"dalam pertemuan tentu ada perpisahan, seperti sebuah buku; ada awal dan akhir. kata seseorang : pertemuan dan perpisahan adalah salah satu hal yang mendewasakan manusia, karena dalam prosesnya manusia akan tahu tindakan seperti apa yang dapat di ambilnya untuk mengatasi kepedihan lantaran perpisahan itu. entahlah, apapun prosesnya, aku percaya bahwa saat kita memulai sebuah hal takkan pernah ada kata usai. tak ada kata titik. tak ada. seperti kematian yang menjadi awal, begitupun perpisahan"
Sunday, August 20, 2017
Friday, August 4, 2017
Goodbye
Ku lihat semua orang sibuk membicarakanmu hari ini, bahkan banyak diantara mereka yang pada akhirnya mencari tahu tentang dirimu. sulit memang memercayainya, bahkan, aku hanya bisa bergeming menyaksikannya. ingin rasanya bertanya, mengapa?
ada apa? benarkah?
tapi kenyataannya, aku tak berani berkata apa-apa.
aku ingat satu hal tentangmu. kemarin, ketika sibuk mencari-cari sesuatu di tumpukan buku, ku temukan selembar kertas bertuliskan namamu dan harapan-harapanku, sesuatu yang kutulis beberapa tahun lalu ketika tak sulit untuk dapat melihatmu. aku tersenyum membacanya, lantas ku biarkan kertas itu tetap berada disana, membiarkannya kembali bersama tumpukan buku serta kertas-kertas yang akan ku baca sesekali ketika ada waktu. dan hari ini, aku mengingatnya kembali, tepat ketika kabar tentangmu berembus dan mereka sibuk dengan bermacam pertanyaannya.
aku kacau! bagaimana dengan harapan-harapan yang ku tulis di kertas itu?
bagaimana dengan harapan tentang masa depan yang menyenangkan itu?
dan, bagaimana tentang cerita yang ku tulis untukmu? cerita yang belum sempat ku selesaikan dan mengambang karena sosokmu yang menghilang? bahkan parahnya, cerita yang takkan sempat kau baca?
aku kacau..
bagaimana kalau suatu hari nanti akhirnya aku lupa denganmu? dan bagaimana jika waktu akhirnya membuatku perlahan melupakan harapan-harapan yang kususun atasmu. bagaimana???
goodbye doesnt mean forever, right? so, let me saying goodbye because allah loves you more than i do. dan aku akan belajar melanjutkan kembali ceritaku, tentang kita. cerita yang takkan pernah ku hentikan hanya karena kita telah berbeda.
tenang disana.
ada apa? benarkah?
tapi kenyataannya, aku tak berani berkata apa-apa.
aku ingat satu hal tentangmu. kemarin, ketika sibuk mencari-cari sesuatu di tumpukan buku, ku temukan selembar kertas bertuliskan namamu dan harapan-harapanku, sesuatu yang kutulis beberapa tahun lalu ketika tak sulit untuk dapat melihatmu. aku tersenyum membacanya, lantas ku biarkan kertas itu tetap berada disana, membiarkannya kembali bersama tumpukan buku serta kertas-kertas yang akan ku baca sesekali ketika ada waktu. dan hari ini, aku mengingatnya kembali, tepat ketika kabar tentangmu berembus dan mereka sibuk dengan bermacam pertanyaannya.
aku kacau! bagaimana dengan harapan-harapan yang ku tulis di kertas itu?
bagaimana dengan harapan tentang masa depan yang menyenangkan itu?
dan, bagaimana tentang cerita yang ku tulis untukmu? cerita yang belum sempat ku selesaikan dan mengambang karena sosokmu yang menghilang? bahkan parahnya, cerita yang takkan sempat kau baca?
aku kacau..
bagaimana kalau suatu hari nanti akhirnya aku lupa denganmu? dan bagaimana jika waktu akhirnya membuatku perlahan melupakan harapan-harapan yang kususun atasmu. bagaimana???
goodbye doesnt mean forever, right? so, let me saying goodbye because allah loves you more than i do. dan aku akan belajar melanjutkan kembali ceritaku, tentang kita. cerita yang takkan pernah ku hentikan hanya karena kita telah berbeda.
tenang disana.
Monday, July 24, 2017
Ber-monolog
Seperti apakah rupamu saat ini? Masihkah sama seperti
dulu? Lugu dan selalu seperti itu… entahlah, nampaknya sudah tidak..
Kau yang dulu jelas bukan kau yang sekarang..
Meskipun pada kenyataannya kau masih yang dulu..
Tapi, tentu banyak yang berubah.
Setidaknya, kau kini sudah lebih gagah dengan kemeja
yang selalu kau kenakan..
Ya, kemeja lengan panjang yang selalu kau gulung
hingga ke siku itu ternyata berhasil membuat kau semakin terlihat lebih
sempurna…
Setidaknya, kau tak lagi tampak lucu dengan seragam
sekolahmu…
Hei, kapan terakhir kali kita bersua? Ya Tuhan, hampir
2 tahun yang lalu? Benarkah? Atau aku salah menghitung… ah, sial!! Benar. Kita
memang bertemu 2 tahun yang lalu, aku ingat kata-katamu, sebenarnya hari itu
kau harus bekerja, namun untuknya kau rela mengambil libur.. ah, andai saja ia
tahu itu,. Tapi mungkin, sekarang ia sudah tahu tentang hal kecil namun begitu
manis itu.
Andai saja aku seberani dirimu, mungkin aku tak perlu
banyak membisu. setidaknya tidak ada waktu terbuang dalam diam, yang hanya
diisi dengan deru kenalpot motor yang lalu lalang atau bahkan suara binatang
malam yang sudah mulai mengisi sabtu malam itu.. kau tahu, malam itu adalah
kali pertama aku dihadapkan dengan orang yang ku kagumi, setidaknya, aku pernah
merasakan bagaimana rasanya berdua denganmu seraya terus berkisah tentang masa
depan. Andai saja, Tuhan tak menghadirkan perasaan aneh itu, mungkin aku akan
berdongeng panjang tentang mimpiku, sama seperti kau.. tapi, pada kenyataannya
Tuhan menghadirkan rasa itu, bahkan lucunya, Ia membuat aku semakin menggila
dengan menghadapkanku daripada kau…
Monday, July 17, 2017
Untuk Tuan
ada rindu diantara tumpukkan masa lalu, yang bersamanya
hadir pula kenangan tentang dirimu. tak selalu yang menyenangkan memang, ada
kalanya ingatan menghantarkanku pada saat dimana kata-katamu setajam belati
yang siap menyayat hingga perih terasa tak berkesudahan. namun, rindu ini bukan
tentang benci, rindu ini murni rasa yang tak sempat bermukim, yang karenanya ia
berlarian mencari tuan yang telah menghadirkan rasa yang tak pernah usai. tuan
yang sengaja ku tinggalkan sendirian, tuan yang sengaja ingin ku lupakan namun tak pernah
tersampaikan,
dan tuan yang kini bayangnya menemani malam-malamku menjelang tidur, yang bersamanya hadir kembali kenangan
tentang rasa yang pernah tersimpan.
"goodbye doesn't mean forever.. let me tell you
goodbye doesn't mean we'll never be together again"
jika bisa, seandainya bisa, aku ingin mencintaimu dengan
sederhana namun dengan kasih sayang yang tak sesederhana kedengarannya, yang
dengan kasih itu aku bisa membuatmu dapat tertawa lebar di tengah luka yang
mereka lemparkan ke wajahmu, yang dengan kasih itu aku bisa membuatmu lebih hebat dari
yang kau tahu.
Kita
![]() |
| from google |
aku menata kembali harapan tentang rindu dan kamu.
membiarkannya mengalir, bermetamorfosa tanpa mengemis dirimu. kembali bukan
jalan untuk menapaki lagi rasa yang sempat kita miliki, pun merindu tak lagi
dapat sembuhkan luka lama yang menyebar layaknya racun yang siap membunuh.
dan takut, ialah rasa terburuk ketika merindunya menjadi momok.
aku ingin lupa rasa yang masih tetap sama, ketika menantimu menjadi begitu berharga dan melihatmu begitu berarti.
dan takut, ialah rasa terburuk ketika merindunya menjadi momok.
aku ingin lupa rasa yang masih tetap sama, ketika menantimu menjadi begitu berharga dan melihatmu begitu berarti.
jujur, aku tak tahu siapa kita kini, aku tak tahu..
mungkinkah ini kenang? mungkinkah ini sayang? atau satu dari bagian yang
terbuang yang terdampar dalam kubangan kepahitan masa silam yang semakin legam
saat masa lalu menyeruak masuk dan kenangan didalamnya menyelinap dari tiap
lubang menganga yang ku biarkan terbuka.
ku buka kembali kisah tentang kita, ketika tanpa sengaja ku temukan goresan pena hitam yang berkisah :
kitalah kenang masa silam itu, yang ditinggalkan di pojok belakang ruang tanpa penerangan untuk sesekali di pandang. kitalah kecewa itu, yang berlari melintasi luka tanpa berusaha untuk mengobatinya terlebih dahulu. kitalah rasa itu, yang berkorban hati tanpa tahu apa yang kita korbankan atasnya. kitalah orang itu, yang mencintai tanpa kata, yang memeluk tanpa menyentuh, yang merindu dengan segenap hati tanpa tahu rasa apa yang kita miliki.
dan kitalah, yang berdiri di lain sisi dengan kenangan masa silam yang terus menghantui.
kitalah kenang masa silam itu, yang ditinggalkan di pojok belakang ruang tanpa penerangan untuk sesekali di pandang. kitalah kecewa itu, yang berlari melintasi luka tanpa berusaha untuk mengobatinya terlebih dahulu. kitalah rasa itu, yang berkorban hati tanpa tahu apa yang kita korbankan atasnya. kitalah orang itu, yang mencintai tanpa kata, yang memeluk tanpa menyentuh, yang merindu dengan segenap hati tanpa tahu rasa apa yang kita miliki.
dan kitalah, yang berdiri di lain sisi dengan kenangan masa silam yang terus menghantui.
Monday, May 22, 2017
Art of lost
Perubahan
akan datang dengan sendirinya
layaknya pagi ke siang
sore ke malam
gelap ke terang
serta : menua!
tak perlu di tunggu
karena ia akan datang dengan sendirinya
tak perlu cemas
karena manusia akan melewati setiap fasenya
berputar terus menerus
lahir lantas pergi
bahagia lantas sedih
anak menjadi ibu
ibu menjadi nenek
dan lantas pergi
hingga menjadi bagian dari setiap kenangan
menjadi cerita di setiap pertemuan
tak jarang yang terjadi itu menyakitkan
ketika manusia akhirnya menyadari
akan ada fase terberat yang harus dilewati
kehilangan!
layaknya pagi ke siang
sore ke malam
gelap ke terang
serta : menua!
tak perlu di tunggu
karena ia akan datang dengan sendirinya
tak perlu cemas
karena manusia akan melewati setiap fasenya
berputar terus menerus
lahir lantas pergi
bahagia lantas sedih
anak menjadi ibu
ibu menjadi nenek
dan lantas pergi
hingga menjadi bagian dari setiap kenangan
menjadi cerita di setiap pertemuan
tak jarang yang terjadi itu menyakitkan
ketika manusia akhirnya menyadari
akan ada fase terberat yang harus dilewati
kehilangan!
Kehilangan
keluarga
kehilangan saudara
dan mungkin kehilangan setiap kenangan
entah kenangan yang tersusun atas kebahagiaan
atau kenangan yang tersusun dari penderitaan
ia yang berdamai dengan fase
akan belajar menerima
dan ia yang tidak
akan belajar mengakhiri
karena bagi tiap-tiapnya
kehilangan memiliki arti tersendiri
kenangan tersendiri
rasa tersendiri
dan…
cinta!
kehilangan saudara
dan mungkin kehilangan setiap kenangan
entah kenangan yang tersusun atas kebahagiaan
atau kenangan yang tersusun dari penderitaan
ia yang berdamai dengan fase
akan belajar menerima
dan ia yang tidak
akan belajar mengakhiri
karena bagi tiap-tiapnya
kehilangan memiliki arti tersendiri
kenangan tersendiri
rasa tersendiri
dan…
cinta!
Dari Pojok Warnet Ngebahas Still Alice
Haiiiiii kamu, iya kamu yang lagi ngupil
disana… jangan di makan ya upilnya… Cuma ngingetin aja, siapa tahu di rumah
nggak ada lauk, kan lumayan *halaaaaah apaan sih*
Haiiiiii…haiiiiiiiiii….haiiiiiiiiii… apa
kabar semua teman-teman akuh yang lagi di luar sana? Lagi ngapain malem-malem
gini? lagi belajar kah? Istirahat kah? Nonton tv bareng keluarga kah? Atau lagi
mojok di warnet sambil ngupil? *itu gueeee* maygaaaaattttt, gue lagi di warnet
nih guys, bau asep rokok, banyak nyamuk juga. untungnya gue orangnya rada-rada
pinter dan banyak cerdasnya *lahhhh, kok puji diri sendiri??* jadi gue ke
warnet bawa autan, pake masker, sama obat nyamuk, tapi berhubung gue bukan
perokok dan nggak punya korek jadi buat yang satu itu gue tinggal di motor,
sementara kawan-kawannya yang udah gue sebutin diatas udah stand by di gue,
tinggal oles sana oles sini dan nyamuk untuk sementara nunggu takjim sambil
sholat isya katanya *kok gue tahu yaaaa?????!!!* *nyamuk sekarang ngomongnya
pake bahasa inggris vroh, jadi sedikit-sedikit nyambung lah sama gue yang
kebetulan lulusan NYU ini* *ngomong sambil manggut-manggut*
Oiyaaaa? Ngapain gue di warnetttt?
*tiba-tiba lupa ingatan* *Sambil nginget-nginget* lo sih!!!! maksa gue buka blog jadi lupa kan mau
ngapain? *ngomel sendiri*
Ohhhhh damn!! Gue mau downloaddddddddd,
ngapain juga gue lama-lama di warnet kalau bukan mau download film buat di
tonton di rumah sambil ngupil oon. Maklumi ya guys, quota gue terbatas jadi
untuk urusan download film gue pasti lari ke warnet, selain nggak lemot gue
juga bisa sekalian stalking blog idola *ketawa girang* dan menyalinnya di word
untuk di baca-baca di rumah, kalau kata guru bahasa Indonesia dulu sekali
dayung dua tiga pulau terlampaui hahahahah dan 1 hal absurd lain yang
seringkali gue lakuin kalo di warnet adalah : searching nama sendiri di mesin
pencari google, I know its stupid thing to do tapi nggak apalah.
Lo tau nggak, sekarang gue udah mulai
sering mengisi waktu gue buat nonton film lho *Sebuah kemajuan* dan
memerhatikan setiap alur ceritanya dan belajar atas film-film yang telah gue
tonton. Padahal dulu itu gue paling males kalau ngebahas masalah nonton, gue
lebih sering mengisi berjam-jam waktu senggang buat natapin layar monitor yang
terpampang laman Microsoft word yang masih tetap kosong, sementara sekarang,
setiap kali gue ngerasa blank gue mutusin untuk menghadirkan mood dengan nonton
beberapa film. Sebenarnya, gue mau belajar buat film pendek, so gue lagi cari
banyak inspirasi dari mulai teknik pengambilan gambar, cara ngeditnya dan terutama
memahami setiap acting para pemainnya. Pertanyaan gue, pernah nggak lo nonton
film A yang dibintangi si B yang memiliki karakter buat lo kagum pake
bangeeettttt dan setelah lo cari tahu tentang dia di google iakhirnya lo malah
“oh ternyata gini ya aslinya” dan semuanya berubah. Pernah nggak? Gue sering tuh kayak gitu *ngaku kan akhirnya* Jadi
pembentukkan karakter itu penting banget lho, makanya gue belajar untuk
mengenali setiap karakter seenggaknya ketika gue udah mulai, gue akan tahu orang
seperti apa yang sesuai dengan karakter seperti A, B, C, D,... Finally, harddisk yang dulu
bisa bernapas lega lantaran banyak ruang kosong, kini sedikit demi sedikit merasakan kesulitan
nafas lantaran gue yang udah mulai simpen banyak film hasil malak hahahaaaaa.
Nah ngomongin masalah film, beberapa waktu
lalu gue sempet download film berjudul Still Alice yang di perankan sama mbak
Julianne Moore, Kristen Stewart, Kate
Bosworth, dll…. Ada yang pernah nonton filmnya?
Bagaimana menurut lo? Kalau menurut gue sendiri, kalau dari segi cerita film
ini bagus dan terlebih di mainkan cukup apik oleh mbak julianne.
Sedikit cerita tentang nih film, jadi film
Still Alice ini menceritakan tentang Alice Howland (Julianne Moore) seorang
professor linguistic dari Columbia university yang didiagnosis menderita
Alzheimer dini (karena pada saat didiagnosis menderita penyakit tersebut
usianya baru 50 tahun) ia yang mendengar itu kaget dan nggak percaya, soalnya itu nggak
masuk akal di usianya yang baru 50 tahun, namun dokter ahli saraf tersebut
menjelaskan bahwa Alzheimer yang menderita alice ini merupakan jenis turunan dan
ini merupakan Alzheimer langka. Setelah diagnosis tersebut kehidupannya sedikit
demi sedikit mulai berubah, hal ini bisa di lihat waktu Natal dia lupa sama pacar
anaknya, terus waktu dia lagi ngajar dia juga lupa sama materi yang bakal di
bahas, pokoknya sedih deh. Sampai akhirnya hal yang menyentuh waktu dia ngompol
di celana lantaran lupa di mana letak kamar mandi, padahal itu dirumahnya
sendiri *ngelap air mata pake lengan jaket* Dan hal yang berhasil buat gue
nangis itu waktu dia pidato :
The
poet Elizabeth Bishop once wrote “ the art of losing isn’t hard to master. So
many things seem filled with the intent to be lost that their loss is no
disaster” I’m not poet, I am a person living with early onset alzheimer’s, and
as that person I find myself learning the art of losing every day. Losing my
bearings, losing objects, losing sleep, but mostly losing memories. All my life
I’ve accumulated memories they’ve become in a way, most precious possessions.
The night I met my husband, the first time I held my textbooks in my hand,
having children, making friends, traveling the world. Everything I accumulated
in life, everything I worked so hard for, now all
that is being ripped away. As you can imagine or as you know this is hell but
it’s get worse. Who can take
us seriously when we are so far from who we once were? Our stranger behavior
and fumbled sentences changes others perceptions of us and our perception of
ourselves, we become ridiculuos, incapable, comic. But this is not who we are,
this is our disease and like any disease, it has a cause, it has a progression
and it could have a cure. my greatest wish is that my children, our children,
next generation do not have to face what i am facing. But for the time being, i
am still alive i know i’m alive. I have people i love dearly, i have things i
wanna do with my life. I rail against myself for not being able to remember
things but i still have moments in the day of pure hapiness and joy. And please,
do not think that i’m suffering, i’m not suffering, i’m struggling. Struggling to
be part of things to stay connected to who i once was. So live in the moment, i
tell myself its really all i can do, live in the moment. And not beat myself up
too much for mastering the art of losing. One thing i will try to hold on to,
though, is the memory of speaking here today, it will go. I know it will. It maybe
gone by tomorrow, but i means so much to be talking here today. Like my old,
ambitious self who was so fascinated by communication”
Sumpaaaaahhhhhhhh, pidato itu buat gue nangis
Bombay, apalagi waktu dia bilang everything
I accumulated in life, everything I worked so hard
for now all that is being ripped away. Oke bisa lo bayangin, semua yang udah ia pelajarin sedari kecil, kenangan
yang udah ia bentuk sekian lama bareng orang-orang terkasih terenggut gitu aja
dan hal terburuknya ia akan melupakan itu, ia akan jadi orang yang bahkan dalam
pidato ini (Alice) bilang akan meraba-raba kata. Sedih nggak sih lo
dengernya??????? Apalagi dalam dialoge antara Alice dan John, Alice sempet
bilang bahwa dia lebih memilih sakit kanker daripada Alzheimer, karena 1 alasan
tadi, dia nggak mau kehilangan kenangan. Kalo kayak gini kan ibarat, from
everything to nothing. Hal-hal yang dulunya ada jadi nggak ada. CAN YOU ALL
IMAGINE HUH??????????? Kata-kata dalam pidato ini bener-bener jadi perenungan buat yang
nonton. Mungkin itu yang di rasain oleh ia yang menderita Alzheimer.
Pokoknya lo mesti nonton film ini karena
menurut gue ide cerita dari film ini keren banget, Alzheimer, dimana banyak
orang yang masih awam dengan apa itu Alzheimer apalagi yang tinggal di pelosok
negeri kayak gue. Orang-orang tau apa itu pikun, tapi Alzheimer? Gue aja tau
itu zaman-zaman SMK waktu acara talkshow di salah satu stasiun tv mengangkat
tema tersebut dan dari situ sedikit-sedikit gue tau apa itu Alzheimer. Jadi
bisa sekalian informasi jugak, betapa hebatnya para keluarga orang-orang yang
mengalami Alzheimer ini, karena sebagai manusia ada saatnya kita lost control
menghadapi para penderita Alzheimer. Kayak yang ditunjukin suami Alice dalam film
ini, dimana ada saat akhirnya ia nangis di pelukan Lydia, putri bungsunya, karena ia
merasa ini beban terberat yang harus ia hadapi, beban yang ia harus sembunyikan dari Alice dengan tetap bersikap tegar.
Terinspirasi dari film ini guepun menulis
puisi yang bertema kehilangan, nanti gue posting ya habis ini, tapi gue cek
dulu kira-kira ada atau nggak di flashdisk soalnya gue jarang bawa-bawa tulisan
gue di flashdisk.
Subscribe to:
Posts (Atom)


