Thursday, January 12, 2017

Normal

Normal. Bukan berarti selalu berjalan dengan semestinya, bisa jadi dari sesuatu yang normal itu ada duri di dalamnya? Who knows? Bukankah normal tidak selalu normal? Bisa jadi ia bersikap senormal mungkin karena ada yang ingin disembunyikan yang semua orang gak perlu tahu apa dan bagaimana perasaannya.
someone : are u okay?
Normal : i think so
Rahasia akan tetap menjadi rahasia, untuk apa mengumbarnya di sosial media atau kepada semua orang tentang setiap gejala yang terjadi. Bersikaplah normal, toh jika memang ia akan meledak ia pun takkan memberikan tanda, tak seperti gunung yang akan meletus yang sebelumnya sudah memberikan tanda  pada orang di sekitar untuk segera menjauhinya dan pergi secepat mungkin agar tidak mati sia-sia hanya karena menantang alam. Yah begitulah!

Sumpah, gue yakin lo pasti bingung sama tulisan ini akan berujung kemana? Gue gak akan menulis tentang cinta-cintaan karena gue bukan pakar cinta, gue punya kapasitas tapi untuk hal itu? Lupakan!
Kali ini gue akan menulis tentang keyakinan si keras kepala yang akan meninggalkan tempatnya berpura-pura. Apa? Apa? Apa? berpura-pura? yep, berpura-pura untuk bersikap sebiasa mungkin! selama ini gue selalu merasa bahwa gue baik-baik aja dengan segala hal, padahal di setiap waktu gue akan mengirimkan sinyal bahwa gue tidak nyaman dengan setiap yang gue lakukan. Apakah kalian tidak sadar bahwa gue selalu malas untuk setiap kegiatan? dan bahkan gue menutup diri dari setiap kalian dengan tidak menyimpan nomor kalian di handphone gue dan bersikap bahwa itu adalah sikap yang wajar. entahlah! yang gue tahu, 1 tahun sudah cukup tuk menahan setiap emosi. 1 tahun sudah cukup untuk gue melanjutkan hidup lagi dengan bercita-cita lagi. keluar dari sana bukan berarti gue harus berhenti bermimpi, justru gue akan memulai melanjutkan kembali mimpi gue yang pernah terhenti.
Banyak pertimbangan yang hadir ketika gue akan pergi, tentang gue yang udah akrab dengan wajah-wajah mereka, gimana mereka yang kompak tapi kadang-kadang enggak, dan tentang bagaimana dengan keuangan gue kelak? apakah gue akan bisa membiayai kuliah gue? shit!!! gue yakin bisa!! gue cuma takut!! nani ingat, apa yang bisa lo lakuin kalo takut? GAK ADA!!!! jadi bersikap biasa, Tuhan sudah merencanakan ini dengan sangat baik, ingat nani tentang kekuatan alam bawah sadar yang diajari sensei? kalo iya, keputusan ini merupakan salah satu bentuk kekuatan itu, hal yang mungkin kemarin-kemarin lo lupa tapi sekarang lo ingat lagi ketika lo sudah ada di ujung sebuah keputusan.
masih ingat perjalanan bisa bekerja ditempat sekarang? apa yang lo bilang waktu akhirnya lo diterima disana? dan tiba-tiba gue senyum lagi, gue inget lagi, dan gue sadar bahwa Tuhan selalu bersama gue meskipun gue selalu lupa! Tuhan selalu sayang sama gue, selalu dengerin curhatan gue meskipun gue udah jarang mendengarkan kata-kataNya.

Mereka disana itu baik-baik banget, tapi gue belum bisa beradaptasi dengan mereka. Gue selalu merasa bahwa, ini bukan dunia gue!! ini bukan gue!! Ya, ini bukan dunia gue, terima kasih untuk kalian team yang selalu kompak, yang selama ini selalu gue lupakan dengan tidak pernah membalas setiap chat kalian hahahahahaha.

terus gimana nani?
saya pamit. terima kasih untuk kesempatannya.
keep contact ya?
*tiba-tiba berpkir, semoga ini basa-basi*

Monday, January 9, 2017

Fakir Pengakuan

apa yang akan lo lakukan ketika resah datang? mendengarkan musik yang bernuansa kesedihan, atau menuliskannya pada buku usang? gue yakin gak ada satu kisahpun yang akan lo simpan sendiri pada saat ini. bahkan terkadang diluar sana ada seseorang yang selalu berupaya untuk menghadirkan perhatian, mulai dengan mencari sensasi atau apapun yang sekedar untuk mendapat jempol dari setiap akun jejaring sosial, mau makan foto dulu, mau tidur foto lagi, berangkat kerja foto juga, dijalan (lagi-lagi) fotu, dimanapun. pokoknya segala sesuatu yang bisa lo bagikan bakal lo bagikan, gak peduli apakah itu akan mengundang hal positif or negatif yang penting eksis aja doeloe.
resah..resah..resah.. jika dulu diary akan menjadi tempat mengungkapkan hati, yang semuanya akan tertuang ketika 2 kata ini berlarian dari pena "dear diary" dan setiap keluh kesah semuanya tertuang indah dengan tanpa ada seorangpun yang tahu, karena itu semua rahasia. namun disaat ini, orang-orang ingin diperhatikan atau mungkin dikasihani, karena bagi gue sendiri pada saat ini yang dibutuhkan orang bukan hanya sekedar hidup dan makan, kebutuhan primer dan sekunder, pendidikan dan pekerjaan melainkan pengakuan! setiap orang menjadi fakir pengakuan! mencari jempol agar terlihat mampu memberi pengaruh atau terlihat ada yang memerhatikan! padahal dari hal-hal yang kita unggah ke jejaring sosial bisa aja itu mengundang tindak kejahatan, gak ada yang tahu kan? tapi kalo lo sering liat acara berita gue berani yakin lo pasti pernah mendengar hal seperti "seorang gadis di bunuh rekannya yang dikenal melalui jejaring sosial" miris, tapi ini nyata!
gue mau tanya? siapa yang punya facebook? instagram? twitter? path? blog? dan yang lain? pernah gak kalian melihat postingan seorang istri yang marah dengan suaminya, istri itu mengeluhkan semua perilaku kasar suaminya? dan anehnya, selang beberapa hari kemudian sang istri memposting status lagi bahwa ia sedang pergi dengan suaminya dan membangga-banggakan suaminya! shit! nggak, maksud gue gini lho, mbok ya kalau ada masalah sama suami yang itu sifatnya internal keluarga mbok yak gak usah di posting-posting toh, karena bakal ada komentar-komentar didalamnya yang berisi "sabar ya" "kok gitu sih suami lo" "ya allah, gue gak nyangka dia gitu, kasar banget sih tuh suami lo" dan pernah gak lo mikirin apa yang ada di pikiran orang-orang yang komentar pas dia posting lagi dengan caption yang beda lagi dan bernada bahagia. yup, teman lo akan berpikir "apaan sih nih orang"  karena gue merasakan hal itu!
gue sendiri gak munafik, gue aktif di sosial media! ya! facebook, twitter, instagram, bloger dan dari keempat itu mana yang seringkali gue buka, pasti facebook karena disana gue juga berteman dengan guru-guru dan teman smk, so kalaupun gue kangen sama mereka gue bisa sapa disana. twitter, dulu gue buat jejaring sosial ini untuk selangkah lebih dekat dengan idola gue yang semuanya reporter dan aktif di twitter, alhasil gue aktivasi dengan satu tujuan agar gue bisa tahu berita terbaru tentang mereka. kalo instagram, sumpah demi apapun ini gue buat berawal dari kekepoan gue sama idola gue Anisha Dasuki yang telah menonaktifkan akun twitternya, dari situlah gue buat akun instagram. lalu bagaimana dengan blog, lo tahu blog gue berisi curhatan absurd yang bahkan terkadang bercampur dengan kumpulan cerpen dan puisi, alasan gue buat ini cuma untuk mengembangkan hobi menulis gue. siapa tahu ada media yang tertarik dengan tulisan gue dan ingin membukukannya yang gue tahu itu semuanya hanya harapan seorang anak yang terobsesi untuk menjadi penulis, kasihan yah gue. gue jarang posting hal-hal bersifat pribadi didalamnya, terlebih memang orang-orang yang bergolongan darah seperti gue adalah orang yang mengutamakan azas privasi diatas segala kepentingan lain.
jejaring sosial gak semestinya digunakan hanya untuk membesarkan omongan, saling meninggikan diri dan sebagainya, jejaring sosial bisa digunakan untuk hal-hal yang positif misalanya untuk memberikan tips, mencari uang dengan ngeblog, ngevlog yang semuanya dapat menghasilkan uang besar lho kalo ditekuni. sementara itu kalaupun tak ingin berkecimpung didunia itu gak masalah, asal jangan posting hal-hal yang bisa membuat orang membangun persepsi dari apa yang kalian katakan.

lantas menurut lo, cara terbaik untuk bisa diperhatikan dengan tanpa menggunakan gadget gimana? yah buat prestasi!! setiap orang akan mengenali lo dengan prestasi yang lo punya. sekarang tinggal ditentukan apakah selama ini lo punya prestasi, please... selain menjadi fakir pengakuan tentunya!!

Thursday, December 29, 2016

Buka Bukumu, Baca dan Jangan Jadikan Itu Pajangan!!

Assalamualaikum teman, Alhamdulillah gue bisa kembali lagi setelah beberapa lama absen dari dunia persilatan ini, maklum sekarang daku sudah menyandang status manusia berdaya, maaf gue agak sombong, tapi itu merupakan cara terbaik pamer biar gak keliatan ria meskipun itu termasuk ria dan bahkan memang ria *jedotin kepala diaspal* 

oke, dalam satu minggu ini ada hal menarik yang gue lakukan dan ini dapat mengembalikan daya imajinasi gue terhadap apa-apa yang gue tangkap lewat sebuah tulisan super menghanyutkan. Yup, gue berhasil menyelesaikan membaca sebuah buku yang sudah sekian lama gue biarkan ia bersama tumpukkan buku lain yang bahkan masih terbungkus rapi oleh plastic, namun karena jadwal gue akhir-akhir ini yang Alhamdulillah gak begitu sibuk membuat gue akhirnya melirik buku berjudul “PEREMPUAN-PEREMPUAN TAK BERWAJAH” karangan penulis keren asal Italia, Francesca Marciano menjadi pilihan yang sangat tepat untuk menemani kejenuhan, dan dengan rasa gak percaya yang entah keluar dari mana, kini gue merasa sedih karena buku itu sudah selesai dibaca sampai ke halaman terakhir. 

Sumpaaaahhhhh, itu keren banget. Dan entah gimana ceritanya, gue merasa bahwa Francesca Marciano membuat gue jatuh cinta dengan dua tokoh utama dalam cerita tersebut, Imogen Glass (Jurnalis) dan Maria Galante (Fotografer), keduanya adalah perpaduan sifat yang menarik, antara Imo yang mudah bergaul dan Maria yang pemalu. Kadang kala gue merasa bahwa sifat yang ada dalam diri gue diwakili antara sosok Imo dan Maria, bagaimana terkadang gue bersikap terlalu memudahkan sesuatu seperti Imo yang gue sebut itu sebagai optimism super tinggi namun disisi lain gue juga merasa bahwa gue seperti Maria yang lebih senang diam dan melihat orang dengan mendengarkan dan memerhatikan tanpa harus, yah gitulah… sifat mereka membawa gue semakin hanyut dan ditambah dengan deskripsi sang penulis yang buat gue bener-bener merasa, oh God this is the best book I ever read so far!!

Pada awal cerita, Marciano menjelaskan dengan rinci sosok “Aku” yang tidak lain adalah Maria Galante, tentang kehidupannya dengan laki-laki bernama Carlo yang berakhir lantaran laki-laki tersebut ketahuan berselingkuh, hubungannya dengan agennya Pierre yang diam-diam ia taksir, dan bagaimana rutinitasnya setiap hari sebagai fotogrfer makanan. Agak sedikit membosankan memang, tapi dalam cerita ini benar-benar bisa buat kita merenung. Tentang persahabatannya dapet, perjuangannya juga iya dan terlebih bagaimana Marciano mengajak kita mengetahui seperti apa detail wilayah konflik. Ada hal bodoh yang perlu gue kasih tahu ke kalian wahai teman, dalam buku ini latar belakang tempatnya yaitu di Kabul yang notabenenya orang arab-arab gitu lah, tapi yang ada diimajinasi gue dan gak bisa lepas adalah, yang gue bayangin justru sosok wanita-wanita india *cukup nani!!!* mungkin sebagian orang akan kaget dengan imajinasi gue yang benar-benar melampaui batas, tapi setelah gue telaah lebih lanjut kenapa bisa yang keluar di bayangan gue orang-orang india ini karena… Pada waktu sekolah dulu, gue pernah baca buku tentang kehidupan wanita india yang dipaksa menikah di usia masih sangat muda, bahkan di bawah usia 17 tahun. buku itu merupakan kisah nyata dari sang penulis yang ia ceritakan secara rinci mulai dari kehidupannya yang berantakan, ayahnya yang kasar dan ia yang harus putus sekolah lantaran gak ada biaya. Yang semuanya berujung pada pernikahannya dengan laki-laki yang usianya diatas dirinya bahkan selisih usianya sangat jauh. Ketika dia berkeluargapun permasalahan gak otomatis berhenti, karena dia mendapatkan suami yang sangat kasar, tidak memperbolehkannya untuk bersosialisasi dengan tetangga dan parahnya beliau ini gak pernah dinafkahi.

Dan tadaaaaaaaaa, dalam buku “PEREMPUAN-PEREMPUAN TAK BERWAJAH” ini menceritakan perjalanan Imo dan Maria ke Kabul untuk mengangkat kisah mengenai angka bunuh diri terhadap wanita yang sangat tinggi di sana, yang penyebabnya yaitu wanita-wanita tersebut dipaksa menikah dengan laki-laki yang tidak mereka sukai dan bahkan usianya bisa 4 kali usia mereka, damn! Marciano mendeskripsikan ini dari berbagai macam sudut pandang yang akhirnya buat lo yang baca buku ini akan hanyut dengan setiap kata yang lo baca. Awalnya pasti, ya ampun ini cerita apaan sih? tapi, penulis yang baik akan membuat lo terus membaca meskipun itu terdengar konyol. Seenggaknya itu yang gue rasain, konyol disini bukan berarti ceritanya konyol melainkan sang pembaca itu konyol jika terus membacanya ditengah ketidak tahuannya tentang jalan cerita. Tapi itu akan terus dilakukan, jika sang penulis tahu bagaimana memperlakukan pembaca agar tetap hanyut.

Gimana? apa masih ada yang bilang kalau imajinasi gue melampaui batas? Enggak! Imajinasi gue bertumpu pada perempuan india lantaran gue merasa ada persamaan permasalahan yang diangkat dalam versi yang berbeda! Sebenernya, gue males buat riview buku ini soalnya ini terlalu berkesan buat gue, dan gue mau Cuma gue yang tahu tentang ceritanya *kebiasaan!!* tapi berhubung gue lagi berbaik hati asudahlah,

Selalu ada pelajaran yang bisa kita dapatkan dengan membaca, ya meskipun yang dibaca ini hanyalah sebuah Novel. Namun, novel apa yang kita baca menentukan bagaiamana kita. Entah sejak kapan gue merasa perbedaan dalam diri gue, seenggaknya gue merasa bahwa gue gak butuh novel yang jalan ceritanya, gitulah! Gue butuh novel yang didalamnya berisi tentang hal yang bisa membuka mata, meskipun itu fiksi.

Gue punya buku dengan judul “ALIEN ITU MEMILIHKU” ini novel yang diangkat dari kisah nyata tentang seorang perempuan bernama indah melati setiawan yang berjuang melawan penyakit kanker tulang yang dideritanya. Gue pernah pinjemi itu ke seorang teman, dan setelah sekian lama berselang gue menanyakan sama dia apa pendapatnya tentang buku itu? dan jawaban yang gue terima membuat gue syok berat sampe harus menarik nafas dalaaaaaaaaaaaaaaaaaammmm..
“gue gak suka bukunya, ngeri banget itu tentang kanker! Jadinya gue gak baca” dengan berbagai kekuatan gue yakinkan sama dia bahwa buku itu bagus dan dia harus baca, ada pemahaman tentang apa itu kanker tulang yang bakal dia tahu dan apa itu kemoterapi, tapi ah sudahlah! dia terlanjur menolak dan gak mau membacanya! Jadi, biarkan! Dia menjadi dirinya dengan pilihannya dan gue menjadi diri gue dengan pilihan gue.

Padahal teman, rugi lho kalau kita jarang baca! Karena buku akan membuka mata kita tentang hal-hal yang gak kita tau, buku akan mengajak kita mengelilingi dunia dari satu tempat dan bahkan akan menambah knowledge hanya dengan ketersediaan kita membaca lembar demi lembar sebuah halaman buku.

Kapan-kapan gue review secara mendetail yah untuk “PEREMPUAN-PEREMPUAN TAK BERWAJAH” sekaranag gue mau melakukan hal lain dulu..

Monday, November 21, 2016

Malam Dan Secangkir Kopi






Hasil gambar untuk coffee book flower

Apa kabar?
Sapamu malam itu

Ada waktu?
Aku punya cerita untukmu

Apakah akan hadir cerita-cerita berikutnya?
Bersama semerbak kopi dan pembatas
Bersama denting gelas
Bersama para tamu dan cerita malam minggu

Apakah akan ada hari berikutnya?
Bersama secangkir atau dua cangkir kopi
Menemani malam seolah tanpa henti
Menemani pemilik hati yang hendak pergi

Aku ingin menemanimu malam ini
Setidaknya hingga malam berganti pagi

Apakah akan ada kesempatan berikutnya?
Tuk jawab pertanyaan Tuan Kopi
Aku ingin kau tetap disini
Menyuguhkan cerita
Hingga malam berganti pagi

Ah sudahlah!

Thursday, November 3, 2016

katanya mau sharing



Hei….. hei…..hei….. lagi apa? Udah pada tidur belom jam segini? Udah ya? Yah padahal sekarang gue lagi mau sedikit berbagi nih. Ada yang suka denger lagu sebelum tidur gak? Kalo gue sih udah jadi rutinitas banget, bangun tidur harus denger music, mau mandi, mau pake baju, mau tidur, dan bahkan sampe mimpi juga harusnya sih ditemenin sama lagu-lagu. Dan masalah selera, sebenernya musik yang pas banget buat kuping gue ini adalah jrengggg…jrengggg….jrengggg… musiknya Payung Teduh, kenapa? Entahlah, pokoknya lagu-lagunya itu gue banget. Percaya atau gak, gue selalu merasa akrab sama lagu-lagu yang dibawain sama Payung Teduh apalagi dengan lagunya Untuk Perempuan Yang Sedang Di Pelukan, aduh gue ngerasa kayak diajak menari-nari sama lagunya. Mungkin gue terlalu lebay, tapi entahlah.. menurut gue, suka itu adalah suatu bentuk ungkapan yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata lain selain “gue suka” kalo ada yang nanya “suka kenapa?” jawabannya “enggak tau, suka aja”
Beruntungnya disekolah gue dulu ada beberapa yang tahu Payung Teduh dan rata-rata anak gunung tapi seenggaknya ada yang tahu meskipun yang lain banyak juga yang gak tahu. Dari situlah gue ngerasa, bahwa Payung Teduh itu Cuma gue yang tahu dan harus gue yang tahu siapa itu Payung Teduh, sama hal seperti dulu, gue maunya Cuma gue yang tahu siapa itu aristoteles, siapa itu plato, Socrates dan Cuma gue yang harus tau siapa itu Donny Dhirgantoro dan apa itu 5cm, parah kan gue… yah itulah gue!!Tapi untuk sekarang, gue izinkan lo untuk tahu siapa orang-orang yang menurut gue keren dan disini, diblog yang sepi pengunjungnya ini gue akan berbagi tentang betapa gue sangat mengagumi lagu-lagu yang bisa buat gue diem dan lantas tertidur pulas setelahnya.. dan mungkin lagu ini juga yang akan menemani kalian menuju kealam bawah sadar kalian, untuk itu gue akan memulainya dengan lagu Payung Teduh.
1.      Untuk Perempuan Yang Sedang Di Pelukan
Jujur, sekarang gue lagi dengerin lagunya, sumpah ini enak banget didengernya dan gue saranin buat lo semua yang gak tau apa itu Payung Teduh dan mau tau lagu yang super keren ini coba untuk denger dulu di youtube, nah nanti kalo emang suka silahkan di download. Sedikit berbagi liriknya :
Tak terasa gelappun jatuh
Diujung malam.. menuju pagi yang dingin
Hanya ada sedikit bintang malam ini
Mungkin karen kau sedang cantik-cantiknya
Lalu mataku merasa malu
Semakin dalam ia malu kali ini
Kadang juga ia takut
Takala harus berpapasan ditengah pelariannya
Dimalam hari, menuju pagi
Sedikit cemas banyak rindunya

2.      Kucari Kamu
Nah..nah..nah.. selain lagu yang diatas, ini juga recommended banget buat didengerin pas lo lagi butuh inspirasi untuk nulis atau mungkin lagi mau ditemani untuk bersedih-sedih ria. Biasanya gue dengerin lagu ini pas mau tidur, tujuannya satu, biar musiknya yang merasuk hati itu bisa dengan cepat membuat gue terlelap dan ngoroookkkk dan lo tau, ini berhasil!!

3.      Resah
Nah…nah…nah… ini juga bagus nih, pokoknya ini keren banget untuk didenger pas ujan dan keadannya lo lagi ada dijalan. Bagi gue, lagu ini juga cocok untuk kisah-kasih tanpa restu hahaha *sok ngerti lo ni*
Aku ingin berjalan bersamamu dalam hujan dan malam gelap
Tapi aku tak bisa melihat matamu
Aku ingin berdua denganmu
Diantara daun gugur
Aku ingin berdua denganmu
Tapi aku hanya melihat keresahanmu

Aku menunggu dengan sabar diatas sini melayang-layang
Tergoyang angin menantikan tubuh itu..

Beberapa waktu lalu gue sempet melakukan perjalanan sama gengan gue disekolah dulu, berhubung kita adalah anak kekinian, alhasil sepanjang perjalanan yang namanya music gak pernah berhenti dan hal yang paling lucu itu waktu gue lagi request lagu.
“am, payung teduh dong”
Karena temen gue juga suka payung teduh dia pun dengan senang hatinya mengganti ke lagu-lagunya payung teduh, tetiba orang yang sepanjang perjalanan kita berdayakan untuk bawa mobil angkat bicara
“eeetttttt, apaan sih, jangan lagu gituan dong yang diputer!! Bikin ngantuk tau gak?!!”
Untuk seketika semua diam. Tak ada yang bicara, namun pada akhirnya lagu itu juga yang tetap berkumandang ha..ha..ha..ha..

Sekarang gue akan bergeser pada lagu yang lain, bagi kalian yang besar di tahun 90an mungkin udah gak asing lagi sama lagu-lagunya westlife, sementara gue? Tau apa gue tentang westlife? Dan mungkin lo akan meragukan kalo gue akan membahas masalah itu, jujur, gue juga gak tahu banyak tentang boyband satu itu, daripada gue bicara dengan ketidak tahuan gue yang justru membodohkan mending kita skip aja bagian tentang bagaimana perjalanannya westlife. Lagian yang akan gue bagi bukan tentang westlifenya melainkan lagu yang gue suka *make it simple yo*
1.      I Cry, siapa yang suka denger lagu ini angkat tangan? Bagus gak lagunya? Menurut gue sih ini keren banget dan cocok untuk bergalau-galau ria sambil tiduran didalam kamar yang gelap. Tapi waktu pertama kali gue denger lagu ini gue sampe nangis lho, sumpaaaaaaaaaaahhhhh!! Entah jin ajaib mana yang bisa buat gue nangis pas denger lagu ini.
2.      Difference in me, nah lho kok bisa gue suka ini? Entahlah, lagunya enak buat didenger, bukan karena ada sesuatu yang berbeda dalam diri gue semenjak kehadiran seseorang yah hohoho.. okeh sudah..sudah..
3.      Fool again, aseeeekkk…aseeeekkkk.. yang ini sih *tiba-tiba ketawa jahat* okeh sudah..sudah..gue takut malah nyinyir nih. Lagunya bagus, sumpah deh! Kalo gue sih ada sedikit cerita tentang lagu ini, tapi gak etis kalo gue cerita hahahahaha *tuhkan*
4.      Beautiful in white, beuh, ini nih yang bikin siapa aja bisa langsung kepingin cepet-cepet nikah gitu, entah nikah sama siapa?
Lirik yang menurut gue keren itu pas :
My love is endless and with this ring I say to the world
You’re my every reason, you’re all that I believe in with all my heart
I mean every word.
5.      Nothing’s gonna change my love for you, oke terserah lo mau ketawa silahkan.. gue suka sama lagu ini karena gue suka, bukan berarti bahwa… gue tuh kadang sebel, denger lagu-lagu kayak gini dikiranya gue lagi suka sama oranglah, inilah itulah..
Contoh nih, gue posting foto a dengan caption a eh tetiba ada komentar “eee ciyeeeee nani” what the……… hahahahah. Ini Cuma lagu guys dan gue hanya memposisikan diri gue sebagai penikmat music, please jangan bully gue, cukuppppp!

Beralih ke Michael Learns To Rock, disini juga ada lagu yang gue suka banget judulnya 25 minutes, udah ada yang pernah denger? Nah khusus lagu ini gue sampe bikin cerpennya, soalnya ini keren *menurut gue yee* kalo yang lain gak suka jugak gak masalah :D
Ada lagi gak ni? Selera music gue kan gitu, maksudnya yah gitulah..
Gue suka sama lagu maliq and d’essential, linkin park, setelahnya campuran yang penting kuping gue bisa menikmati itu..
Nani apa lo suka lagu-lagu korea? Sejauh ini belom, dan lagu korea yang gue suka baru ost full house.
Eh, lo sadar gak ini jam berapa? Kayaknya, opening gue salah deh kalo gue nanya lagi apa dan udah tidur apa belom? Soalnya harusnya gue nanya udah bangun belom? soalnya jam-jam segini adalah waktunya banci pada balik kandang *kok gue tahu sih?* Alaaaaah sudahlah,. gue mau ngerjain tugas dulu yah *padahal mau browsing*

Saturday, October 22, 2016

For Someone Who......

Bagimana rutinitasmu hari ini?
Menyenangkan?
Aku harap seperti itu..
Hari ini aku terjebak nostalgia
mungkin ini efek karena lama tak bersua
Apa minggu ini kau ada waktu?
Jika iya, temui aku diantara barisan buku
Aku akan datang untuk menunggu
Jangan lupa bawa ceritamu, aku akan dengan sangat senang hati mendengarkannya,
seperti kau yang senantiasa melakukan itu untukku
Mungkin ini terdengar menjijikan, tapi tiada salahnya bersikap, setidaknya sampai kita menyadari bahwa ternyata kita ini berani untuk saling menampakan diri,
Berjalan berdua
Saling menggamit tangan
Sesekali tertawa
Beriringan
Tanpa saling bersebrangan
Dan melihat dari kejauhan
Bukankah ini wajar? Wanita dengan laki-laki?
Bukan wanita dengan wanita berjalan mesra
Atau laki-laki dengan laki-laki dengan suara manja
Iya, kita berdua. Bukankah ini wajar?
Setidaknya sampai aku menyadarinya

Hei, masih mau bertemu?
Jangan lupa dengan barisan buku

Saturday, October 15, 2016

coretan di minggu pagi

sejenak berpikir tuk lupakan semua
melupakan setiap rasa terluka
menginjak bumi dengan tertawa
shit! aku tak gila!!
ini adalah pilihanku
tak berpihak padamu
jelas!
karena aku tak mengenalmu
kau bukan bagianku
pergilah!
jangan pernah bawa-bawa aku dalam setiap langkahmu
aku tak pernah mengenalmu
walau kau akan berlutut dihadapanku
lupakanlah!
seperti yang telah terjadi
aku tak pernah menyesali
ini semua rahasia ilahi
hanya Ia yang tahu
dan kau, aku tak menyesal atas semua
ini tulisanku, mengertilah, bahwa aku tak akan pernah menatap kedalam matamu sekedar berkata "IYA"
wanita tegar akan berjalan bersama kemandiriannya untuk melupakan masa lalu tanpa menoleh kebelakang..
siapa yang akan mau menoleh lagi, jika karenanya ia harus terjelembab ke lubang dalam penuh duri.
ini tulisanku, untuk ia yang pernah menyakiti hati berpuluh tahun lamanya. terima kasih telah membentukku dari luka yang telah berakar dalam.
kau bukanlah bagianku
aku bukanlah bagianmu
lupakan semua yang terjadi
aku punya mimpi, untuk membuatmu "MALU"