Sunday, July 15, 2018

Yuk Ikut seminar siapa tahu bisa bersinar :D



Percaya nggak kalau gue ini akan membahas masalah passion dalam postingan kali ini? Percaya? Maygat, terima kasih atas kepercayaan yang sengaja di paksakan itu, terima kasih untuk pura-pura percaya, nanti untuk amplopnya bisa langsung di ambil di belakang yah, lho..
Oke, sesuai dengan judul di atas, kenapa sih gue bahas masalah ini, sebenernya ini merupakan "dampak" karena kemarin gue ini habis menghadiri sebuah seminar yang diadakan oleh anak-anak Public Relations di kampus gue, dan dalam hal ini tema yang diangkat yaitu shining with your passion! to be honest, gue ini sebenernya bukanlah mahasiswa yang aktif untuk menghadiri seminar-seminar terlebih jika mengingat jadwal seminar itu biasanya panjang banget mulai jam 08.00-13.45.. Di samping itu, sebagai  anak kelas sore yang jam kuliahnya dari jam 14.30-22.00, gue merasa dengan menghadiri seminar yang di mulai dari pagi itu akan membuat gue membutuhkan banyak tenaga untuk bisa bertahan di mata kuliah tertentu, mata kuliah yang diisi oleh dosen yang memiliki kekuatan untuk bisa membuat mahasiswanya nyenyak di dalam kelas. so, bisakah kalian membantu gue untuk bisa membayangkan betapa melelahkannya Sabtu gue yang begitu berharga jikalau gue selalu menghadiri seminar agar membangun personal branding, bahwa dakulah mahasiswa karyawan TERaktif menghadiri seminar *sengaja di bakuin supaya lebih mendramatisir wkwkwkwk* padahal yang sebenernya terjadi adalahhhhhhhhhhhhhhhh, gue hadir di seminar itu buat ngerjain tugas Newscasting And Announcing *MOTIF SEBENARNYA* untuk melengkapi tugas mingguan dari dosen tercintahhhhhhh *honestly, truly, completly,  i love the lecture of NA class, because she's the gratest lectur in this semester* tapi dari motif sebenernya itu gue malah dapet banyak banget ilmu dari seminar yang diikuti kerna ketidak sengajaan ini. dan ini beneran.
Dan disinilah gue akhirnya, duduk di depan laptop tercintah untuk membagi apa yang gue dapet dari seminar kemarin.
Percaya nggak bahwa sebenernya selama ini kita hidup dengan passion kita, sampai akhirnya kita menyadari bahwa passion yang selama ini kita cari sebenernya udah ada di kita sejak luama banget. saking lamanya, banyak diantara kita yang pada akhirnya terjebak dulu di dalam kehidupan yang sebenernya bukan yang dia cintai. mungkin kalau di ibaratkan sama hubungan yah *biar ngasih contohnya nggak susah* *padahal nggak punya umpama lain wkwkwk* lo udah pacaran lama banget sama pacar lo, tapi di dalam hati masih bertanya-tanya tentang apakah bisa lo serius sama yang satu ini, apakah dia udah tepat buat lo, dan pada akhirnya lo menemui titik dimana lo akan jenuh... dan begitu-begitu aja, sampai akhirnya lo berani untuk mengambil sebuah keputusan untuk maju tapi nggak yakin, atau berhenti untuk mencemaskannya dengan kembali mencari seseorang yang buat lo "kok nyaman ya, kok gini ya, aduh gue jatuh cinta banget lah pokoknya" nggak peduli tuh pasangan lo idungnya pesek kayak gue, kurus, gendut, cantik, jelek, item, putih, ketombean, nggak bisa dandan, dsb, tapi karena lo udah klik sama dia, ya, lo maju tanpa ragu. Kalau dalam pekerjaan itu gini, kemarin itu kebetulan kita juga kedatangan sebuah MC *sebenernya sih anak kampus mercu jugak* yang bilang bahwa perjalanannya untuk menemui passion itu dimulai dari kejenuhan dia sama pekerjaan yang dia geluti selama 8 tahun *padahal pekerjaannya kalau menurut gue lumayan bergengsi* dia berkisah bahwa 8 tahun itu ia selalu di penuhi pertanyaan "nyamankah saya disini?" sampai akhirnya dia berjalan keluar dan menemukan bahwa itu bukanlah passionnya. Coba bayangin, apa lo mau kalau lo terkurung di dunia yang penuh dengan pertanyaan tentang apa yang lo butuh untuk bisa membuat lo kerja tanpa merasakan lelah, meski lo dapet gaji kecil, meski lo cuma bisa nyicil motor, meski ini, meski itu. I know, bahwa manusia itu butuh uang, bahkan gue bisa katakan sangat! tapi, sebanyak apapun uang yang lo dapatkan, kalau lo bekerja nggak sesuai dengan passion lo, lo nggak akan dapet apa-apa dari itu. Karena orang yang punya banyak tekanan dalam bekerja akan dengan mudah menghabiskan uangnya untuk merecharge otak atas setiap kepenatan yang dia rasa, tapi orang yang punya passion akan hal yang dia kerjakan, sebrengsek apapun pekerjaannya atau seberapapun kecil dengan gajinya, ia akan merasa, itu cukup. Gimana bisa lo merasa kekurangan saat hati lo penuh dengan cinta? bagaimana lo merasa kekurangan kalau yang lo kerjain adalah hal yang selalu buat lo bangga atasnya? bagaiamana lo akan merasa kurang kalau di hati lo di penuhi dengan rasa syukur karena lo bisa menikmati semua dengan hati yang lapang? So, bisa gue lihat, gak sedikit orang yang pada akhirnya mengikuti kata hatinya untuk melangkah dan mencari passionnya, meski ada juga yang diam di zona amannya dan cendrung memaksakan *its actually me*
Tapi apakah kita bisa bersinar dengan passion kita, jawabannya, ya bisa.... buktinya banyak kok orang yang berhasil jadi seseorang karena mengikuti  passionnya. Gimana caranya? caranya, lo tahu dulu dimana passion lo, jangan sampe lo nggak tahu apa yang menjadi passion lo. Kalau masih bingung dan selalu buat lo bertanya-tanya "passion gue apa?" coba lo pikir lagi, ada nggak sesuatu yang bisa buat lo seneng banget pas lo ngelakuin itu, yang buat lo cinta banget sama yang lo kerjain, jadi meskipun itu deadlinennya buat lo hampir mati kecekik tapi lo bener-bener menikmati itu... meski lo kerja dari pagi ketemu pagi lagi tapi lo nggak pernah complain dengan itu, kayak spongebob squarepants gituuuuuu, lo tahu kan dia... meski dia nggak di gaji sama si kepiting Tuan Crab, meski dia kerja tanpa di kasih libur, meski dia punya temen yang super nyebelin dan punya bos yang super pelit, tapi dia tetep mencintai pekerjaan itu, itu passion!!! dan seperti yang gue bilang di atas passion itu sebenernya ada di dalam diri kita, tapi kebanyakan dari kita nggak sadar bahwa selama ini kita punya sesuatu yang terpendam, sesuatu yang kalah dengan kebutuhan kita yang lain. Pertanyaan gue, mau sampai kapan lo tersesat di tempat yang buat kepala lo selalu berasa seperti di hantam GODAM?????
Kembali ke masalah seminar shining with passion kemarin, selain gue bisa dapet banyak banget pelajaran dari pembicara yang merupakan seorang penulis buku *kalau gue tulis namanya disini pasti lo kenaal deh* *tapi gue nggak mau tulis siapa namanya wkwkwkwk* dan salah satu dosen mercu yang juga jebolan salah satu ajang pencarian bakat jaman baheula, taulah ya siapa.... *menuju puncak gemilang di hati, eh, keceplosan wkwkwkwk* gue juga dapet pemahaman bahwa "kita itu harus berani untuk menunjukkan apa itu yang menjadi bakat kita" kayak kemarin, dimana selain ada seminar kita juga di suguhin dengan talent show, dan yang bener-bener buat gue terkesima itu dengan musikalisasi puisi, menurut gue ini keren banget, sumpahhhhhhh!!! meski gue nggak faham-faham banget sama yang namanya puisi, tapi gue sukaaaaaaaaaaaaaa... dan yang buat gue bener-bener kagum adalah, mereka bisa ya sepede itu untuk baca puisi di depan banyak orang.... pokoknya keren deh.... Mereka berani untuk menunjukkan bahwa, ini passion gue... Gue mencintai ini, dan gue mau melakukan ini, bahkan untuk ini gue akan berlatih sekeras mungkin....
Apa korelasinya nani, ya adalah... Gini, lo punya passion tapi lo nggak berani untuk menunjukkannya ke depan banyak orang, lo nggak berani untuk speak up bahwa lo gini...lo gini...lo gini... ya lo nggak akan jadi apa-apaa, kayak gue gini? emangnya mau kayak gue sekarang, punya mimpi jadi A tapi masih tersesat di suatu kehidupan yang terus buat gue bertanya-tanya "akan seperti apa gue kelak?" ya kalau gue nggak berani untuk nunjukin sama banyak orang kalau gue punya bakat ini, punya keahlian ini, punya kemampuan bahwa gue bisa melihat orang *yaiyalah, kalau nggak bisa berarti buta* bagaimana bisa kita mengalahkan banyak orang untuk bisa shining with my own passion!! bagaimana??? cemana???? karena gini gaes, passion itu penting banget supaya kita bisa menjalani sesuatu itu dengan lebih semangat, dengan lebih giattttttttttttt.... misal gini, lo punya passion untuk jadi seorang MC, diluar sana ada banyak banget MC, mulai dari yang kondang, yang biasa-biasa aja, yang cantik, yang cantik banget, yang pinter, yang pinter banget, yang keren sampe yang ngondek semuanya adaaaaaaaaa.... nah, gimana cara lo supaya lo bisa jadi yang bersinar diantara mereka dengan diri lo yang gak mungkin punya karakter yang sama dengan mereka? bagaimana??????? kita juga perlu personal branding!!! kalau lo cantiknya B, kecerdasan B, pamor juga B, apa yang mau di tunjukkin? so, ciptakan personal branding yang buat lo di kenal dengan banyak orang, tunjukkin kalau lo itu punya karakter yang beda dengan MC-MC pada umumnya. Misalnya, lo bisa nge MC sambil sulap atau apapun itu, atau lo adalah MC yang paling ramah, lo MC yang.... yah gitulah... personal branding....
*tarik nafas* guys, mungkin sekarang kita terkukung dengan keterbatasann dan mungkin kebutuhan, tapi please, jangan buat passion itu kalah dengan keterbatasan dan kebutuhan lo. gue mau, lo terus menggali potensi lo!! gue mau dengan keterbatasan dan kebutuhan itu lo bisa membuat passion lo terus menjadi prioritas hingga datang waktu dimana elo, gue, kita, bisa meninggalkan semua yang membebani kita dan menggantinya dengan sebuah kebanggaan. Gue percaya, bahwa kita bersinar dari sesuatu yang bener-bener kita suka banget........ yuk mulai, gue juga mau mulai nih... mau isi youtube gue dengan video-video karya gue, siapa tahu bisa jadi film maker beneran...... gue juga mau terus isi blog ini dengan pengalaman-pengalaman super absurd dan cerpen-cerpen yang luar biasaahhhhhhhhhhhhhh.... karena siapa tahu bisa di bukukan...... yuk mulai, kita mulai....
i hope u guys shining with ur passion!!!!!!

Saturday, July 7, 2018

Kode

google

lantunan music mengalun dengan lembut,
menghadirkan kilasan masa silam yang telah usang namun tetap menjadi kenang..
tentang angan bersua yang tak kunjung jua,
menyerupai janji tanpa bukti yang hanya membuat sakit hati..
nyeri…

ini gejolak yang tak bisa di redam saat malam,
hadir dan terus menikam
menghujam tanpa bisa di redam..
sulit,
yah, sulit sekali tuk dijelaskan..

katanya ini yang disebut rindu
perpaduan dari masa lalu yang hadir untuk mengingatkan akan sesuatu..

kamu..

jika tiap-tiap waktunya memang hanya itu?
apa kata yang pantas untuk melukiskannya?

yuk bertemu,
ada banyak judul buku baru
dan ajari aku mendeskripsikan, jika ini memang bukan rindu :)

Sunday, June 3, 2018

no matter what u said, but i love it~~~~

Holllaaaaaaaaaaaaaaaaaa, gue dateng lagiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii.... ada yang kangen nggak sama gue setelah sekian lama hilang dari peradaban blog????????? gue rasa sih enggak yahhhhh *ketawa ngakak* abis nggak penting juga sih baca-baca blog gue, jadi meski gue udah lama nggak dateng rasanya tetep sama aja yaaaaa wkwkwkwkwk.
 
tahu nggak, beberapa waktu yang lalu yah gue berhasil untuk mempertahankan mata gue di depan laptop dan menyelesaikan sebuah film yang bener-bener luar biasa dan bener-bener buat gue terkesan dengan semuanya *ini seriusan* selain gue suka sama akting para pemainnya, gue juga suka sama jalan ceritanya, dan gue juga suka banget sama kisah yang diangkat di dalamnya, pokoknya semua hal dalam film itu buat gue sukaaaaaaaaaaaa.....
oke, apa ada yang pernah nonton film berjudul You're Not You, film yang dibintangi sama Hilary Swank, Josh Duhamel, and Emmy Rossum? film ini sebenernya di realese di tahun 2014  tapi karena di tahun tersebut gue masih nggak terlalu suka nonton film, dan terlebih nggak ada akses, akhirnya gue baru nonton 4 tahun kemudian tepatnya baru-baru ini. awalnya gue tahu film ini dari kekepoan gue tentang mas tamvan, Josh Duhamel, yang buat gue gagal move on lantaran filmnya yang Life As We Know It *padahal gue nonton itu udah lama banget* dimana dalam film Life As We Know It dia beradu akting sama mbak Katherine Heigl. setelah perjalanan panjang mencari tahu tentang Josh Duhamel guepun berselancar ke film-film yang  pernah di bintangi sama dia dan gue menemukan sebuah film dengan judul yang buat gue langsung "oke, ini film pasti keren" dan setelahnya guepun membiarkan tuh film menumpuk dengan film yang lainnya hingga gue punya waktu untuk menonton nih film.



kesan pertama gue tentang nih film adalah, film ini buat gue mellow di ending. film ini buat gue kepingin buru-buru nulis di blog, film ini bener-bener lah pokoknya.... dimana lo bisa ngerasin persahabatan antara Kate (Hilary Swank) dan Bec (Emmy Rossum) terus bagaimana perasaan cinta dari Evan (Josh Duhamel) ke Kate yang bener-bener bisa buat gue sampe... *speechless* penasaran nggak???????? coba tonton!!!
awalnya gue fikir ini akan menjadi film yang romantis, karena gue belum baca sinopsisnya, belum nonton trailernya, dan gue hanya menilainya dari judulnya yang keren. tapi setelah gue tonton ternyata gue baru tahu kalau ini drama, dan ini drama yang pada akhirnya bisa buat gue mikir. mikir tentang apa? berpikir bahwa, nggak semua orang bisa menemani kita dalam setiap keadaan. teman yang dekat sama kita aja bisa pergi saat kita berada di dalam posisi yang tidak menguntungkan, dan ini yang menurut gue menimpa Kate, karena dua temen baiknya malah seolah "menghindar" pas dia sakit, semuanya serba palsu, semua orang berpura-pura. thats why in the dialogue kate said "dont do that, pretending" so guys, dont be pretending.

oke, kita akan mulai membicarakan film ini lebih jauh. jadi film ini bercerita tentang Kate (Hilary Swank) seorang pianis yang harus merelakan kehidupan awalnya yang sempurna (sebagai seorang istri juga sahabat) terenggut karena sebuah penyakit yang di deritanya, ALS. padahal, di awalnya film ini menunjukkan tentang hari-hari sempurna yang diajalani dengan kehidupannya yang juga menarik, dengan suami yang tamvan, sahabat-sahabat yang menyenangkan dan pokoknya itu gambaran paling sempurna banget deh, sampai akhirnya ALS merenggut semuanya. tapi meskipun begitu, ia masih tetap memiliki suami yang sabar sama dia, suami yang mengurus setiap keperluannya kayak memandikan Kate sebelum berangkat ke kantor, memakaikan pakaian, bahkan membantu Kate dalam merias dirinya. pokoknya di awal lo udah di tunjukkan dengan sebuah adegan yang bener-bener buat lo senyum dan setelahnya kepingin buru-buru nikah *lho* *tetiba ketawa ngakak* maksud senyum disini itu bukan karena adegan mandi bareng di awal lho ya *ketawa ngakak* melainkan karena betapa beruntungnya Kate bisa dapet suami yang bisa mendampinginya dalam setiap keadaan, that's the point! mendampingi dalam setiap keadaan!!!!



Kehidupan pasti berubah, seperti itulah yang terjadi sama Kate. setelah dia memecat perawat yang memperlakukannya seperti pasien akhirnya ia mencari perawat baru dari situs kampus, sampai akhirnya dia ketemu sama Bec, seorang mahasiswi urakan yang melamar kerja untuk menjadi perawat Kate, hal yang pada akhirnya malah membuat Bec menjadi sahabat yang baik buat Kate. dan dari pertemuan inilah yang buat scen by scene bener-bener keren, setiap kekonyolan yang dibuat Bec yang urakan, gimana ya????? pokoknya lo harus nonton deh, soalnya gue nggak pernah bisa  menjelaskan apa yang terjadi secara berurutan. gue nggak bisa jelasin betapa menariknya setiap dialogue yang bisa buat gue ketawa sampe sedih. bahkan gue nggak bisa jelasin hal-hal yang mengesankan, entah kenapa otak gue selalu nggak sejalan dengan tangan, alhasil gue nggak bisa menuliskannya. intinya gue nggak bisa menjabarkannya.



tapi bagian yang bener-bener bagus menurut gue waktu Kate itu nunggu suaminya pulang, pas dia tahu kalau ada kemungkinan kalau suaminya itu selingkuh dari dia. dia bangun dari tempat tidurnya karena dia merasa nggak bisa tidur. setelah berusaha bangun sendiri dia jalan keluar pakai alat bantu jalan gitu, dia jalan keluar kamarnya menuju tangga.... sumpah itu adalah bagian yang menegangkan, karena dalam pikiran gue pasti dia bakalan jatuh, terlebih pas liat roda dari alat bantu jalannya udah di depan anak tangga, honestly disitu gue beneran dibuat takut *ketuan banget kan aslinya gue* *nutup muka biar gak malu* takut dia jatuh, soalnya kalau sampe dia jatoh gimana???? dia lagi sendirian di rumah!!!!!!!! but, shes sent blank text to Bec, dan Bec yang pada saat nerima pesan kosong itu lagi nongkrong sama temennya di bar langsung buru-buru ke rumah Kate buat mastiin kalau nggak ada apa-apa sama Kate. dan pas Bec sampe rumahnya, dia nemuin Kate tergeletak di deket tangga dengan badan yang berkeringat, setelahnya adegannya bener-bener menyayat, terlebih kalau lo bisa kebawa masuk perasaan Kate yang nggak mau terlihat lemah di depan suaminya dan bagaimana lo juga bisa merasakan perasaan iba Bec ke Kate.

*udah nggak mampu untuk jelasin lagi*
 
apa ya? gue nggak tahu harus bilang apa, tapi gue bener-bener suka sama film ini. film ini nggak hanya sekedar film, banyak banget pembelajaran yang menurut gue bisa di ambil dari film ini. gue suka cara Bec dalam mengatasi Kate, gue suka sama peran Evan yang begitu menyesali perbuatannya, dan bagaimana dia yang benar-benar mengasihi Kate dengan sepenuh hati. pokoknya 30 menit menjelang akhir film lo bakal menemukan hal-hal yang menarik, kata-kata yang menarik, semua yang bener-bener keren dari film ini.
You're not you.
*breath in* gue saranin lo buat liat trailernya dulu deh, tapi jujur ya, gue aja liat trailernya pas udah selesai nonton nih film, dan ternyata setelah gue liat trailernya gue malah semakin jatuh cinta sama film ini. coba aja kalau nggak percaya.. nih gue kasih.......
 

Sunday, May 6, 2018

Hidup, yuk ngobrol!


dari google
kita punya banyak cara untuk menikmati hidup, dari mulai dengan cara yang biasa aja (seperti gue) atau dengan cara kalian yang luar biasa menarik.  bagi tiap-tiap dari kita hidup itu punya definisi yang nggak sama. definisi hidup versi gue pasti beda dengan definisi hidup versi orang-orang di luar. nggak ada yang salah dalam hal  ini, karena setiap orang punya pilihan atas hidupnya, setiap orang punya cara untuk menikmati hidup seperti yang mereka inginkan, tanpa terkecuali untuk menjadi seperti apa yang mereka mau. itu sebabnya, kita menjalani hidup sesuai dengan apa yang kita definisikan. definisi hidup gue, ya itu gue.
dengan segudang harapan tentang hidup, dengan sejuta keinginan untuk hidup, dan dengan sejuta rasa yang ingin di nikmati dalam hidup, kita hidup. kadang gue berpikir dengan tanpa alasan, bahwa hidup itu kadang ngebosenin, berjalan dengan begitu-begitu aja padahal di luar yang gue tahu, hidup menyajikan semua yang kita inginkan, semua yang kita butuhkan, dan semuanya kembali lagi pada apa yang kita pilih untuk hidup kita. kadang tanpa disadari pilihan yang di ambil itu salah, terus kita menyesalinya kemudian sambil berusaha untuk mengembalikannya atau memperbaikinya tanpa berusaha untuk, belajar. tapi, inilah hidup. inilah pilihan kita, kita memilih semua. memilih untuk menjalaninya seperti apa, seperti setiap pilihan yang kita ambil. karena, di setiap pilihan yang kita ambil ada cerita setelahnya, ada pengandaian setelanya, juga (mungkin) penyesalan. "kenapa dulu gue nggak gini yah? kalau gue gini mungkin sekarang gue udah jadi ini" gue pernah berpikir gitu, dan setelanya.... gue akhirnya sadar, kalau gue nggak ambil ini, mungkin gue nggak akan kenal dengan dia, gue nggak akan pernah tahu tentang ini, tentang itu. dan mungkin nggak ada gue yang sekarang. Kalau gue nggak ambil yang ini, gue mungkin bukan gue yang sekarang, mungkin gue juga nggak tahu apa itu blogg, gue nggak akan tahu bahwa di luar sana ada negara-negara hebat, bahwa diluar sana ada orang indonesia yang lebih memilih tinggal di negara lain selain negara sendiri, bahwa pekerjaan sebagai jurnalis itu sebenernya menarik tapi juga nggak gampang, kalau...kalau...kalau...kalau...seandainya...seandainya...seandainya... ya, inilah hidup.  jangan pernah sesali apapun keputusan yang pernah kita ambil, inilah kita. jangan pernah sesali keputusan untuk bercerai, keputusan untuk jadi single mother, single father, keputusan untuk kembali lagi ketempat kerja lama, keputusan untuk bekerja bukan sesuai passion, keputusan untuk sekolah disana, atau apapun itu. karena dari hal itu, kita punya cerita untuk di bagi. dan setelahnya, kita akan tahu kemana kita akan melangkah, langkah apa yang kita ambil setelahnya.
kita hidup bersama pilihan kita, meski ada beberapa hal yang nggak bisa kita pilih sendiri. seperti dikeluarga mana kita akan lahir, keluarga yang mampu atau tidak, dalam keadaan sempurna atau tidak, jadi laki-laki atau perempuan. yah, mungkin ada  beberapa hal yang kini bisa kita rubah, tapi apakah bisa kita merubah takdir yang telah Tuhan berikan ke kita, hanya karena sebuah keinginan untuk menjadi seperti yang kita mau. Mau kaya, itu sih gampang! selama kita berusaha, maka jalan untuk kesana pasti akan terbuka. tapi jika menginginkan yang lain? menginginkan untuk menghindariNya? merubah pemberianNya hanya karena "aduh, ini bukan gue, jiwa gue lebih ke sana" nah lho, terus??
Setiap orang punya pilihan, tapi untuk sesuatu yang sudah di takdirkan, untuk sesuatu yang sudah di ciptakan?
dari google
Tuhan punya rencana untuk hidup kita, jadi siapa kita, akan seperti apa kita dan seperti apa kita, semuanya sudah menjadi catatan indah Tuhan untuk kita. seperti yang selalu gue denger dari tiap-tiap orang bahwa, jodoh, hidup, mati, rezeki,itu sudah ditentukan oleh Tuhan. Tapi, itu bukan berarti kita tidak bisa menentukan bukan? buktinya, kita punya kriteria sendiri tentang calon pasangan, kayak, dia harus seiman, sayang keluarga, harus berpendidikan, punya pekerjaan yang bagus, harus lebih tinggi dari kita, nggak ngerokok, nggak bertato, sabar, sopan, santun, nggak kasar, harus suka baca, harus suka samaecil, mau untuk menikah, dan apapun itu kita punya kriteria untuk itu.  ada nggak yang dapet sesuai kriterinya? jawabannya, ada. tapi ada nggak yang ternyata nggak dapet? jawabannya juga, ada. terus, bisa nggak sih kita bilang bahwa ini "pilihan" atau ini "takdir?" entah, tapi walau bagaiamanapun, kita punya usaha untuk menciptakan apa yang kita inginkan. kita bisa untuk menentukannya terlebih dulu, mungkin ini yang sering kita dengar dengan "manusia hanya bisa berencana namun Tuhan lah yang menentukan" selama kita udah berusaha, itu nggak akan salah! mau mapan sebelum usia 30 tahun, punya rumah sendiri, punya kendaraan yang udah diidam-idamkan, tinggal di luar negri ikut suami, atau apapun itu, kita berhak untuk berusaha untuk menciptakannya, walau setelahnya kita serahkan semua sesuai kehendakNya.
Jangan pernah menyerah. pernah nggak sih denger kata itu? gue sendiri sering denger kata itu dari supervisor gue kalau gue lagi males untuk berjuang mendapatkan gaji besar di kantor. tanpa kita sadari kita sering denger kata-kata itu, entah disaat kita lagi putus asa dan kita pun berselancar untuk mencari motivasi, baik lewat video yang ada di youtub atau membaca kata-kata motivasi di website. tapi, sadar nggak sih kita apa itu arti menyerah yang sebenarnya? pernah nggak sih kita tahu makna sebenernya tentang itu? definisi yang gue tahu tentang menyerah itu yaitu ketika lo udah merasa nggak sanggup dengan apa yang lo upayakan, dan lo nyerah. itu definisi gue! tapi yang sesungguhnya, menyerah itu bukan tentang lo udah putus asa. menyerah itu bisa kok kita lakuin saat kita "tengah berjuang" kayak contoh gini, gue suka banget untuk nulis di blog karena gue mau suatu hari nanti tulisan gue bisa di baca banyak orang, itu sebabnya gue menulis terus untuk bisa mewujudkannya dan gue konsisten untuk memposting tulisan gue katakanlah 15 tulisan dalam satu bulan. tapi karena gue nggak mendapat respon yang baik dengan 15 tulisan itu akhirnya gue menemui titik jenuh, gue udah mulai jarang nulis di blog. yang seharusnya gue posting 15 tulisan dalam satu bulan, ini bahkan dalam hitungan bulan gue hanya memposting 2-4 tulisan, nah kalau gue sadar, disaat itulah gue sudah dapat dikatakan menyerah!!!! ibarat kata, kita memang masih berusaha tapi usaha yang kita lakukan udah nggak maksimal lagi. ibarat kata, mati segan hidup pun nggak mau. jadinya ya gitu, dari pada hilang sama sekali dari peradaban akhirnya masih tetap aktif di blog tapi jarang posting.
pada akhirnya, semua keputusan ada di kita. kita berhak untuk menjadi apa kita kedepan :)
dari google
*tarik nafas* entah kenapa gue menjadi se sok tahu ini tentang hidup. gue cuma merasa bahwa, ada banyak hal yang sudah gue lewatkan di belakang, bagaimana tentang hubungan gue dengan teman-teman gue, tentang bagaimana gue memilih untuk terlalu mengasingkan diri dari pergaulan, bagaiamana gue yang nggak terlalu suka untuk mengambil sesuatu yang berbeda. sampai akhirnya gue sadar bahwa, gue harus berubah. setidaknya dalam berhubungan dengan teman-teman gue. setidaknya dalam memaknai hidup. ada banyak hal yang berbeda, ada banyak perbedaan, beda dalam memandang, dalam memaknai, dalam menafsirkan, dan terlebih berbeda dalam berinteraksi. hari ini gue belajar bahwa, akan ada banyak hal yang akan kita lewatkan, akan ada banyak hal yang membuat kita merasa kehilangan. kayak waktu, mungkin sekarang kita mengabaikan waktu kita bareng teman-teman kita, tapi tanpa kita sadari suatu saat nanti kita akan kehilangan waktu itu. satu persatu dari kita akan mengambil sebuah keputusan, dan setelahnya yang tersisa hanya kenangan bahwa kita pernah bersama. karena, kembali lagi. tiap-tiap dari kita punya pilihan atas hidupnya, tiap-tiap dari kita punya jalan hidup sendiri. seperti kita yang nggak pernah tahu siapa yang akan kita temui kedepan, dan pada siapa kita akan berbagi kisah kelak.
dan, seperti itulah hidup. dia menyuguhkan cerita dari setiap pilihan yang kita ambil. mungkin sekali-kali kita bisa untuk tinggal, dan ambil kursi untuk sejenak mengobrol dengan hidup sambil bertanya, bagaiaman selanjutnya?

Monday, April 30, 2018

Alohaaaaaaaa, gue dateng lagiiiii!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


Rasanya sudah terlampau lama sejak terakhir kali gue memposting tulisan disini, sampai akhirnya gue menyadari betapa pentingnya mengabadikan kejadian-kejadian menarik dalam hidup, seabsurd apapun tulisan itu, seabsurd apapun pengalaman itu, seabsurd apapun gue menyampaikannya, atau seabsurd apapun lo bakal menerima setiap cerita yang gue persembahkan dengan percaya diri super menggunung namun dengan tulisan yang tentunya useless *pura-pura ketawa* yah begitulah akoh, dengan segala tingkah laku akoh yang kadang seajaib kelakuan para aktor politisi yang pandai akting #ehhhhh, ngomong-ngomong perlu di contohin nggak nih siapa yang pinter akting???????? *ketawa jahaaattttttt*

Ada banyak cerita yang terlewat gitu aja selama gue nggak menulis di blog, kayak bagaimana gue belum cerita tentang betapa malunya gue ketika memutuskan untuk kembali lagi ke tempat kerja yang dulu *nulis sambil nutup muka pake kuali*, bagaimana rasanya ketemu sama orang yang dulu pernah sempat gue kagumi *berarti sekarang udah nggak ya* tapi kalau sekarang malah “kok bisa ya dulu gue kagum sama dia?” *nanya dengan tampang bingung kayak orang habis kena gendam* *inget-inget kenapa duluu bisa kagum sama dia* *lupakan* , masuk kuliah lagi setelah 1 semester cuti *ini udah gue bahas kayaknya* dan banyak hal-hal absurd lain yang entah kalau diinget-inget lagi akan berapa halaman nih tulisan akan kelar, yang jelas ada banyak momen yang hilang gitu aja tanpa gue abadikan satupun itu dalam tulisan super absurd di blog ini. Dan sekarang, gue menyesali hal itu. Yah beginilah manusia, menyesalinya di belakang!! *geleng-geleng kepala* Habis gue nggak bisa ngebayangin betapa suksesnya gue jika gue keep writing and struggling, karena bukan nggak mungkin blog gue udah jadi trending topics dan gue udah bisa terima gaji bulanan dari AdSense sehingga gue bisa semakin, RAJIN NULISSSSSSSSSS!!!! Alah sudahlah, kalau di terusin nanti gue bakal menghayal jadi milyarder dari nulis di blog doang wkwkwkwkwkwkwk, ujung-ujungnya males kerja dwehhhhhhhhh. Tapi ini beneran lho *please, jangan tiru gue*

Di malam hari ini, hari dimana gue masih terjaga, yuppppppppppp karena biasanya jam segini gue udah melanglang buana di dunia mimpi yang absurd. Habis ya, gue bingung mau ngapain, pikiran gue sudah cukup terkuras di tempat kerja, jadi kadang pulang kerja gue langsung terpaku di depan handphone untuk beberapa saat sampe lupa makan, setelahnya ketiduran deh, besoknya harus bangun pagi lagi dan kerja lagi, begitu terusssssss.... itulah alasan kenapa gue nggak pernah nulis di blog sejak gue kembali kerja di tempat yang lama, coba deh cek postingan gue di tahun 2016 banyak nggak??? Nggak kan??? Hal itu karena pekerjaan yang gue lakoni sekarang ini cukup menguras seluruh pikiran gue hingga tidak menyisakan space untuk gue berpikir buat nulis, tidak meninggalkan tenaga untuk gue supaya bisa bertahan duduk di depan laptop meski itu Cuma 30 menit... Gaesssssssssssssssssss, gue rasa kalau gue nggak dapet pekerjaan baru yang sesuai passion sampe tua gue bakal kayak begini-begini aja, itu sebabnya gue ini lagi benar-benar mencari dimana passion gue sekarang? Apakah gue punya bakat di bidang tulis menulis supaya kayak mbak JK Rowling, atau gue punya bakat di dunia Fotografi, atau gue punya bakat di dunia Vlog, apapun itu yang nggak buat gue kayak gini-gini aja. You know gaessssss, akohhhhhhhhh nggak mau Cuma kerja gitu-gitu aja, nggak punya pengalaman yang mengesankan dalam hidup. honestly, bukannya gue nggak bersyukur dengan hal yang gue lakuin sekarang, hanya saja.... gue merasa bahwa diluar sana dunia itu begitu luas dan jika gue memilih untuk tinggal maka gue yang akan tertinggal, tapi kalau ngebahas masalah kebutuhan, gue juga butuh pekerjaan ini untuk bayar kuliah gue yang baru berjalan 4 semester ini. I know setiap manusia itu memiliki zona waktunya masing-masing, kayak bagaimana diluar sana ada anak seusia gue yang udah punya banyak uang dengan popularitas tinggi, ada yang sudah menyelesaikan kuliah strata 1 dan tengah melanjutkan s2 di luar negeri, apapun itu hal yang kadang sedikit banyak buat gue iri hahahahah, manusiawilah ya. Itu adalah zona waktu untuk mereka, gue kapaaaaaaannnnnnnnnn????? Dan setelahnya gue nanya, kapan gue bisa meninggalkan pekerjaan ini dan benar-benar meninggalkannya tanpa look back in anger *lho* entah kapan, tapi gue percaya itu akan terjadi.... cepat atau lambat *dengan nada dan muka mendramatisir* lagi-lagi ya gaes, bukannya nggak bersyukur.... tapi akohhhhh juga kepingin mengejar passion akohhhhhhh, nggak Cuma mengejar uang dan uang dan uang dan uang dan uang dan uang, yang itu nggak bisa buat gue bernafas lebih legaaaaaaaaaa...... kalau yang peranah ngerasain pasti taulah, buktinya aja diluar sana ada banyak yang meninggalkan pekerjaannya untuk meraih hal yang di cita-citakan, bahkan mereka punya gaji yang lebih besar dan jabatan yang lumayan. Tapi toh itu nggak buat mereka tetap tinggal, alasannya karena itu bukan passionnya. Jujur, pekerjaan ini juga bukan passion akoh, tapi lagi-lagi gue butuh duit untuk bayar kuliah dan alhasil ada satu yang gue korbankan, hobbi gue buat nulis hal-hal nggak jelas di blog. Alhasil, blog gue terabaikan.... padahal sekarang udah di approve lho sama adsense, hal yang seharusnya membuat gue lebih rajin lagi nulisnya supaya bisa dapet iklan wkwkwkwkwk. Kalau lo mau tahu, susah lo gaes di approve sama adsense, gue aja sampe kaget waktu dapet notif dari adsense kalau permohonan gue di approve, soale yah gituuuuuu.. lo kan tahu blog gue isinya apa, jadi bisa dikatakan gue termasuk beruntung wkwkwkwkwk.

Ngomong-ngomong tentang tulisan gue yang sudah mulai jarang, pernah ada seseorang yang care sama blog gue dan akhirnya nanya ke gue tentang gue yang udah jarang nulis, dia berkisah tiap kali dia mampir ke blog gue nggak pernah ada tambahan cerita absurd *karena nih orang paling nggak mau baca cerpen maupun puisi gue* yang gue tulis, postingan terakhir gue masih yang sama dan bla..bla..bla..bla... gue yang denger itu seketika Cuma bisa melamun, coba kalian bayangin gaes... sumpah deh kalau di ceritain itu bener-bener sedih, jujur ya..... gue aja sampe nggak punya waktu untuk sekedar buka laptop, bahkan gue aja sampe nggak ada waktu buat nonton film-film gue yang udah numpuk di Harddisk, bahkan gue udah nggak ada waktu untuk bisa memaknai novel dengan baik. Parah nggak????? Sekarang, bagaiamana gue bisa untuk nulis???? Tiap kali gue buka laptop aja nggak sampe 10 menit gue langsung tutup aja tuh laptop, bahkan tuh laptop tergeletak gitu aja di kamar gue tanpa gue sentuh-sentuh... kadang weekend aja saking capeknya gue Cuma tidur-tiduran dirumah kayak orang sakit.... jadi gimana gue bisa untuk nulis, bagaimana gue bisa untuk mereflesikan otak gue, bagaimana gue bisa terapi *karena bagi gue menulis itu bagian dari terapi untuk mengatasi masalah ketidak pedean gue* kalau tiap kali gue buka laptop aja otak gue langsung ngeblank, seketika panas, dan rasanya kepingin meledakkkkkkkkkkkkkk. Gue tahu ini keluhan, gue tahu kalau gue sekarang ini tengah mengeluh *Tarik nafas* gue melakukan ini untuk mengaku, bahwa gue bener-bener merasa kembali lagi ke masa 2016 dimana untuk menulis hal absurd tentang diri sendiri aja butuh perjuangan panjang. Dan sekarang, apa ini bukan perjuangan jugaaaakkkkkk???

Menulis adalah hobbi buat gue, meskipun gue sadar bahwa tulisan gue ini jelek banget. Tapi pernah nggak lo merasa bener-bener bahagia saat lo baca tulisan lo sendiri? Gue selalu begitu, apalagi tiap kali gue habis posting tulisan gue di blog, rasanya tuh ya...... sueneng buangettttttttt... yah, lo tau lah tulisan apa yang gue posting, tapi entah kenapa itu bener-bener buat gue bahagiaaaaaaaa... mungkin lebih bahagia ini ketimbang dapet duit dari pacar *emang lo pernah dapet duit dari pacar nani??? Pacaran aja nggak pernah* *ngomong sendiri* *bingung sendiri* *lupa diri* *gantung diri* saking bahagianya gue peranah hampir nyuruh mama gue buat syukuran gegara gue berhasil nulis cerpen, tapi mama gue nggak mau... soalnya kata dia hobbi gue itu musiman kayak timun suri *nah lho* jadinya nggak ada syukuran-syukuran deh.

Hidup ini berjalan, waktu berjalan, dan kita semua semakin berjalan kedepan untuk menginggalkan hari ini. Ada banyak hal yang begitu berarti buat kita datang dan pergi, kadang kita merasa happy kadang kita merasa nggak happy, kadang mudah untuk senyum ke orang waktu pagi, kadang sulit banget untuk bersuara sekedar bilang “pagi”. Hidup itu kayak gini, kadang sesuai sama yang kita harapkan kadang nggak sesuai, rasanya..... nggak tahu harus gimana deskripsiinnya, yang jelas hidup itu jadi nggak ada artinya kalau kita Cuma ngelakuin hal-hal yang kita nggak suka. Kadang kita berjuang untuk hal yang kita nggak suka, berjuang sangat keras hingga meninggalkan passion kita dibelakang. Tanpa sadar, hal yang dulu kita suka, yang dulu begitu mudah untuk kita lakukan menjadi sulit untuk dilakukan. Kalau kata peribahasa “nila setitik rusak susu setempayan” artinya sih, Cuma gara-gara hal kecil yang kita nggak suka hilang semunyaaaaaaaaaa. Intinya yah begitulah.

Gue nggak ngerti apa tujuan gue nulis ini, yang jelas sebenernya gue kepingin banget untuk mengeluarkan uneg uneg gue disini, tapi karena gue merasa nggak bisa melakukan apa-apa untuk bisa membuat tulisan ini hidup. Jadi gini ajalah.

Daaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!! Doakan supaya gue segera kembali dan nggak lama mengubur diri.....