Sunday, December 17, 2017

Apa kabar Notting Hill, sudah 18 tahun lho ternyata!!!!!!




dont forget, i am also just a girl.. standing in front of the boy asking him to love her.
please jangan teriak!!! jangan nangis!!! itu memang adegan paling sedih (menurut gue) yang ada di film Notting Hill dan itu adalah kata-kata paling keren (menurut gue lagi) yang buat gue sampe... memutar adegan itu berulang-ulang...
yup, gue memang baru selesai nonton film Notting Hill yang di perankan sama mbak Julia Roberts dan Hugh Grant (untuk yang kesekian kalinya). buat yang nggak tahu ini film apa bisa tanya ke ortu lo di rumah atau cek aja di google, karena gue nggak mau cerita panjang lebar tentang sinopsis dan sebagainya (nggak yakin!), karena gue males untuk review itu, yang gue mau review tentulah adegan-adegan romantis yang ada di film ini (karena gue suka film bergenre romantis wkwkwk) oke, sebenernya ya, itu adalah film paling ngebosenin dan bikin ngantuk yang pernah gue tonton, mungkin karena itu film jadul kali yah...
laptop : hei nani, bagaiman dengan Bridget Jones yang lo tonton? Pertty Woman? itu film taon berapa? Mr Bean nya Rowan Atkinson? dan film-film lain yang sekarang masih bertengger di Hard-disk gue dan buat sesak!!! bagaimana bisa lo bilang itu film jadul sementara lo kerjaannya download film-film jadul?????????
gue : tapikan yang lain belom gue tonton!!!! gue baru nonton Bridget Jones, Notting Hill dan Pretty Woman. lagian film yang lain itu nggak ada yang di bawah tahun 2000, kecuali Notting Hill dan Pretty Woman, itu juga gara-gara Julia Roberts!!! *usaha membela diri*
laptop : tapi tetep aje, lo munaaaaaaaaaaa!!!*nggak mau kalah*
gue : shut up!!! dont talk anymore!!!!
gilaaaakkkkkkkkkkkkkkkkk.... ngomong sendiri!!
btw, film Notting Hill ini masuk genre Drama, Romance, dan komedi, tapi sumpah! gue aja nggak tau dimana letak komedinya di nih film. emang sih lucu, tapi lebih lucu Pretty Woman, suerrrrrrrrrrrrr!! di Pretty Woman gue sampe nggak sadar kalau gue ketawa ngakak di jam 1 pagi, lantaran nontonnya tengah malem. tapi entah kenapa, gue tetap nunggu Notting Hill ini sampe habis, karena penasaran aja sama Mbak Julia Roberts dan Hugh Grant yang kebetulan di film ini keliatan sangat...sangat...sangat...tamvan jika dibandingkan di film Bridget Jones! *padahal baru nonton bridget jones yang pertama wkwkwk*
back to, i am also just a girlnya mbak Julia Roberts. gue suka banget di bagian ini, entah kenapa menurut gue ini adalah adegan paling romantis setelah adegan di dalam flat. dimana di adegan itu mereka lagi duduk berdua, william (Hugh Grant) lagi baca koran sementara Anna Scott (Julia Roberts) lagi duduk ngelamun, sambil kedua kaki mereka ada di atas meja gitu (hah, itu romantis?? dimana romantisnya nani arpan???) menurut gue itu adegan romantis, sumpah deh. apalagi waktu Anna memecah keheningan dengan ngebahas sesuatu yang (menurut gue) itu nggak penting (di luar itu bahasa simbol atau apapun!!!*maaf, efek kebanyakan nyimak diskusi cerpen klasik yang banyak disisipi simbol-simbol* karena disana mbak Anna membahas tentang kakinya si William (Hugh Grant) yang katanya gede hahaha. kenapa harus ngebahas tentang kaki? kenapa nggak bahas yang lain? kenapa mereka nggak nonton tv atau masak berdua? kenapa? kenapa?????????? bisa jadi itu akan lebih romantis kan? tapi yasudahlah, segimanapun gue jelek-jelekin nih film tapi itu nggak akan menghilangkan kekaguman gue sama film ini, dimana film ini sebenarnya cerdas banget dan selalu buat gue nggak percaya, romantisnya dapet parah, persahabatannya jugak, apa adanya, nggak terlalu realistis memang! but it's real life right? nggak selalu hal yang realistis, buktinya ada fans yang nikah sama idolanya? ada yang bisa melakukan banyak hal ketika yang lain itu nggak mungkin! persis kayak di film ini, meski ada jurang pemisah tapi mereka akhirnya berakhir bahagia, klasik banget memang *ujung-ujungnya teteup*
lo tau nggak gimana perasaan gue tiap kali nonton film? gue itu selalu terbawa suasana *meski ini nggak berlangsung kalau gue nonton sinetron* contoh sederhananya di film ini, aktingnya mbak Julia Roberts cukup bagus atau bahkan sangat...sangat...sangat...sangat...sangat bagus hal yang nggak gue temuin di Eat Pray Love (karena gue nontonnya baru ¼ jalan hahahahaha) hingga membuat gue terbawa dalam situasi dalam film ini, bagaimana gue bisa merasakan bagaimana sosok Anna Scott (Julia Roberts) yang sebenarnya suka sama William. bayangin aja waktu dia di hotel dan ternyata disana ada pacarnya Anna, tau nggak? tatapan matanya bener-bener keren, gimana dia itu begitu terpukul/kaget waktu tahu ternyata pacarnya dateng, apalagi di adegan pas Anna dan pacarnya kissing di depan mas William, maygaaaaattttttttttttttttttttt, itu bagus banget!!! mas William yang pura-pura jadi Room Service hotel, ngeliatin adegan itu dengan raut wajah sedih dan gimana Anna Scott (Julia Roberts nggak bisa menahan rasa menyesalnya ke Wiliam #Sedih coba deh liat ekspresinya Anna. Ya ampun, kerennya akting mbak Julia Roberts mama!!!
dan bagaimana akhirnya Mas Hugh ini melalui hari demi harinya yang "sempat" berwarna karena kehadiran Anna, menjadi normal selepas kepergiannya (untuk kedua kali setelah kejadian di flatnya William). klasik banget sih sebenernya, tapi entah kenapa, karena disini ada Julia Roberts yang  (lagi-lagi menurut gue) aktingnya oke punya alhasil film ini jadi hidup banget....
gue kepingin jadi director!!!!!! (lho?)
oiya, satu lagi yang buat gue seneng banget sama nih film, soundtrack!! yup, soundtrack nih film bener-bener bikin, maygaaaaaaaaaaaaaaatttttttttttttt *nulis sambil senyum-senyum* melting... lo bayangin di openingnya aja gue udah di suguhin sama lagunya elvis costello
She may be the face I can’t forget
The trace of pleasure or regret
May be my treasure or the price I have to pay
She may be the song the summer sings
May be the chill the autumn brings
May be a hundred different things
Within the measure of a day

She may be the beauty or the beast
May be the famine or the feast
May turn each day into a heaven or a hell
She may be the mirror of my dreams
The smile reflected in a stream
She may not be what she may seem inside her shell

She who always seems so happy in a crowd
Whose eyes can be so crowded and so proud
No one’s allowed to see them when they cry
She may be the love that cannot hope to last
May come to me from shadows of the past
But I’ll remember till the day I die

She may be the reason I survive
The why and wherefore I’m alive
The one I’ll care for through the rough in many years
Me, I’ll take her laughter and her tears
And make them all my souvenirs
For where she goes I’ve got to be
The meaning of my life is she

omaygattttttttt, seketika kilasan gambar Julia Roberts udah menghiasi layar laptop dengan senyumnya yang menurut gue, gimana ya? Julia Roberts itu sebenernya nggak cantik-cantik banget lho, setuju nggak sih? *banyak yang nggak setuju* coba deh kalau di usianya yang dulu, di compare dengan aktris-aktris jaman now kayak Dakota Jonson, Emilia Clark, Emma Watson atau mungkin Emma Roberts (nani, please comparenya sama yang jaman dia dong!!! Dan itu yang terakhir!!! Itu keponakannya Julia Roberts lho) itu kayak, gimana sih????? emang sih Julia Roberts itu cantik, tapi yang buat semuanya tambah perfect itu senyumnya...
oke...oke... antara Julia Roberts sama Drew Barrymore gue lebih suka sama Drew, serius? Julia Roberts sama Jeniffer Anitson? Yaaaa, Jeniffer lah!! Julia Roberts sama Julianne Moore? anjrittttt, berat!!! oke, untuk beberapa hal, gue suka sama mbak Julia Roberts meski nggak terlalu suka begitupun ke Julianne Moore karena gue emang nggak begitu suka mereka berdua (gubrakkkkkkkkkk)
alhamdulillahnya gue bukan tipikal orang yang bisa suka banget sama orang kayak beberapa temen gue yang suka nonton Drakor, yang karenanya sampe ngefans banget. gue? biasa aja.
okeh, kita kembali lagi ke soundtrack, soundtrack film ini memang bener-bener sudah di persiapkan dengan sangat baik kayaknya. karena lagu-lagu yang di gunakan untuk film ini bener-bener buat yang nonton langsung senyum-senyum sendiri dengan scene by scene yang buat gue melongo. kayak gimana adegan pas di taman, dimana disitu lagu boyzone berputar menemeni penonton menyaksikan mereka, dalam diam. dimana penonton bisa senyum-senyum sambil nyenandungin lagu itu. begitupun di akhir film, dimana lagu yang digunakan untuk openingnya di pakai lagi dengan situasi yang berbeda. at least, gue bisa katakan film yang membosankan ini memiliki awal dan akhir yang berkesan, baik, dan lumayan bagus. untuk isi? gue sangat setuju kalau film ini masuk film romantis paling buat gue bisa senyum-senyum sendiri. sebentar-sebentar, film romantis yang udah gue tonton apa aja?? *mikir* oke, terlepas di atas gue sempet jelek-jelekin nih film, tapi sejujurnya ini recommended banget untuk di tonton, meski tahun rilisnya  udah lama bangetttttttttt.... tapi nggak penting tahun rilis, yang penting itu isinya kan?
Oke, buat melankolis dimanapun kalian berada, film ini sangat cocok untuk menemani malam minggu kalian, selepas itu bisa diisi dengan film romantis lainnya, ada Love Actually juga lho...  Siapa yang mau nonton Love Actually bareng akoh? sini...sini....tapi gue nggak suka spoiler ya, biarkan semua mengalir.... jangan kayak cici gue, nonton nanya mulu!!! kalau gitu mending gue ceritain aja ya wkwkwkwkwkwk.
Oke, kita selesaikan pembahasan tidak jelas ini.. salam hangat untuk kalian, dari calon mahasiswa NYU, dosen Psikologi Komunikasi, Penulis Novel best seller, penulis naskah, public speaker dan…. Blogger dengan tulisan berkualitas hahahahahah.
Terimakasih untuk tidak muntah J

Monday, December 11, 2017

Dia hebat, gue dengernya nggak kuat!!!

cerita ini bermula dari postingan seorang teman di instagramnya, akhir-akhir ini timeline gue (bener gak sih istilah di ig gitu? wkwkwk) di penuhi dengan postingan-postingan dia. sebenernya gue jarang banget buka instagram, nah tapi tiap kali gue buka akun instagram gue, foto nih orang tiba-tiba terpampang disana dengan gaya-gaya fotonya yang BIASA BANGET, sumpah gue gak boh ong buat ini!!!!! *nulis sambil sumpah* tapi gaes, background di belakangnya selalu buat gue mengerutkan kening sambil dalam hati "gilakkkk nih orang jalan-jalan mulu". gue yang basically orangnya kepo gilak akhirnya memutuskan untuk mengiriminya sebuah pesan dari akun WhatsApp. hal itu di mulai dengan :
gue : jalan-jalan mulu lo kak
dan dia yang dasarnya suka banget ngomong (kayak telemarketing asuransi hahahah) langsung casciscus tentang jalan-jalannya, berawal dari chatting sampai akhirnya dia yang katanya males ngetik ini langsung telpon gue, bayangin!!!!!
disinilah cerita ini bermula.
untuk kepentingan bersama, dan untuk menjaga nama baiknya yang nggak baik-baik ini, kita pakai nama samaran aja ya! mau kasih nama samaran apa ya biar nggak pasaran banget *mikir keras* oke, i got it... we use Dobby as the name, i know it's a good idea *laugh out loud* oke bercanda!!!! apa ya? karena gue nggak pernah memberikan pujian sama orang yang satu ini, maka izinkan gue memberikan nama samaran dia menjadi Emma Watson... sekali-kali buat dia senang nggak apa-apa kan? meskipun hukumannya gue kayakanya bakal berdosa, Ya Allah, maafin nani... *nulis sambil nangis*
jadi singkat cerita kak Emma Watson ini telpon gue (sumpah gue nulis sambil cengengesan!) dia cerita sama gue pengalamannya jalan-jalan ke bangka, yang sebenernya dari perjalanan itu dia memiliki sebuah misi rahasia yang bisa buat siapapun yang denger ceritanya langsung ngakak. kak Emma Watson ini sebenernya punya saudara yang tinggal di bangka, bahkan memang hampir semua keluarganya berada disana. nah, karena dia ini lagi nggak kuliah lantaran sedang progress ke skripsi yang nggak selesai-selesai dan kebetulan dia juga tengah tidak bekerja (karena dia punya pohon duit di rumah) jadilah ia memutuskan untuk pulkam ke bangka. dia cerita bahwa perjalanannya ke bangka itu begitu menguras air mata *meski gue gak yakin dia bisa nangis* lantaran sehari sebelum berangkat pohon duitnya kesamber petir dan mengakibatkan duit-duitnya terbakar habis hingga membuatnya mendarat di bangka dengan duit hanya Rp.20.000,00 dan karena saudaranya juga tengah tak ada duit, jadilah duit Rp.20.000,00 itu di bagi dua, yang lo tahu hasilnya berapa????? jadi selama di bangka sana, kak Emma Watson akoh yang malang ini sama sekali nggak ada duit, tapi karena dia ini orang yang sangat baik, murah senyum, suka ketawa, suka banget ngomong, selalu heboh, dan punya semangat tinggi, jadilah selama di bangka sana dia tetap eksis dengan terus berjalan-jalan kemana-mana di temani adik ipar yang sudah mendapatkan sponsor dari engingeng *tak bisa di sebutkan saudara-saudara!*
kak Emma Watson ini menghabiskan banyak waktunya di bangka, kumpul bersama keluarga tercintah disana. nah, tapi yang buat lucu adalah kisahnya yang ia ceritakan, tentang pekerjaan yang sebelumnya, yang sempat buat dia galau akut. tentang pekerjaan barunya yang sudah buat dia keluar juga lantaran jam kerja yang buat dia selalu di kerokin (kayak nenek gue lo kak!) dan yang buat lucu lagi waktu dia cerita  tentang orang-orang baik yang ngerokin dia wkwkwkwk. semuanya buat gue diem waktu dia cerita, buat gue ngebayangin betapa hidupnya yang selalu penuh gairah. bahkan dia cerita gitu aja penuh gairah men, dan yang buat gue bener-bener gak habis fikir tentang dia adalah.... dia telponan sama gue sambil makan nasi pake ayam goreng tanpa tersedak, can you imagine how amazing her????? tanpa tersedak!!!! gue mana bisa makan sambil ngomong? yang ada kena lempar piring dari nenek gue!!!!!!!!
setelah puas dengan bahasannya tentang bangka, akhirnya kita beralih ke cerita kedua, untuk cerita ini kita membahas tentang foto-foto liburannya ke jogja, jadi kalau gue nggak salah simak kemarin dia cerita tentang perjalanannya setelah pulang dari bangka. dia ini sebenernya sudah punya rencana untuk jalan-jalan ke jogja dari jauh-jauh hari, bahkan dia juga sudah mempersiapkan tiket lumayan lama. jadi nggak lama setelah dia balik dari bangka diapun langsung melanjutkan perjalanannya kembali ke jogja. perihal perjalanannya ke jogja juga nggak kalah seru, dan nggak kalah buat gue ngakak.
kak Emma Watson ini sebenernya kepingin banget  jadi backpaker, tapi apa daya, dia pergi dengan orang yang salah! *katanya lho ya* jadinya niat backpakeran pun gagal total, jadilah ketika ke jogja kemarin dia menjadi backpaker jadi-jadian, karena memang setengah-setengah! manusia aja kalau setengah buaya di sebutnya apa cobak? manusia jadi-jadian kan? nah karena dia juga niat jadi backpaker tapi setengah-setengah jadilah dia backpaker jadi-jadian. dia pergi kesana sama seorang teman yang katanya sudah seperti saudara untuknya, tapi baru 1 malam di jogja Kak Emma Watson akhirnya berantem sama temennya yang sebut aja namanya Isobel. Kak Emma sama si Isobel ini berantem cuma gara-gara masalah sepele banget, sumpah! sepele banget!!! Jadi mereka berantem hanya karena hasil foto!!! IYA, HASIL FOTO!!! (pasang muka kaget ala-ala spongebob squarpants)
kronologinya gini : malam itu mereka tengah berada di Malioboro gitu, lo tau kan kalau malam itu bakal banyak spot bagus buat foto disana. nah, si kak Emma ini kepingin banget di fotoin dengan gaya A, dia yang jadi modelnya dia juga yang nentuin gayanya gimana. sementara si Isobel yang entah mengerti atau nggak mekanisme DSLR ini memakai mode manual di malam hari itu, jadi sibuklah dia mengatur ISO, Aperatur, kecepatan, dkk (padahal kan kalo nggak ngerti pake yang otomatis aja ya lebih simple) tapi yang bikin jengkel kak Emma yaitu, hasil fotonya nggak ada yang bener (gaya bak fotografer hasil malah bikin baper, gitu isi hati kak Emma). jadi sebagai contoh kasus gini, kerudungan kak Emma berantakan nggak di kasih tahu, bajunya yang naik juga nggak di kasih tahu, jadilah hasil foto kak Emma yang harusnya mengesankan itu malah mengenaskan! sementara foto-foto Isobel yang di ambil oleh kak Emma yang nggak ngerti kamera ini jauh lebih memuaskan karena kak Emma mengarahkan dengan baik, dia ngarahin gayanya, ngarahin background mana yang bagus, ngasih tahu si Isobel dandanannya, tali BHnya yang putus di kasih tahu, bulu ketiaknya yang ngintip juga di kasih tahu, bahkan dia juga kasih tahu kalau di giginya si Isobel itu ada Buaya yang lagi bertelur (hah?!), kurang apa cobak? tapi balasannya, foto kak Emma nggak ada yang bisa di banggain, nggak ada yang bisa di posting ke sosmed, sedihkan? nah gara-gara hal sepele itulah mereka marahan! kak Emma yang merasa terjolimi mengajukan mosi keberatan gegara hasil foto yang bikin istighfar itu, yang justru di tanggapi dengan membawa kasus ini ke meja hijau (nggak jelas abis ini tulisan!!!)
Kak Emma Watson ini menjelaskan dengan begitu bersemangatnya bahwa kejadian di malioboro itu akhirnya terbawa hingga ke hotel, di hotel mereka cuma diem-dieman. saling nggak bertegur sapa. nah yang buat kak Emma benar-benar nggak habis fikir sama si Isobel ini, di pagi harinya dia ini ngebalikin uang patungan apa gitu, kalau nggak salah patungan nyewa motor. kata kak Emma, dengan gaya super menyebalkan si Isobel ini mengembalikan uang kak Emma dan memutuskan untuk menghabiskan satu hari itu untuk keliling-keliling jogja sendiri dengan bermodalkan motor sewaan. nah dari situlah akhirnya mereka SAH berantem. bahkan kak Emma cerita, sampai kemarin dia telponan sama gue dia belum menjalin komunikasi apapun sama Isobel. sesuatu yang cukup disayangkan sekali. dasar cewek jaman now, cuma gara-gara hasil foto aja sampe berantem, apalagi kalau lebih dari itu? jangan-jangan bisa saling bacok #eh
Gegara kejadian itu akhirnya kak Emma menghabiskan waktu liburan di jogjanya sendirian, niat hati pergi jalan-jalan berdua pun sirna, si Isobel yang menjadi pemegang kendali hari itu  mengambil alih motor yang telah mereka sewa, akhirnya kakak gue si Emma Watson ini terpaksa harus ke Candi Borobudur sendirian dan naik moda transportasi umum, kasihan! *nulis sambil geleng-geleng* tapi dari pengalaman sendirian ini akhirnya dia menemukan seorang teman berbagi yang pas... yup, dia ketemu sama mbak-mbak yang bekerja di Transjakarta *entah sebagai apa* yang jelas, mereka ketemu di luar sebelum masuk ke area candi borobudur, kak Emma kesenengan ketemu temen senasib *karena si embak-embak itu jalan ke jogja sendirian* yang bisa dimintain tolong buat fotoin kak Emma yang malang itu wkwkwk. Jadilah hari itu kak Emma habiskan dengan berjalan-jalan berdua dengan mbak-mbak transjakardah itu, setelah berjanji untuk menghabiskan waktu terakhir mereka keesokan harinya bersama-sama mereka pun berpisah. Kak Emma yang sok tahu dan cukup aneh ini naik Transjogja dengan rute yang salah, alhasil diapun nyasar sodara-sodara. di tengah nyasar itu kak Emma ini hampir saja bertemu dengan jodoh kalau saja sifat pelupanya nggak kumat.  jadi saat dia nyasar, handphonenya pun mati lantaran lowbat. dia yang kebetulan punya kelebihan percaya diri yang sudah over dosis akhirnya meminjam power bank pada laki-laki yang tengah nongkrong-nongkrong, nah sambil nunggu batrai handphonennya terisi ia pun berkenalan dengan laki-laki itu, ngobrol ngalor ngidul, dari asal-muasal kak Emma, sampai pertanyaan kenapa sampai saat ini dia masih jomblo (seriusan?) bercanda!!!). Kak Emma yang di set Tuhan cukup ramah dan seperti ini akhirnya meminta mas-mas baik disana untuk memsankan ojek online. tapi, gara-gara ojek online yang datang di moment yang nggak pas itu, jadilah ia lupa minta no telpon si mas-mas baik itu dan akhirnya pergi nggak tahu terima kasih ketika si mas-masnya lagi mau nanya ojek jemputannya yang mana. gue yakin, pas si mas-mas itu balik dan menemukan si kak Emma udah nggak ada, dia bakal menduga bahwa kak Emma ini sebenarnya mahluk astral wkwkwkwk.
Kak Emma ini orangnya kocak, rame, selalu buat suasana yang kaku jadi cair kayak sirop. satu hal, orang yang satu ini suka banget sama drama korea, bahkan gue sampe bingung, kenapa hidup gue ini di penuhi dengan orang-orang yang suka banget sama drama korea. tapi inilah kenyataannya!!!!!!
sebenarnya cerita kak Emma masih sangat panjang, karena kan gue juga belum ceritain tentang kepanikannya di bandara gara-gara di ATMnya ternyata sudah nggak ada duit lagi buat ongkos pulang, bahkan berdasarkan pengakuannya buat naik DAMRI pun dia nggak punya duit. jadilah, di bandara dia kepanikan dan minta tolong sama adik iparnya yang di bangka sana untuk transferin dia duit buat ongkos pulang!!!! gue cuma mau bilang, sumpaaaahhhhhh lo tuh nyusahin banget kak!!! tapi sumpah, cerita lo ini bener-bener kocak!!! traveling dengan uang seadanya tapi tetap semangat!!!! dan bagaimana cerita panjang lebarnya buat gue terinspirasi buat jatohin dia di tulisan ini wkwkwkwk.

Saturday, December 2, 2017

Yang Tak Pernah Usai

dari google
dari setiap memoar yang kau tinggalkan tersimpan sepenggal kisah untuk di bagikan, tentang rindu yang tak berujung pada sosokmu yang...
aku tak tahu harus menulis apalagi tentangmu, karena seperti yang kau tahu, semua tulisanku selalu bernada merindu jika yang ku bahas tentang dirimu...
sosokmu tak mudah untuk dilupa, seperti cerita legenda yang tak hilang di telan masa... terlabih untukku, karena disini kaulah tokoh utama dalam setiap cerita yang ku ciptakan... tak sesempurna Chaning Tatum dalam The Vow yang di perankan bersama Rachel McAdams memang, tapi cukup sempurna untuk mengisi lamunanku tentang sosok yang akan menjadi teman menghabiskan senja di beranda rumah seraya bercerita menyaksikan tenggelamnya matahari...
boleh aku bermimpi sekali lagi? untuk berkisah sekali lagi. atau perpisahan ini untuk selamanya? yang berarti tak akan ada tawa renyah di malam hari, teman minum kopi seraya menyaksikan acara tv.
boleh aku mengelak?
aku tak mau melupakanmu hanya karena... ah, sial!!!

tunggu aku, aku akan datang dengan kerinduan yang sama...

tentang sosokmu, yang ku harap tak pernah tiada...

Sunday, November 26, 2017

Dia

dari google


Kata mama, ia mendengarnya menangis kemarin, di kamar mandi, seorang diri. Aku bergeming mendengar pernyataan itu. Lantas kepalaku di penuhi bayangan tentang sosoknya yang hadir mengisi ingatanku, tentang bagaimana nafasnya yang sedikit berat, tubuhnya yang mudah lelah, pakaiannya yang lusuh, juga hidupnya yang jauh dari sanak saudara. Dia memang bukan sebatang kara, ia tinggal di rumah sederhana peninggalan suaminya di temani anak laki-laki mereka yang menginjak usia 23 tahun. Anak laki-laki yang kini harus menjadi tulang punggung keluarga, yang karenanya ia rela untuk bekerja serabutan demi mendapatkan uang untuk di bawa pulang. Terlebih agar keduanya bisa makan dan bertahan hidup meskipun dengan himpitan ekonomi yang sesekali mencekik mereka. Aku bukannya tak tahu tentang seberapa sulit keadaan mereka, ketika terkadang untuk sekedar makanpun ia harus bekerja bantu-bantu di rumah para tetangga, hal yang seringkali membuat hatiku seolah tercabik melihatnya. Ya, hanya itu memang yang bisa ku lakukan! Selebihnya, aku hanya berharap bahwa suatu hari nanti aku tak hanya sekedar menaruh prihatin.

Sebenarnya, anak laki-laki itu bukan anak satu-satunya, karena selain anak laki-laki itu ia memiliki seorang anak perempuan yang sudah berkeluarga, cucu serta cicit. Bahkan, berdasarkan pengetahuanku ia juga memiliki dua adik laki-laki yang sesekali mengunjunginya, walaupun intensitasnya tak terlalu sering. Bahkan untuk ini aku bersaksi bahwa setahun hanya 2 kali mereka mengunjungi kakak perempuan satu-satunya itu, idul fitri dan idul adha. Aku bahkan berfikiran bahwa ia tak bisa mengandalkan mereka, terlebih karena mereka sudah memiliki kehidupan serta tanggung jawab sendiri.

Lantas apakah ia bisa mengandalkan anak, cucu, atau adiknya tersebut? menurutku tidak, ia tidak bisa berharap banyak pada mereka, terlebih pada anak perempuan satu-satunya tersebut. Bagaimana dia bisa mengandalakan anak perempuannya, sementara ia juga memiliki kesulitan yang tak kalah dengan ibunya. Mulai dari anak-anaknya yang masih perlu banyak biaya untuk sekolah, di tambah dengan kondisi suaminya yang sudah tidak bisa mencari nafkah lantaran sakit yang beberapa tahun terakhir di deritanya. Jangankan untuk meminta uang pada anak perempuannya tersebut, sekedar untuk mengeluhpun kadang ia sungkan, takut kalau keluhannya bisa menambah beban fikiran bagi sang anak. alhasil, dia lebih memilih untuk tak memusingkan penderitaannya sendiri. Bahkan yang sering kali aku lihat, ketika anak serta cucu-cucunya datang ia selalu berupaya memberi yang terbaik untuk mereka, meski itu berarti ia harus meminjam kesana-kemari. Baginya, tak ada kebahagiaan di dunia ini selain bisa berkumpul dengan anak serta cucu-cucunya, walau tak jarang anaknya datang berkunjung untuk sekedar mengadu kesulitan yang tengah di hadapinya. Tentang bagaimana ia yang seharusnya hanya bertugas sebagai ibu rumah tangga harus membalikkan kendali dalam keluarga agar tetap dapat hidup di tengah kesulitan yang semakin menjempit.

Jujur, aku tak ingat kapan terakhir melihat anak perempuannya berkunjung, karena setahuku dalam 1 tahun tak sampai 5 kali mereka datang menjenguk. Aku mengerti apa penyebab utamanya, ekonomi. Himpitan ekonomi membuat mereka saling meredam rindu untuk bersua. Himpitan ekonomi juga yang membuat mereka pada akhirnya hidup dalam kesulitan demi kesulitan sekedar untuk menemui makan sehari-hari.

Aku tak mengerti kenapa bahasan ini menjadi begitu sulit, terlebih jika mengingat bagaimana ia yang kini sudah mulai sakit-sakitan. Bayanganku kembali pada masa yang lalu, saat suaminya masih ada. dulu, dialah wanita yang menjaga serta merawat suaminya yang seringkali sakit. Setiap kali sakit itu datang ia yang akan merawatnya hingga pulih kembali, menjaganya, memberikan ramuan herbal kepadanya, serta membawanya ke rumah sakit dengan uang hasil kerja suaminya atau kadang meminta dari saudara-saudara suaminya. Sampai akhir hayat suaminya, ialah yang merawatnya, ialah orang yang paling bersedih atas kehilangan itu, yang bersama kepergian itu pula hilanglah pegangannya selama ini tentang laki-laki penopang kehidupan keluarga yang pergi seiring berjalannya usia.

Kini, dia sendiri. Tak sendiri memang, karena ia masih punya anak laki-laki yang tinggal seatap dengannya. Tapi, dalam urusan berkeluh kesah, ia tak punya pendengar yang dengannya juga hadir solusi untuk menghadapi semua kesulitan yang tengah di hadapi. Setidaknya itu yang seringkali membuatku berpikir tentangnya terlebih jika ingatan itu datang lagi, nafasnya yang sedikit berat, tubuhnya yang mudah lelah, jantungnya yang seringkali berdebar begitu cepat, untuk yang terakhir dia sendiri yang mengatakannya padaku beberapa waktu lalu ketika ia datang untuk meminta sesuatu seraya menangis. Pernah aku berpikir; kalau dia sakit nanti, siapa yang akan menjaganya? Siapa yang akan merawatnya? Apakah ia punya uang untuk di bawa ke rumah sakit? Atau, akankah ada yang bersedia membantunya jika ia sampai di rawat di rumah sakit? Lalu fantasiku yang berlebihan membawaku pada pertanyaan, kalau kelak dia meninggal siapa yang akan mengetahuinya lebih dulu? Apakah ia akan meninggal sendirian di dalam kamarnya yang pengap itu dan di temukan beberapa jam setelahnya? Apakah...Apakah...Apakah...Apakah...Bagaimanakah...Seperti apakah?????? Aku tak tahu!!! Aku benci fikiran seperti itu, tapi aku juga tidak bisa mengenyahkan fikiran semacam itu ketika setiap kemungkinan bisa saja terjadi pada dia.

Aku percaya, di luar sana masih banyak yang sepenanggungan dengannya atau mungkin lebih parah dari situasi yang dihadapinya setiap hari. Tapi, bisakah kita melihat itu dengan biasa saja sementara mereka yang mengalaminya harus berjuang hidup setiap harinya? catatan ini untuk dia, sosok wanita tua yang kata mama menangis sendiri di dalam kamar mandi karena tak bisa lagi menahan setiap beban yang terus di emban seorang diri.

Sunday, November 12, 2017

Kamu hamil?



bayangan punya bentuk tubuh ideal selalu terpampang di kepala gue yang kecil, dan tiap kali bayangan itu muncul gue bisa menangkap sosok itu dengan sangat sempurna, yup Ralin Shah. stop!!! jangan ketawa!!!!! *nulis sambil pasang muka serem ala-ala film susana jaman baheula* jangan meledek gue! atau tepatnya, jangan hentikan khayalan gue! ini mungkin terjadi gara-gara gue sering lihat mukanya Ralin Shah di kereta *karena ada poster di sana maksudnya*, jadinya obsesi itu datang juga ke kepala dan.... tadaaaaaaaaaaaaaaaa!!!! bayangan Ralin Shah menjelma menjadi Nani Arpan sempurna dengan tubuh ideal tapi muka sangat miris! *fuckk* gak bisa di pungkiri bahwa bentuk tubuh gue ini sangat jauh dari kata sempurna *100% bener?* badan gue kecil kurus hal yang mengindikasikan bahwa gue ini mungkin menderita gizi buruk *asumsi yang cukup menyedihkan* atau mungkin cacingan *nulis sambil nutup muka*  alhasil bayangan tentang punya badan super ideal kayak Ralin Shah bisa jadi pengobat hati yang menyenangkan, meskipun kalau di kolaborasikan dengan wajah gue jadinya teteup, mentok paraaaaaaaahhhhhhhhh. aku nih apa sih, nggak realistis!!!!! mana bisa muka gini bisa jadi kayak Ralin Shah, yang kemungkinannya nggak banget hahahahahah. oke! lupakan dulu bayangan itu! kita enyahkan seketika, nanti kalau udah saatnya kita lanjutkan kembali dengan khusyu. sekarang kita bahas tentang adek bungsu gue yang mukanya makin item gegara main mulu. mukanya dekil pake banget. pokoknya gitulah.
btw, gue belum pernah cerita ya kalau gue ini punya adek? kayaknya sih belum *males buka-buka postingan lama* jadi gini gaes, kebetulan ya gue ini punya 2 adek yang kebetulan dua-duanya itu cewek. adek gue yang pertama itu cabe-cabean nah yang kedua ini boncabe. nah disini yang bakal gue bahas ini bukan tentang si pertama, melainkan yang ke dua ini, si boncabe yang lincahnya pake banget bahkan sangking lincahnya yang suka over dia itu sampe sering lari-larian di dalem rumah tiap kali disuruh ambil air minum, alhasil tuh air sampe tumpah-tumpah dan buat dirinya kepeleset hingga kejengkang. sudah bisa di tebak apa yang terjadi dengan dirinya. nangis kejer.  tapi karena dia hanya anak kecil yang masih belum bisa di bilangi alhasil dia selalu mengulangi hal yang sama, nggak pernah kapok meskipun kepalanya sampai harus mencium lantai di bawahnya dengan sangat intim, bahasa gue keren kan? udah bisa jadi penulis novel belom? boleh ya? *sakitnya kumat* hal itu jadi mengingatkan gue waktu gue seumuran sama dia, karena gue sering lihat film-film di tv tentang orang buta alhasil gue sering main buta-butaan gitu sendirian dirumah. pernah kejadian, waktu itu gue tengah mempraktekkan jadi orang buta dirumah, karena sudah begitu sering gue main kayak gitu akhirnya guepun sering melakukannya, dan siang itu gue tengah apes karena gue yang jalan merem harusnya lurus malah belok dan GEDUBRAKKKKKKKKKKKK... mama gue lari keluar. gue belom nangis. pas kepala gue udah di elus-elus sama mama gue, nah saat inilah gue langsung kejeeeeeeeeeeeerrrrrrrrrrrrrrrr.... begitu jugak adek gue, kalau nggak di alem pasti bakal ketawa-ketawa. tapi pas di bilang "aduh sakit nggak?" dengan muka khawatir, carmuknyapun di mulaiiiiiiiiiiii.... maklum lah bokkkkk, anak usia segitu memang paling seneng cari perhatian hahahahahaaa.
adek gue yang kedua ini namanya salsabila blablabla, biasanya gue  panggil dia salsa or sasa. kulitnya itu item padahal dulu sempet putih *lho?* gue sendiri nggak tahu kenapa kulitnya bisa berubah item dekil kayak sekarang. pernah suatu waktu pada masa yang telah lalu adek gue yang paling item ini mengeluarkan statement yang buat gue sampe ngakak. jadi waktu itu gue lagi ngajak dia ke suatu tempat buat nemenin gue ngerjain tugas on cam ala-ala presenter REALITAS di Metrotv itu, nah selesai take gambar akhirnya gue foto-fotolah bareng nih bocah. pas gue selesai foto nih si bocil satu kepingin lihat fotonya, nah pas lagi dia lihat fotonya dia bilang "ih teteh, di kamera kamu muka aku jadi putih. hebat banget ya" untuk seketika gue dan adek gue yang satunya lagi langsung saling pandang dengan wajah yang kalau di terjemahkan "adek lo tuh" dan gitulah. itu adalah adegan paling kocak yang terjadi saat itu, gue sampe melongo dan nggak habis fikir sama anak usia 7 tahun itu. bisa-bisanya dia bicara seperti itu. tapi jujur, itu adegan lucu banget dimana seorang anak usia 7th berbicara dengan sangat jujurnya ditambah ekspresi wajahnya yang buat gue sampe nggak tahan buat cerita sama mama gue perihal kejadian tersebut. akhirnya ceritalah gue sama mama gue dan adek gue pun marah. nah, dia juga punya kebiasaan yang bikin gue harus tarik nafas panjang yaitu, dia itu nggak akan rela membuat orang yang meledeknya melenggang bebas tanpa kena cium kepala sapu lidi, alhasil kalau gue lari menghindari ciuman yang tak indah itu dia bakal ngejar-ngejar sampe kena. kalau ternyata enggak yak sudah bisa di tebak, dia bakal nangis kejer dan nggak mau berhenti sampe buat gue diomelin sama mama. ini tak enak! menyebalkan! nggak berperi ke kakak-an.  tapi karena shes my younger sisters so i should be loves her like i love myself huahahahahah. jadi sudah bisa disimpulkan, meski dia menyebalkan gue harus tetap bisa sabaaaaaarrrrrrrrrr..
time changes and people changes *salah* times change and body changes, nah ini baru bener!!! waktu berubah dan sekarang  adek gue yang bungsu ini berubah, terutama untuk berat badan. adek gue yang dulunya badannya kecil banget kayak gagang sapu sekarang udah berubah gemuk. badannya udah mulai melar. gue jadi inget masa SD dimana setiap temen-temen termasuk gue percaya bahwa bola bekel yang direndem di dalem minyak tanah itu bakal berubah jadi gueeeeeeedddddddddddddeeeeeeeeeeee tapi kenyataannya ngeeeeeeeeeeeeeekkkkkkk, yang ada bola bekel gue jadi nggak bulat lagi melainkan menjadi berbentuk jajar genjang... kok bisa...kok bisa...kok bisa...? *mendramatisir norak*
apa korelasinya bola bekel yang di rendem sama si sasa? korelasinya gini, mereka yang mau bola bekelnya jadi gede secara praktis (tanpa beli maksudnya) akan memilih metode ini, nah adek gue juga masuk kesini, berat badannya naik tanpa gue sadari (entah ini praktis atau spontan atau mungkin dadakan). gue baru tahu berat badan adek gue nambah sejak gue sadar bahwa pantatnya itu kentara banget waktu dia pake celana leging. berbentuk gitu gaes. ngerti kan? gue sempet nanya? kapan mama gue ngerendem dia di minyak tanah? kok bisa-bisanya gue nggak di direndem padahal kan gue juga kepingin gemuk. tapi kenapa mama gue jahat? kenapa cuma adek gue doang yang diizinkan memiliki pantat besar kayak ayam boiler sudah siap panen? kenapaaaaaaaaaaaaaaaa? *nangis tersedu-sedan di bawah tiang lampu* kenapa Tuhan?????
sekarang akhirnya si bungsu item dekil pantat gede itu udah mulai songong sama tetehnya yang masih kurus kayak gagang sapu ini, tiap kali kesel sama gue gara-gara gak gue kasih masuk kamar waktu lagi nonton Harry Potter atau pas gue omelin maka tanggapan setelahnya "buka pintunya kuruuuuussssss" *gue nangis* "minjem apa teh... dasar badan kurus" *mulai cari tambang* dan akhirnya kepala kecil gue yang di dalamnya terdapat otak ini berpikir keras, bagaimana caranya supaya gue bisa bales dendam dan bisa buat dia kalah telak. akhirnya otak cerdas gue menemukan cara. memang ini frontal, buktinya gue pernah diomelin sama mama cici gue waktu lagi ngeledek si sasa yang sekarang mirip ayam boiler siap panen ini. tapi gue puaaaaassssss, karena setelahnya dia langsung nangis.
"salsa, perut kamu gede banget kenapa?" gue mulai memancing.
"tadi aku abis makan sate pake nasi, terus nasinya aku abisin" katanya polos.
"jangan-jangan kamu hamil. lihat tuh perut kamu kayak orang hamil gitu"
"ih enggak teteh. aku kan masih kecil"
"itu tuh hamil tahu. orang yan perutnya gede itu cuma orang hamil. masa iya makan sate sama nasi aja perutnya sampe gede" jelas gue dengan muka meyakinkan.
dia nangis. dia nangis. dia nangis. dia nggak bisa menerima kenyataan bahwa gue lebih smart. dia berusaha menjambak rambut bondol gue. dia berusaha untuk melilitkan tambang ke leher gue. dan dia berusaha untuk bisa menyiksa gue. tapi hal itu nggak pernah kejadian, karena itu semua hanya khayalan belaka gue yang terlalu banyak baca novel fantasi. melihat kemenangan itu, akhirnya gue mempatenkan kata-kata julid bin jahat itu untk buat dia nangis tiap kali kepikiran buat ngeledeknya. dan jadilah, gue selalu bilang kalau "salsa kamu hamil ya?" meskipun ia sudah nggak nangis lagi tapi kebiasaannya yang nggak akan puas sebelum orang yang mengganggunya kena bogem tetap berlanjut.
perubahan itu datang dengan begitu cepat. dia yang dulu makannya paling sedikit sekarang makannya banyak banget, yang biasanya nggak suka makan mie instan sekarang kalau makan mie instan bisa habis + telor lho. gue? anjirrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr, makan 1 mie instan aja nggak pernah habis apalagi kalau pake telor, paling cuma telor + kuahnya doang yang gue makan. mienya gue nggak bakal makan. apalagi habis???? bisa-bisa begah banget gue. wajar memang kalau tiba-tiba dia punya badan berisi dengan pantat gede persis ayam boiler mau di panen, soalnya itu tadi, nafsu makan dia udah nggak kayak dulu lagi. gue rasa sekarang lambung dia sudah mulai melebar alhasil sudah bisa untuk menampung banyak makanan disana, nggak kayak gue yang kata sebagian orang kapasitas perutnya kecil pake banget persis hidung gue yang di set minimalis. mungkin kalau gue punya nafsu makan yang besar gue juga bakal gemuk, tapi sayangnya nggak gitu juga kali ya hahahahahaaaa.
pernah suatu waktu gue nanya adek gue pas lagi nonton tv.
"sa badan kamu kok bisa gemuk gitu sih" kata gue sambil ngeliatin si item di depan gue itu.
"iyalah, aku kan nggak punya pikiran" katanya polos
gue melongo.  mungkin maksudnya nggak banyak pikiran bukannya nggak punya pikiran. disitu gue ngakak. dan bilang ke dia.
"pantes aja nilai matematika kamu jelek banget!!!"