Sunday, May 6, 2018

Hidup, yuk ngobrol!


dari google
kita punya banyak cara untuk menikmati hidup, dari mulai dengan cara yang biasa aja (seperti gue) atau dengan cara kalian yang luar biasa menarik.  bagi tiap-tiap dari kita hidup itu punya definisi yang nggak sama. definisi hidup versi gue pasti beda dengan definisi hidup versi orang-orang di luar. nggak ada yang salah dalam hal  ini, karena setiap orang punya pilihan atas hidupnya, setiap orang punya cara untuk menikmati hidup seperti yang mereka inginkan, tanpa terkecuali untuk menjadi seperti apa yang mereka mau. itu sebabnya, kita menjalani hidup sesuai dengan apa yang kita definisikan. definisi hidup gue, ya itu gue.
dengan segudang harapan tentang hidup, dengan sejuta keinginan untuk hidup, dan dengan sejuta rasa yang ingin di nikmati dalam hidup, kita hidup. kadang gue berpikir dengan tanpa alasan, bahwa hidup itu kadang ngebosenin, berjalan dengan begitu-begitu aja padahal di luar yang gue tahu, hidup menyajikan semua yang kita inginkan, semua yang kita butuhkan, dan semuanya kembali lagi pada apa yang kita pilih untuk hidup kita. kadang tanpa disadari pilihan yang di ambil itu salah, terus kita menyesalinya kemudian sambil berusaha untuk mengembalikannya atau memperbaikinya tanpa berusaha untuk, belajar. tapi, inilah hidup. inilah pilihan kita, kita memilih semua. memilih untuk menjalaninya seperti apa, seperti setiap pilihan yang kita ambil. karena, di setiap pilihan yang kita ambil ada cerita setelahnya, ada pengandaian setelanya, juga (mungkin) penyesalan. "kenapa dulu gue nggak gini yah? kalau gue gini mungkin sekarang gue udah jadi ini" gue pernah berpikir gitu, dan setelanya.... gue akhirnya sadar, kalau gue nggak ambil ini, mungkin gue nggak akan kenal dengan dia, gue nggak akan pernah tahu tentang ini, tentang itu. dan mungkin nggak ada gue yang sekarang. Kalau gue nggak ambil yang ini, gue mungkin bukan gue yang sekarang, mungkin gue juga nggak tahu apa itu blogg, gue nggak akan tahu bahwa di luar sana ada negara-negara hebat, bahwa diluar sana ada orang indonesia yang lebih memilih tinggal di negara lain selain negara sendiri, bahwa pekerjaan sebagai jurnalis itu sebenernya menarik tapi juga nggak gampang, kalau...kalau...kalau...kalau...seandainya...seandainya...seandainya... ya, inilah hidup.  jangan pernah sesali apapun keputusan yang pernah kita ambil, inilah kita. jangan pernah sesali keputusan untuk bercerai, keputusan untuk jadi single mother, single father, keputusan untuk kembali lagi ketempat kerja lama, keputusan untuk bekerja bukan sesuai passion, keputusan untuk sekolah disana, atau apapun itu. karena dari hal itu, kita punya cerita untuk di bagi. dan setelahnya, kita akan tahu kemana kita akan melangkah, langkah apa yang kita ambil setelahnya.
kita hidup bersama pilihan kita, meski ada beberapa hal yang nggak bisa kita pilih sendiri. seperti dikeluarga mana kita akan lahir, keluarga yang mampu atau tidak, dalam keadaan sempurna atau tidak, jadi laki-laki atau perempuan. yah, mungkin ada  beberapa hal yang kini bisa kita rubah, tapi apakah bisa kita merubah takdir yang telah Tuhan berikan ke kita, hanya karena sebuah keinginan untuk menjadi seperti yang kita mau. Mau kaya, itu sih gampang! selama kita berusaha, maka jalan untuk kesana pasti akan terbuka. tapi jika menginginkan yang lain? menginginkan untuk menghindariNya? merubah pemberianNya hanya karena "aduh, ini bukan gue, jiwa gue lebih ke sana" nah lho, terus??
Setiap orang punya pilihan, tapi untuk sesuatu yang sudah di takdirkan, untuk sesuatu yang sudah di ciptakan?
dari google
Tuhan punya rencana untuk hidup kita, jadi siapa kita, akan seperti apa kita dan seperti apa kita, semuanya sudah menjadi catatan indah Tuhan untuk kita. seperti yang selalu gue denger dari tiap-tiap orang bahwa, jodoh, hidup, mati, rezeki,itu sudah ditentukan oleh Tuhan. Tapi, itu bukan berarti kita tidak bisa menentukan bukan? buktinya, kita punya kriteria sendiri tentang calon pasangan, kayak, dia harus seiman, sayang keluarga, harus berpendidikan, punya pekerjaan yang bagus, harus lebih tinggi dari kita, nggak ngerokok, nggak bertato, sabar, sopan, santun, nggak kasar, harus suka baca, harus suka samaecil, mau untuk menikah, dan apapun itu kita punya kriteria untuk itu.  ada nggak yang dapet sesuai kriterinya? jawabannya, ada. tapi ada nggak yang ternyata nggak dapet? jawabannya juga, ada. terus, bisa nggak sih kita bilang bahwa ini "pilihan" atau ini "takdir?" entah, tapi walau bagaiamanapun, kita punya usaha untuk menciptakan apa yang kita inginkan. kita bisa untuk menentukannya terlebih dulu, mungkin ini yang sering kita dengar dengan "manusia hanya bisa berencana namun Tuhan lah yang menentukan" selama kita udah berusaha, itu nggak akan salah! mau mapan sebelum usia 30 tahun, punya rumah sendiri, punya kendaraan yang udah diidam-idamkan, tinggal di luar negri ikut suami, atau apapun itu, kita berhak untuk berusaha untuk menciptakannya, walau setelahnya kita serahkan semua sesuai kehendakNya.
Jangan pernah menyerah. pernah nggak sih denger kata itu? gue sendiri sering denger kata itu dari supervisor gue kalau gue lagi males untuk berjuang mendapatkan gaji besar di kantor. tanpa kita sadari kita sering denger kata-kata itu, entah disaat kita lagi putus asa dan kita pun berselancar untuk mencari motivasi, baik lewat video yang ada di youtub atau membaca kata-kata motivasi di website. tapi, sadar nggak sih kita apa itu arti menyerah yang sebenarnya? pernah nggak sih kita tahu makna sebenernya tentang itu? definisi yang gue tahu tentang menyerah itu yaitu ketika lo udah merasa nggak sanggup dengan apa yang lo upayakan, dan lo nyerah. itu definisi gue! tapi yang sesungguhnya, menyerah itu bukan tentang lo udah putus asa. menyerah itu bisa kok kita lakuin saat kita "tengah berjuang" kayak contoh gini, gue suka banget untuk nulis di blog karena gue mau suatu hari nanti tulisan gue bisa di baca banyak orang, itu sebabnya gue menulis terus untuk bisa mewujudkannya dan gue konsisten untuk memposting tulisan gue katakanlah 15 tulisan dalam satu bulan. tapi karena gue nggak mendapat respon yang baik dengan 15 tulisan itu akhirnya gue menemui titik jenuh, gue udah mulai jarang nulis di blog. yang seharusnya gue posting 15 tulisan dalam satu bulan, ini bahkan dalam hitungan bulan gue hanya memposting 2-4 tulisan, nah kalau gue sadar, disaat itulah gue sudah dapat dikatakan menyerah!!!! ibarat kata, kita memang masih berusaha tapi usaha yang kita lakukan udah nggak maksimal lagi. ibarat kata, mati segan hidup pun nggak mau. jadinya ya gitu, dari pada hilang sama sekali dari peradaban akhirnya masih tetap aktif di blog tapi jarang posting.
pada akhirnya, semua keputusan ada di kita. kita berhak untuk menjadi apa kita kedepan :)
dari google
*tarik nafas* entah kenapa gue menjadi se sok tahu ini tentang hidup. gue cuma merasa bahwa, ada banyak hal yang sudah gue lewatkan di belakang, bagaimana tentang hubungan gue dengan teman-teman gue, tentang bagaimana gue memilih untuk terlalu mengasingkan diri dari pergaulan, bagaiamana gue yang nggak terlalu suka untuk mengambil sesuatu yang berbeda. sampai akhirnya gue sadar bahwa, gue harus berubah. setidaknya dalam berhubungan dengan teman-teman gue. setidaknya dalam memaknai hidup. ada banyak hal yang berbeda, ada banyak perbedaan, beda dalam memandang, dalam memaknai, dalam menafsirkan, dan terlebih berbeda dalam berinteraksi. hari ini gue belajar bahwa, akan ada banyak hal yang akan kita lewatkan, akan ada banyak hal yang membuat kita merasa kehilangan. kayak waktu, mungkin sekarang kita mengabaikan waktu kita bareng teman-teman kita, tapi tanpa kita sadari suatu saat nanti kita akan kehilangan waktu itu. satu persatu dari kita akan mengambil sebuah keputusan, dan setelahnya yang tersisa hanya kenangan bahwa kita pernah bersama. karena, kembali lagi. tiap-tiap dari kita punya pilihan atas hidupnya, tiap-tiap dari kita punya jalan hidup sendiri. seperti kita yang nggak pernah tahu siapa yang akan kita temui kedepan, dan pada siapa kita akan berbagi kisah kelak.
dan, seperti itulah hidup. dia menyuguhkan cerita dari setiap pilihan yang kita ambil. mungkin sekali-kali kita bisa untuk tinggal, dan ambil kursi untuk sejenak mengobrol dengan hidup sambil bertanya, bagaiaman selanjutnya?

Monday, April 30, 2018

Alohaaaaaaaa, gue dateng lagiiiii!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


Rasanya sudah terlampau lama sejak terakhir kali gue memposting tulisan disini, sampai akhirnya gue menyadari betapa pentingnya mengabadikan kejadian-kejadian menarik dalam hidup, seabsurd apapun tulisan itu, seabsurd apapun pengalaman itu, seabsurd apapun gue menyampaikannya, atau seabsurd apapun lo bakal menerima setiap cerita yang gue persembahkan dengan percaya diri super menggunung namun dengan tulisan yang tentunya useless *pura-pura ketawa* yah begitulah akoh, dengan segala tingkah laku akoh yang kadang seajaib kelakuan para aktor politisi yang pandai akting #ehhhhh, ngomong-ngomong perlu di contohin nggak nih siapa yang pinter akting???????? *ketawa jahaaattttttt*

Ada banyak cerita yang terlewat gitu aja selama gue nggak menulis di blog, kayak bagaimana gue belum cerita tentang betapa malunya gue ketika memutuskan untuk kembali lagi ke tempat kerja yang dulu *nulis sambil nutup muka pake kuali*, bagaimana rasanya ketemu sama orang yang dulu pernah sempat gue kagumi *berarti sekarang udah nggak ya* tapi kalau sekarang malah “kok bisa ya dulu gue kagum sama dia?” *nanya dengan tampang bingung kayak orang habis kena gendam* *inget-inget kenapa duluu bisa kagum sama dia* *lupakan* , masuk kuliah lagi setelah 1 semester cuti *ini udah gue bahas kayaknya* dan banyak hal-hal absurd lain yang entah kalau diinget-inget lagi akan berapa halaman nih tulisan akan kelar, yang jelas ada banyak momen yang hilang gitu aja tanpa gue abadikan satupun itu dalam tulisan super absurd di blog ini. Dan sekarang, gue menyesali hal itu. Yah beginilah manusia, menyesalinya di belakang!! *geleng-geleng kepala* Habis gue nggak bisa ngebayangin betapa suksesnya gue jika gue keep writing and struggling, karena bukan nggak mungkin blog gue udah jadi trending topics dan gue udah bisa terima gaji bulanan dari AdSense sehingga gue bisa semakin, RAJIN NULISSSSSSSSSS!!!! Alah sudahlah, kalau di terusin nanti gue bakal menghayal jadi milyarder dari nulis di blog doang wkwkwkwkwkwkwk, ujung-ujungnya males kerja dwehhhhhhhhh. Tapi ini beneran lho *please, jangan tiru gue*

Di malam hari ini, hari dimana gue masih terjaga, yuppppppppppp karena biasanya jam segini gue udah melanglang buana di dunia mimpi yang absurd. Habis ya, gue bingung mau ngapain, pikiran gue sudah cukup terkuras di tempat kerja, jadi kadang pulang kerja gue langsung terpaku di depan handphone untuk beberapa saat sampe lupa makan, setelahnya ketiduran deh, besoknya harus bangun pagi lagi dan kerja lagi, begitu terusssssss.... itulah alasan kenapa gue nggak pernah nulis di blog sejak gue kembali kerja di tempat yang lama, coba deh cek postingan gue di tahun 2016 banyak nggak??? Nggak kan??? Hal itu karena pekerjaan yang gue lakoni sekarang ini cukup menguras seluruh pikiran gue hingga tidak menyisakan space untuk gue berpikir buat nulis, tidak meninggalkan tenaga untuk gue supaya bisa bertahan duduk di depan laptop meski itu Cuma 30 menit... Gaesssssssssssssssssss, gue rasa kalau gue nggak dapet pekerjaan baru yang sesuai passion sampe tua gue bakal kayak begini-begini aja, itu sebabnya gue ini lagi benar-benar mencari dimana passion gue sekarang? Apakah gue punya bakat di bidang tulis menulis supaya kayak mbak JK Rowling, atau gue punya bakat di dunia Fotografi, atau gue punya bakat di dunia Vlog, apapun itu yang nggak buat gue kayak gini-gini aja. You know gaessssss, akohhhhhhhhh nggak mau Cuma kerja gitu-gitu aja, nggak punya pengalaman yang mengesankan dalam hidup. honestly, bukannya gue nggak bersyukur dengan hal yang gue lakuin sekarang, hanya saja.... gue merasa bahwa diluar sana dunia itu begitu luas dan jika gue memilih untuk tinggal maka gue yang akan tertinggal, tapi kalau ngebahas masalah kebutuhan, gue juga butuh pekerjaan ini untuk bayar kuliah gue yang baru berjalan 4 semester ini. I know setiap manusia itu memiliki zona waktunya masing-masing, kayak bagaimana diluar sana ada anak seusia gue yang udah punya banyak uang dengan popularitas tinggi, ada yang sudah menyelesaikan kuliah strata 1 dan tengah melanjutkan s2 di luar negeri, apapun itu hal yang kadang sedikit banyak buat gue iri hahahahah, manusiawilah ya. Itu adalah zona waktu untuk mereka, gue kapaaaaaaannnnnnnnnn????? Dan setelahnya gue nanya, kapan gue bisa meninggalkan pekerjaan ini dan benar-benar meninggalkannya tanpa look back in anger *lho* entah kapan, tapi gue percaya itu akan terjadi.... cepat atau lambat *dengan nada dan muka mendramatisir* lagi-lagi ya gaes, bukannya nggak bersyukur.... tapi akohhhhh juga kepingin mengejar passion akohhhhhhh, nggak Cuma mengejar uang dan uang dan uang dan uang dan uang dan uang, yang itu nggak bisa buat gue bernafas lebih legaaaaaaaaaa...... kalau yang peranah ngerasain pasti taulah, buktinya aja diluar sana ada banyak yang meninggalkan pekerjaannya untuk meraih hal yang di cita-citakan, bahkan mereka punya gaji yang lebih besar dan jabatan yang lumayan. Tapi toh itu nggak buat mereka tetap tinggal, alasannya karena itu bukan passionnya. Jujur, pekerjaan ini juga bukan passion akoh, tapi lagi-lagi gue butuh duit untuk bayar kuliah dan alhasil ada satu yang gue korbankan, hobbi gue buat nulis hal-hal nggak jelas di blog. Alhasil, blog gue terabaikan.... padahal sekarang udah di approve lho sama adsense, hal yang seharusnya membuat gue lebih rajin lagi nulisnya supaya bisa dapet iklan wkwkwkwkwk. Kalau lo mau tahu, susah lo gaes di approve sama adsense, gue aja sampe kaget waktu dapet notif dari adsense kalau permohonan gue di approve, soale yah gituuuuuu.. lo kan tahu blog gue isinya apa, jadi bisa dikatakan gue termasuk beruntung wkwkwkwkwk.

Ngomong-ngomong tentang tulisan gue yang sudah mulai jarang, pernah ada seseorang yang care sama blog gue dan akhirnya nanya ke gue tentang gue yang udah jarang nulis, dia berkisah tiap kali dia mampir ke blog gue nggak pernah ada tambahan cerita absurd *karena nih orang paling nggak mau baca cerpen maupun puisi gue* yang gue tulis, postingan terakhir gue masih yang sama dan bla..bla..bla..bla... gue yang denger itu seketika Cuma bisa melamun, coba kalian bayangin gaes... sumpah deh kalau di ceritain itu bener-bener sedih, jujur ya..... gue aja sampe nggak punya waktu untuk sekedar buka laptop, bahkan gue aja sampe nggak ada waktu buat nonton film-film gue yang udah numpuk di Harddisk, bahkan gue udah nggak ada waktu untuk bisa memaknai novel dengan baik. Parah nggak????? Sekarang, bagaiamana gue bisa untuk nulis???? Tiap kali gue buka laptop aja nggak sampe 10 menit gue langsung tutup aja tuh laptop, bahkan tuh laptop tergeletak gitu aja di kamar gue tanpa gue sentuh-sentuh... kadang weekend aja saking capeknya gue Cuma tidur-tiduran dirumah kayak orang sakit.... jadi gimana gue bisa untuk nulis, bagaimana gue bisa untuk mereflesikan otak gue, bagaimana gue bisa terapi *karena bagi gue menulis itu bagian dari terapi untuk mengatasi masalah ketidak pedean gue* kalau tiap kali gue buka laptop aja otak gue langsung ngeblank, seketika panas, dan rasanya kepingin meledakkkkkkkkkkkkkk. Gue tahu ini keluhan, gue tahu kalau gue sekarang ini tengah mengeluh *Tarik nafas* gue melakukan ini untuk mengaku, bahwa gue bener-bener merasa kembali lagi ke masa 2016 dimana untuk menulis hal absurd tentang diri sendiri aja butuh perjuangan panjang. Dan sekarang, apa ini bukan perjuangan jugaaaakkkkkk???

Menulis adalah hobbi buat gue, meskipun gue sadar bahwa tulisan gue ini jelek banget. Tapi pernah nggak lo merasa bener-bener bahagia saat lo baca tulisan lo sendiri? Gue selalu begitu, apalagi tiap kali gue habis posting tulisan gue di blog, rasanya tuh ya...... sueneng buangettttttttt... yah, lo tau lah tulisan apa yang gue posting, tapi entah kenapa itu bener-bener buat gue bahagiaaaaaaaa... mungkin lebih bahagia ini ketimbang dapet duit dari pacar *emang lo pernah dapet duit dari pacar nani??? Pacaran aja nggak pernah* *ngomong sendiri* *bingung sendiri* *lupa diri* *gantung diri* saking bahagianya gue peranah hampir nyuruh mama gue buat syukuran gegara gue berhasil nulis cerpen, tapi mama gue nggak mau... soalnya kata dia hobbi gue itu musiman kayak timun suri *nah lho* jadinya nggak ada syukuran-syukuran deh.

Hidup ini berjalan, waktu berjalan, dan kita semua semakin berjalan kedepan untuk menginggalkan hari ini. Ada banyak hal yang begitu berarti buat kita datang dan pergi, kadang kita merasa happy kadang kita merasa nggak happy, kadang mudah untuk senyum ke orang waktu pagi, kadang sulit banget untuk bersuara sekedar bilang “pagi”. Hidup itu kayak gini, kadang sesuai sama yang kita harapkan kadang nggak sesuai, rasanya..... nggak tahu harus gimana deskripsiinnya, yang jelas hidup itu jadi nggak ada artinya kalau kita Cuma ngelakuin hal-hal yang kita nggak suka. Kadang kita berjuang untuk hal yang kita nggak suka, berjuang sangat keras hingga meninggalkan passion kita dibelakang. Tanpa sadar, hal yang dulu kita suka, yang dulu begitu mudah untuk kita lakukan menjadi sulit untuk dilakukan. Kalau kata peribahasa “nila setitik rusak susu setempayan” artinya sih, Cuma gara-gara hal kecil yang kita nggak suka hilang semunyaaaaaaaaaa. Intinya yah begitulah.

Gue nggak ngerti apa tujuan gue nulis ini, yang jelas sebenernya gue kepingin banget untuk mengeluarkan uneg uneg gue disini, tapi karena gue merasa nggak bisa melakukan apa-apa untuk bisa membuat tulisan ini hidup. Jadi gini ajalah.

Daaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!! Doakan supaya gue segera kembali dan nggak lama mengubur diri.....

Sunday, March 11, 2018

Berkubang Rindu

Pada puisimu
Pada lagumu
Pada tiap-tiap dirimu
yang mengingatkanku
Aku berkubang rindu

Pada setiap sentuhan
Pada setiap perhatian
Pada setiap pelukan
Pada tiap-tiap dirimu
yang selalu menenangkan
Aku berkubang rindu

Pada tiap-tiap dirimu
Aku berkubang rindu

Pada setiap saat bersamamu
Aku berkubang rindu

Padamu
Yang dengannya t'lah kau tinggalkan aku
Aku berkubang rindu

Aku..
Berkubang rindu..

Sunday, March 4, 2018

Abang, aku nggak kuattttt!!!



Tetiba jadi inget sama lagunya mbak Rumer yang Welcome Back waktu mau nulis ini, dan akhirnya gue memutuskan untuk menulis ini dengan di temani lagu-lagunya mbak Rumer wkwkwkwkwk...
Arrrrrggghhhhhhhhhhh!!! Akhirnyaaaaaaaa, setelah 6 bulan yang panjang dakupun kembali pulang ke rumah tempat dimana semua ke absurdan nggak jelas biasa dilakukan, selamat datang kembali Nani Arpan ke Mercu Buana... Ciyeeeeee, yang sabtu kemarin menjadi perdana... Astagaaa, sumpah deh, rasanya tuh kemarin campur aduk banget! Ada perasaan males buat ngampus lantaran udah kembali ke kebiasaan mager. Terus euporia tak terhingga yang entah dateng darimana sampe-sampe pas di gojek senyam-senyum sendiri gegara kangen sama jalanan ke kampus, sampe akhirnya gilaaaaaaa lagi pas ketemu temen-temen super absurd!! Ampun deh!!!
Gue cuma mau bilang, selamat datang semester 4!!! Selamat datang dosen-dosen super ketjeh yang bakal mengisi hari-hari kedepan dengan luar biasaaaaaaaaa!!! Dan ngomongin masalah dosen, di sabtu kemarin gue akhirnya ketemu dengan 3 dosen yang akan mengisi sabtu sore hingga malam gue di mercu, di mulai dengan dosen Newscasting and Announcing yang kayaknya akan super menyenangkan dengan pengalaman segudang di bidangnya, terus dilanjutkan kembali dengan dosen Integrated Marketing Communication yang sudah membuat peraturan super perihal kehadiran, juga.... Salah seorang dosen yang *tarik nafas* *jeda panjang* Keluar dari kotak *lho maksudnya?* *silahkeun di terjemahin ke inglish
Sebelum gue perpanjang pembahasan gue mengenai dosen ke tiga, alias dosen di matkul terakhir, alias dosen super emejing, alias dosen paling "apaan sih?" alias dosen paling... Paling-paling lah pokoknya!!! Izinkan gue untuk berkisah dulu tentang jam kuliah gue di semester ini... Jadi beberapa waktu lalu gue sempet berkisah tentang bagaimana menariknya ambil kuliah sore right? Nah, di semester ke 4 ini akhirnya gue mengambil kelas sore lagi, lo tahu gue mulai kelas jam berapa? Yup, di Jam 14.30 s/d 22.00 yang itu artinya, TANPA JEDA! NGGAK ADA ISTIRAHAT! Dan ini menyebalkan! Bayangin, kemarin... Di hari pertama masuk kuliah yang biasanya diisi dengan perkenalan dan pembahasan tentang rencana study 1 semester kedepan yang biasanya tidak banyak memakan waktu *oleh sebagian dosen* karena cuma membahas masalah tugas-tugas doang eh ini malah panjang, di pertemuan pertama gue di suguhkan dengan fakta pertama bahwa.... Salah satu dosen berkata : Kalian ini anak komunikasi, kalau selama 4 tahun belajar komunikasi tapi nggak memahami apa itu hakikat ilmu yang kalian ambil, better jangan ambil jurusan ini... Dosen ini berkisah tentang kompentensi kami selaku anak broadcast, bertanya apa latar belakang kami memilih broadcast sebagai jurusan, lantas bertanya apa yang sudah kita capai selama beberapa semester di jurusan broadcast, hal yang kalau boleh jujur buat gue merasa "gilaaaaaaaa, apa yang gue pelajari? apa yang gue dapet? apa? apa? apa? mengapa gue ambil jurusan ini? apa yang melandasi gue mau belajar ini? apa bisa gue jadi seperti apa yang gue inginkan? apa bisa? apa bisa? apa bisa? *dilanjutkan dengan ngubek-ngubek tempat sampah* *nangis kenceng di depan indomaret* *ngeringkuk di pojok kelas sambil nangis kejer* setelahnya dia berbicara mengenai passion, dan dari situlah gue ingin teriak ke dosen itu dengan "Justru saya ambil kuliah broadcasting karena saya ingin mempelajari ini bu, tapi karena saya nggak punya cukup uang untuk masuk kelas reguler jadilah saya bekerja apapun diluar pekerjaan yang saya cita-citakan sekedar bisa membiayai kuliah untuk meraih mimpi"  tapi nyatanya gue diem aja sampe tuh kelas selesai! Dan dosen di matkul pertama itu mengisi kelas sampai full, 2 jam 29 menit.
Nah setelah di pertemuan pertama di matkul pertama dengan dosen pertama, akhirnya ketemulah sama dosen kedua.  Dosen kedua ini kayaknya sih biasa-biasa aja, dalam arti yah biasa aja. Nggak ada yang aneh, nggak ada juga yang nggak aneh *lho?* soalnya dosennya masih muda. Gue taksir sih usianya di bawah 30 tahun dan hampir mendekati 30 tahun, yah di 28 atau 29 tahunan lah. Wajahnya flat banget. Nah, sedikit cerita nih tentang nih dosen, kemarin selepas kelasnya gue sempet bilang gini sama el dan sulis "tuh dosen mukanya flat banget ya" yang di tanggapi mereka berdua dengan bilang "biasa aja" sambil masuk ke dalam toilet. Setelah keluar dan memutuskan untuk nunggu Sulis yang lagi di dalam toilet, guepun sama El berdiam diri di depan cermin *anjir bahasanya cermin* sambil ngobrol ngalor ngidul.. Sampe akhirnya dari salah satu bilik keluarlah sesosok yang..... Buat gue speechless.... Gue yang lagi cuci muka berhenti... Dan tiba-tiba adegannya langsung slow motion.... Ternyata itu ibu dosen! Setelah senyum sebentar ke tuh dosen yang menyapa kita bertiga sambil keluar, kitapun diam. Setelah dirasa nih dosen sudah pergi dan nggak denger guepun langsung gerasak-gerusuk "tadi kita nggak ngomongin nih dosen kan?" yang di tanggapi 2 temen gue dengan wajah bingung. Ternyata, Nggak! wkwkwkwkwkwk.
Oke, sekarang kita akan membahas maskot di hari sabtu. Dosen super menakjubkan yang super buat gue mangap lebar, ketawa ngakak, bengong dongo, speechless dan terlebih, berpikir dodol. Gue baru pertama kali ketemu sama nih dosen, sementara sulis dan el udah pernah ambil matkul nih dosen sehingga dia udah faham kelakuan nih dosen kayak gimana. Awalnya gue masih positif thinking ke nih dosen sampai akhirnya gue menjatuhkan kepala gue ke kursi dengan begitu pasrah dalam hati berdoa, Ya Allah inikah dosen yang Kau kirimkan untukku di semester ini? Selebihnya guepun kejang-kejang, tergeletak di depan kelas dengan mulut mengeluarkan busah *silahkan di bayangin*
Dosen yang terakhir ini sudah berumur, gue taksir usianya sudah setengah abad alias 50an. Seperti kebanyakan dosen, gayanya nggak menggambarkan kelakuannya yang *tarik nafas* awkward. Hari sabtu kemarin dia tampil dengan batik coklat, rambut tersisir rapih kecuali belakangnya ada yang sedikit berdiri wkwkwkwk, tampilannya sedikit serem yang gue duga itu merupakan caranya untuk jaga image, dan sedikit genit atau sangat genit (sebenernya) dan setelahnya....
"menurut kalian apakah efektif kalau kelas kita di mulai di jam 19.30?"
"efektif aja pak" kata beberapa orang.
"Kalian yakin jam 19.30 sudah tiba di kelas?"
"Yakin pak!"
"Apa ada jaminan kalian sampai di kelas jam 19.30?"
Pertanyaan itu memakan waktu 30 menit untuk pembahasannya, dia bertanya tentang efektifkah kelas kalau kita memulainya di jam 19.30? Gue yang basicnya selalu ambil kelas sore merasa nggak ada masalah dengan jam kuliah yang dimulai jam segitu meskipun sebelumnya gue ada kelas yang bakal selesai di jam 19.29. Karena menurut gue perpindahan dari kelas sebelumnya ke kelas berikutnya juga nggak bakal memakan waktu lama, karena kita di mercu buana yang dari satu gedung ke gedung lain gak harus naik helikopter dulu. Tapi nih dosen mempermasalahkan waktu kita? Pertanyaan gue, apanya yang salah????? APANYAAAAAAAAAAAAAAAA?????? *mulai nggak sabar* dan tiba-tiba diapun memutuskan untuk :
"baik, kita memulai kelas di jam 20.00, dan bagaimana dengan selesai kelas? begini, berhubung ini kelas terakhir jadi saya beri kalian keleluasaan *jeda* kelas kita akan mundur 30 menit dan berakhir dimajukan 30 menit"
Amazing fucking speechless. Mangap dongo. Apa-apaan ini dosen? Bilang aja dari awal kalau kelas dimulai dari jam 20.00 s/d jam 21.30 dan gak usah muter-muter pake segala debat kusir yang harus di tengahin sama Mbak Najwa Shihab, amboiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii *tepok jidatttttttt*
Kekesalan. Kekagetan. Kengerian. Semuanya beradu satu. Tapi semua itu nggak jauh lebih menakjubkan jika di bandingkan dengan pembahasan kita mengenai nilai. Di moment ini adalah adegan paling kocak, kocak, kocak, sumpaaaah kocak!!! Gue ngakak, nggak percaya kalau ternyata nih dosen di set cukup sabar untuk di ketawain anak seisi kelas yang pernah diajar nih dosen, mahasiswa yang pada dasarnya udah tahu kelakuan asli nih dosen kayak gimana. Pada intinya, nih dosen mau kita untuk membeli buku hasil karyanya yang tersedia di toko-toko buku. Setelahnya, kalau lo nggak beli buku nih dosen secara otomatis lo akan kehilangan 40 point dan El pernah ngerasain hal ini, yang mengakibatkan dia harus ngulang mata kuliah Komunikasi Massa. Dan gak cuma itu, dia juga mau kita (mahasiswanya) untuk subscribe channel youtubenya dan kasih review mengenai setiap postingannya. Nah, untuk ini kalau lo nggak ngelakuin itu lo bakal kehilangan 30 point *fuck* dan kalau lo mau tahu, durasi video yang ada di youtube itu 40 menit. Gilaaaaaaaaaaaakkkkkk!!! habis quota akoh pak buat liat tayangan youtube bapak, Ya Allah tolonginnnnnnnnn!!!
Okeh, itu baru kedua.... Hal absurd lain yang harus kita lakuin adalah.... Dia mau kita untuk membuat video dia lagi ngajar dan yang ini.... gue sampe istigfarrrrrrrrrrr, Ya Allah, ini dosen bener-bener deh *nulis sambil ngelus dada* Dia mau kita punya kelompok untuk buat video dia lagi ngajar, terus harus diedit sedemikian rupa, harus pake credit title dan sebagainya... Untuk apa semua itu? Untuk di Upload di channel youtubenya jo!!! So, kesimpulannya adalah, dosen ini ingin membuat konten yang menarik yang berisi tentang dirinya tapi semua itu hasil kerja keras kita. Pak, kalau saran saya mah nggak perlu begitu-begituannnnnnn... Nggak baik, ria!!! Allah nggak suka sama orang yang suka pamer, udahlah ya.... Gak usah buat video-video kayak gitu? Ya...Ya...Ya.... Lagian belum tentu di approve sama Google AdSense jugak wkwkwkwkwkwk *jahaaatttttttttttttttt* mending saya, udah di approve sama Google AdSense, liat tuh di blog saya udah ada iklannya kan? bentar lagi youtube saya jugaaaakkkkkkk loh *pamer* dan satu lagi pak, saya mah gak pernah maksa-maksa temen saya buat baca blog saya. Malu saya mah pak....
Meangingless banget tulisan gue yang ini wkwkwkwkw. Guys, wish me luck dalam menghadapi dosen yang ke tiga ini. Doakan agar gue tidak khilaf untuk membuat dia bertekuk lutut di kaki gue..... Ngapain? Minta di follback wkwkwkwkwk. Siapa lo nani? Gue? Hello, lo nggak tahu gue? Astagaaaaaaaaaa! Lo tau mantan pangeran Harry nggak? Nah itu...... Gue nggak jawab lho wkwkwkwkwkwkwk.
Hari sabtu kemarin itu bener-bener berkesan buat gue, meskipun di matkul terakhir gue cuma banyak mikir dodol sambil ngetawain tuh dosen karena mahasiswa-mahasiswa yang pernah diajarin dia pada nyindir dengan begitu transparan dan ditimpali tuh dosen dengan pura-pura nggak ngerti wkwkwkwkwkwk. Selebihnya gue seneng balik lagi ke dunia gue, kembali lagi ketemu sama temen-temen yang luar biasa, udah nggak sabar dengan tugas-tugas kuliah yang bakal memenuhi 6 bulan kedepan. Nggak sabar juga untuk menjawab soal-soal di e-learning. Walau bagaimanapun kegilaan gue dalam menuliskan tentang dosen-dosen tadi tapi diluar itu  gue kagum juga sama sosok-sosok mereka, sama dosen-dosen luar biasa, baik yang udah senior maupun yang masih muda-muda kayak dosen gue di matkul kedua itu, Luar biasa!!!!
Oiya, sebenernya gue juga mau cerita sedikit. Kemarin tuh waktu selesai kelas terakhir, waktu gue sama El lagi nunggu ojek, tetiba mata gue menangkap sesosok orang yang.... Gilaaaaakkkk, keren banget!! Sosok yang dulu selalu jadi bahan pergunjingan mahasiswi, bapak dosen tamvan.... Waktu liat tuh dosen kemarin langsung.... "el...el...liat deh pak (Sebut nama), gilaaaaaakkk keren banget..." dan.... El pun melihat tuh dosen dengan ekspresi yang... Kayak di iklan-iklan...
El : Pak (sebut nama) sebenernya udah nikah belom ya?
Gue : Nggak tahu, kayaknya sih belom.
Mata kita terus mengikuti nih dosen yang tengah menyebrang jalan sampai hilang di kerumunan mahasiswa di minimarket.
El : Nani, tuh kayaknya ojek nani deh *sambil nunjuk*
Mata guepun beralih ke abang ojek.
                ~TAMAT~


sebelum pamit, look this pic!!!!
kampus rasa rumah nenek!!!