![]() |
| gambar hany pemanis |
Masih nggak habis pikir, mengapa orang rela mengeluarkan uang belasan sampai puluhan juta hanya untuk sebuah handphone. Maksudnya... omaygottttttt, untuk sebuah handphone!!!!! are you seriousssssss??????!!!!! *pasang muka stressfullllll* Gini...Gini... Gue bukannya bermaksud julid ya, tapi, jika mengingat gaji kalian yang bahkan sebelas dua belas sama gue, terus melihat fakta bahwa kalian rela merogoh kocek cukup dalam untuk sebuah handphone yang dipakainya hanya untuk whatsapp, foto, scrolling tiktok, terus slot, is that matters???????????? i mean REALLYYYYYYYYYY?????????????
*tarik nafas* Serius ya, fenomena macam apa sih ini??????????? Rela buat beli barang-barang mahal yang kadang nggak masuk akal orang super konvensional dan konyol macam gueeee. maksud gue gini, kalau memang urgensinya ada, seperti halnya side job kalian itu mengharuskan kalian bisa kerja more sat set sat set, nggak apa-apa. Ya at least ada extra income yang datang dan ya anggap aja handphone belasan ampe puluhan juta lu itu sebagai tool yang dibutuhkan untuk mendapat penghasilan lebih, tapi jika hanya untuk gengsi???? WTF!!!!!!
ñn"HEH NANI!!!! LU NGGAK BOLEH GITU, KEBAHAGIAN ORANG ITU BEDA-BEDA. SELAMA MEREKA NGGAKA MINTA SAMA LO, NGGAK NYUSAHIN LO, NGGAK GANGGU KEUANAN LU, JANGAN JAHAT DEH MULUT LO!!!!" Iya juga sih, ini bukan memang urusan gue. Ini urusan mereka, tapi gue suka berpikir aja, kok bisa orang rela mengeluarkan uang untuk handphone sampe segitunya. Sebuah handphone yang harganya bahkan bisa setara motor Beat baru. Sebuah handphone yang untuk membelinya kadangkala sampe dicicil belasan bahkan puluhan bulan untuk impress people who don't even care about your life.
Zuzur ya, fenomena macam gini sering banget kita temuin di kehidupan sehari-hari kan????? Orang ingin banget terlihat punya dengan membeli barang-barang yang cukup mahal, misalnya beli motor dengan harga OTR di atas 30jt, beli sepatu harga di atas 2jt, handphone mahal yang harganya min di atas 10jt, dll. Mereka berlomba-lomba mengasih makan ego mereka demi terlihat punya, kalau kata anak gen alfa mah pingin terlihat have. Akhirnya merka all out mulai dari oufit sampe perintilan yang lain. Tapi gengssssssss, inget your income lah, kalau gaji kalian imut, jangan kebanyakan gayaaaaaaaaa, plis dong ahhhhh, gak penting juga, orang-orang yang liat lu pake hp flagship paling cuma bilang "bagus banget hpnya, coba dong liat kameranya" habis itu udah.... Mereka tahu hp lu bagus, terus ya udahhhhhhhhhhhhhhh. Mau gimana lagi?????? HP yang kalian beli mahal itu bakal turun harganya, 1 tahun lagi akan keluar yang baru lagi, lalu yang baru lagi, baru lagi, sementara cicilan lu belum lunas. Dan sekalinya lunas, nyicil lagi.....
Tapi percaya nggak sih, di zaman sekarang, orang-orang itu menjadi lebih komsumtif, apalagi dalam berbelanja barang yang agak mahal. Nggak usah deh yang mahal-mahal, contoh sederhananya aja belanja online, orang-orang sekarang lebih mudah untuk berbelanja. Udah gitu, semakin banyak juga metode pembayaran yang ditawarkan membuat orang semakin "Ohhhhh sekarang beli ini bisa dicicil ya?" "sekarang makan bisa dicicil ya?" "OMG, gue bisa cicil sepatu dongggg?" karena apa? ADA PAY LATER!!!!!! Beli sekarang, bayar nanti!!!! Bahkan, bayar nanti pun masih bisa dijadikan cicilan. Hal yang akhirnya membuat orang-orang yang dulu kalau mau beli apa-apa harus punya duit dulu baru bisa beli, akhirnya dimudahkan dengan metode seperti itu. Merka cukup mendaftarkan diri, foto pegang KTP, tunggu approve, dan voilaaaaaaaaaaaaaaaaa, MEREKA BISA MENCICIL!!!!!!!! Kalau dulu, nggak gitu!! Semua hal harus dibeli pake duitttttttt, kalian kalau mau nyicil sayaratnya ribet, kudu survey lah, punya pekerjaanlah, punya gajilah. Mau apply kartu kredit juga susah karena syaratny buanyakkkkkkkkkkk, tapi dengan aplikasi paylater online, kadang bisa lebih mudah dan simple, alhasil mereka menemukan jalan ninja menuju surga dunia dan melamapuinya *gilaaaaaa, serem banget cuyyyyyyyy* tapi ya itu emang fenomena yang ada sekarang, lu terima atau nggak itu emang nyata.
Sekarang gini deh, kalau lu lagi keluar nih entah lagi di KRL, busway, stasiun, mall, dimanapun itu, lu liat aja handphone apa yang mereka pake. Coba deh lo liat. Terus nih, SEPATUUUUUUUU. Betul banget SEPATU. Serius ini gueeeeeeeeeeeeee. Orang-orang zaman now sepatunya bagus2 nggak ngotak coy...... TERUS LU MIKIR MEREKA BELI CASHHHHH??????? TYDAKKKKKKKKKKK!!!!! MEREKA MENCICIL!!!!!!
Lu nggak percaya??????????
Serius nggak percaya?????????
GUE BUKTINYAAAAAAAAA!!!!! SEPATU GUE HASIL NYICILLLLLLLLLLLLL WKWKWKWKWK
*dih nggak ada otak si Nani, tol*l deh ahhhhhh*
TAPI SERIUS.... Serius nih ya, guys, apakah kalian beneran happy after beli hal2 yang kalian beli itu???? pernah terbebani nggak setelahnya????? soalnya zuzur ya, kalau gue sayang banget beli barang-barang mahal yang tujuannya konsumtif. to be honset, ive been there kok, bukan beli hape, tapi sepatu. beli 1jt sekian, 2jt sekian, terus habis itu, kok sayang yaaaaaaaa. Ya meskipun gue beli karena emang gue sukaaaaaaaaaaaaa, tapi sayang aja nggak sih???? padahal kalau dibeliin saham, mungkin udah dapet dividen banyak kali dari saham wkwkwkwkwk
Dahlah, capek mikirin hutangggggg. Lagian hidup ini terlalu singkat hanya untuk mencari validasi orang kalau kita mampu. MAMPU MENCICIL MAKSUDNYAAAA WKWKWKWKWK *Nani jahattttt sumpahhhhhhh!!!!!*

No comments:
Post a Comment