wun Han House, dari perpustakaan tempat dia bekerja. Dalam perjalanan pulang itu dia tengah menimang-nimang apa menu yang sekiranya akan dia masak untuk makan malam bersama adik semata wayangnya, saat tiba-tiba ia menyadari pelataran apartemennya nampak ramai oleh kerumunan orang. Tidak jauh dari situ salah seorang wanita tua yang tinggal selantai dengan Nga-Yee melihatnya dengan panik dan berlari kecil menghampiri Nga-Yee dan mengamit tangannya. Nga-Yee yang bingung, mengikuti wanita tua itu. 
    Nga-Yee tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat itu, seorang remaja dengan seragam sekolah tergeletak di lantai beton  dengan darah membanjiri kepalanya. Ia tak berpikir apa-apa, sampai akhirnya ia menyadari bahwa  remaja itu adalah Au Siu-Man, adik Nga-Yee satu-satunya, yang kini tergeletak di lantai di luar apartemen setelah melompat dari unit apartemennya di lantai 20. Nga-Yee tidak percaya itu. Ia tidak percaya bahwa adiknya melakukan tindakan bunuh diri. 
    Nga-Yee menolak kenyataan bahwa Au Siu-Man mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Meskipun pihak kepolisian mengatakan bahwa itu murni tindakan bunuh diri. Namun, Nga-Yee menolak untuk mempercayai itu. "bagaimana mungkin anak berusia 15 tahun terpikir untuk bunuh diri?" terlepas bahwa Nga-Yee yakin bahwa bukan tidak mungkin Au Siu-Man melakukannya mengingat banyak kejadian yang telah ia lewati beberapa waktu ke belakang. Namun, Nga-Yee yakin bahwa Au Siu-Man tidak mungkin melakukan itu jika tidak ada penyebabnya, alhasil dengan perasaan emosinal setelah ditinggal mati adiknya yang sekaligus satu-satunya keluarga yang ia miliki, ia pun bertekad untuk mencari siapapun orang di luar sana yang harus bertanggung jawab atas kematian adik semata wayangnya. Hal yang akhirnya membawa Nga-Yee menemui detektif swasta bernama Mr. Mok. Sayangnya, pencarian dengan Mr. Mok menemui jalan buntu. Namun, Mr. Mok merekomendasikan Nga-Yee untuk bertemu dengan N yang menurutnya mungkin dapat membantu Nga-Yee dengan kasusnya. 
Tidak lama setalah mendapat kartu nama N, Nga-Yee pun pergi ke alamat yang tertera di kartu nama tersebut, Second Street No 515, Sai Ying Pun, untuk menemui N. Butuh waktu bagi Nga-Yee untuk membujuk N agar mau membantunya mencari siapa dalang dibalik bunuh diri adiknya, terlebih saat pertama kali bertemu, N menolak kasus Nga-Yee karena menurutnya kasus ini tidak menarik minatnya, N pun mengusir Nga-Yee. Karena Nga-Yee tidak pantang menyerah, ia pun terus datang ke apartemen N setiap hari agar bias menemui N dan membujuknya agar mau membantunya. Sampai pada akhirnya ada hari di mana N bersedia menemui Nga-Yee kembali, dan dalam pertemuan itu N bersedia melakukan penyelidikan untuk kasus Nga-Yee. Dan dari sinilah akhirnya petualangan cerita ini di mulai……..

Oke… Selesai rangkumannya. Gue nggak mau membocorkan tentang Novel ini, terlebih gue bacanya di Ipusnas. Dan seperti yang kalian tahu gue nggak begitu suka baca buku digital jadi kalian perlu banget baca buku ini SENDIRI.

Oiya, tema yang diangkat dari novel ini sebenarnya adalah cyber bullying dan pelecehan seksual. Hal yang menurut gue pribadi sangat menarik untuk diangkat, dan terlebih dalam bentuk Novel. Dan berhubung penulisnya juga merupakan seorang web developer, jadi bahasa yang digunakan untuk menjelaskan istilah-istilah yang digunakan dalam IT jauh lebih mudah dimengerti oleh orang awam macam gue yang bisanya hanya menikmati hasil wkwkwkwkwkwkwk.

Hmmm, apalagi ya???? Kayaknya udah deh sampe sini aja wkwkwkwk. Bingung mau nulis apalagi wkwkwkwk.

Thursday, October 6, 2022

Masih ada nggak sih yang baca blog?

 

Photo by mikoto.raw Photographer : https://www.pexels.com/photo/photo-of-woman-using-mobile-phone-3367850/

Pertanyaan itu mengingatkan gue sama pertanyaan yang diajukan di grup blogger di Quora. Gegara pertanyaan itu gue jadi kepikiran buat nulis lagi di blog hehe. Jujur ya, pertanyaan itu juga ada lho di kepala gue, terlebih di era di mana orang-orang itu lebih sering nonton youtube dari pada baca, di luar itu belum lagi sosial media kayak twitter, ig, tiktok, whatsapp, dan masih banyak lagi yang cukup mengambil perhatian orang-orang, jadi, ya wajar aja kalau ada orang-orang yang bertanya, “ada nggak sih kira-kira yang baca blog?” Hayo jawab, masih ada nggak sih yang baca-baca blog akhir-akhir ini terlepas apa yang lo baca.

 

Waktu gue SMA adalah masa dimana gue lagi rajin-rajinnya baca blog, serius!!! kerjaan gue tuh ya baca-bacain blog orang. Baca cerita perjalanan-perjalanan orang atau pengalaman mereka dengan sepatu, pengalaman mereka dengan ransel, pengalaman solo travelling pertama mereka, pengalaman mereka cari beasiswa sampe akhirnya dapet, atau banyak hal lain tentang pengalaman orang yang justru memotivasi gue pada saat itu. Bahkan cerita-cerita itu juga yang membawa pengetahuan buat gue. Kayak gue yang nggak tahu Jerman bisa tiba-tiba suka sama negara itu dan pingin kesana. Gue yang nggak pernah kemana-mana jadi tahu banyak hal yang gue sendiri tahu dari blog! Gila nggak sih???? Berapa panjangpun tulisan itu kalau gue suka ya bakal gue baca, karena menurut gue saat itu, itu adalah hal menarik. Lo bisa baca cerita orang yang lo even nggak kenal tapi berasa deket ceritanya buat lo, dan itu keren menurut gue. Gue belajar banyak hal dari blog, serius!!! Makanya waktu dulu itu kalau gue lagi suka sama presenter A misalnya, nah gue bakal cek semua media sosialnya cuma buat nyari apakah dia ada blog apa enggak. Kalau ada ya bakal gue baca tulisan-tulisannya sampe paling bawah, segitunya gue dulu.

 

Dulu, ada masanya saat gue mau beli sesuatu gue bakal cari cerita orang yang pernah beli itu di blog. Enggak kayak sekarang, kalau sekarang nih kita mau beli apa-apa lihatnya pasti apa? pasti baca review pembeli di toko online tempat jual tuh barang, iya kan? Kalau gue dulu enggak gitu, kalau gue mau beli ransel yang gue pingin, nah gue cari tuh ulasan orang di blog, kenapa di blog? Karena bisanya orang bakal mengulas panjang kali lebar di blog. Dimulai dari alasan dia beli tuh ransel, dimana dia beli, berapa harganya, kenapa dia beli ransel warna merah daripada ijo, bakal dipake apa aja itu ransel, dan sebagainya dan sebagainya. Dan jujur itu justru sangat membantu orang yang kayak gue. Gue bahkan waktu mau kuliah aja, gue baca-baca dulu cerita mahasiswa yang kuliah di kampus itu, misal waktu gue mau kuliah di IISIP, nah gue cari tahu tuh kampus lewat blog. Lebih kek, gimana ya? Gue tuh selalu pingin belajar dari pengalaman orang. Pingin tahu satu hal dari sudut pandang orang. Ada nggak nih dari pengalaman orang itu yang ternyata sesuai buat gue, buat gue penasaran nggak nih, cocok nggak nih sama gue. Ya kayak gitu intinya. Tapi dengan catatan bahwa tulisan itu benar-benar mewakili apa yang gue butuhkan.

 

Kayak misalnya gini deh, gue habis baca novel misalnya,  Nah setelah gue baca tuh novel dan gue berkesan sama novel itu, gue langsung tuh cari ulasannya di blog. Rasa ingin tahu gue tuh tumbuh, kira-kira siapa sih yang udah baca buku itu? Terus gue juga jadi pingin tahu mengenai pandangan mereka soal novel itu. Dari situ gue bakal cari dong blog orang yang nulis tentang buku itu, dari situ gue belajar bahwa setiap orang itu punya pandangan berbeda tentang buku itu. Buku yang gue anggap sangat bagus belum tentu bagus buat orang, begitupun sebaliknya. Dan dari situ juga gue menemukan bahwa ada beberapa pengertian yang nggak gue paham bahkan mungkin gue lewati tapi di tangkap maksudnya sama orang lain dan dia ungkapkan itu di blog dia, kan jadi nambah pengetahuan buat gue. Hal yang buat gue akhirnya “oh jadi gitu maksudnya” nah, hal-hal yang kayak gitu tuh yang dulu gue cari. Cerita seseorang. Sudut pandang mereka akan sesuatu. Pokoknya gitulah.

 

Kalau sekarang? Ya, mostly sih gue lihat orang-orang lebih suka hal-hal yang berbau visual yah dibandingkan baca. Sekarang mau apa-apa aja lihat tutorial di yutup atau tiktok dari pada baca. Kayak yang, ah baca mah ribet nggak ada gambarnya. Padahal ya…. *Tarik nafas* ya baca itu perlu.

 

Tapi yah gimana? Orang-orang yang dulu hits di blog aja sekarang udah pada pindah semua ke yutup. Lagian ya, teknologi makin berkembang, orang juga terus berinovasi, banyak yang berpikir juga kalau mereka nggak ikutin perkembangan zaman bakal ketinggalan kan? Apalagi sekarang cari uang tuh bisa dilakuin dimana aja, kalau dulu orang ngeblog biar bisa dapet uang dari adsense, sekarang orang buat video biar dapet uang dari adsense dan endorse. Apalagi dengan budaya kita yang memang agak lemah di membaca, jadi sudah sangat masuk lah hal-hal visual untuk otak kita (maksudnya: gue) yang diset cukup sederhana ini wkwkwk. Daripada baca mending lihat aja videonya. Gitu mungkin kira-kira. Tapi terlepas dari itu semua, gue percaya masih banyak orang diluar sana yang masih cari sesuatu itu di blog hehehe

 

Nah, jadi kalau udah gini siapa nih yang masih baca blog? Lo masih baca blog????