Monday, January 7, 2019

Contoh Skenario Film Pendek "OUR DREAM" Cinta Tapi Beda (2/100)

Anak Broadcasting ya?????? *entah nanya siapa?* Pernah di suruh buat naskah film sama dosen? Pasti!!!!!! Tapi bingung gimana nulisnya?????? Sama gue jugakkkkkkk.... Semester 5 ini gue dapet mata kuliah Sinematografi dimana dalam kelas ini gue memiliki kelompok untuk membuat sebuah film pendek untuk syarat mengikuti UAS, dan dalam kelompok tersebut gue, Nani Arpan, di tugaskan untuk membuat Skenario film.... Padahal, dikasih tahu aja enggak gimana cara buatnyaaaa... Tahu aja enggak skenario film itu bentuknya kayak apa????? Pernah bikin film, tapi nggak pake skenario-skeanrioan... Pake Skenario sih tapi ala kadarnya. Tapi di dosen ini???? semuanya harus serba kayak buat film beneran.... Nah, makanya sekarang gue mau tunjukkin nih skenario hasil gue sendiri.... semoga bisa menjadi gambaran ya, dan bisa menjadi pelajaran buat kalian yang nggak mau salah kayak gue wkwkwkwkwk.

Notes : buat skenario itu nggak sembarangan yak guys, ada software khususnya juga... kalau di komputer sih biasanya akoh pake Final Draft, tapi kalau mau fleksibel dan bisa buat dimana aja, mungkin pas lagi perjalanan dari kampus ke rumah atau sebaliknya bisa pake Cetlx, itu bisa di download di smarthphone kaliannnnnnhhhhh!!!!
Nah, kalau skenario gue ini gue tulisnya di Ms Word, maklum dulu gue awam perihal ituuuuu wkwkwkwk. So, jangan ikutin gue yaaaahhhhhhhh....
poster film kitaaahhhhhhh
Our Dreams
Written by Nani Arpan

1. INT. kantor Joice - Ruang kerja - day
Joice tengah duduk di meja kerjanya, sibuk memandang layar laptop yang tengah menampilkan jendela microsoft word. Joice terlihat begitu serius.
Irene, berjalan dari arah lain dan mendekati Joice yang masih menatap layar laptop dengan serius.
IRENE
bukannya hari ini lo ada miting sama penulis baru ya?
Irene menarik kursi dari meja lain tepat ke samping Joice, dan mendudukinya.
JOICE
miting?.... nggak ada.
IRENE
free dong hari ini?
joice menatap Irene dengan pandangan curiga. pandangan penuh dengan pertanyaan. lantas ia berkata
JOICE
nggak bisa di bilang free juga, nih gue lagi kerja (nunjukin  layar laptop ke Irene)
IRENE
lo tau kan Jo kemana gue bisa curhat?
Joice menatap wajah Irene dalam.
JOICE
oke, intinya?
IRENE
gue berantem lagi sama Rian, sepele, gara-gara gue negur dia yang menurut gue sok-sokan skeptis perihal keyakinan, kadang gue suka mikir, apa selama ini gue pacaran sama Atheis?
JOICE
lagian ngapain sih ngebahas masalah gituan? lo nya juga sih.
IRENE
gue cuma lagi baca artikel tentang Tom Cruise waktu dia jemput kemarin, terus mulut gue yang lincah ini nggak sengaja ngomentarin tentang Scientology yang dianut Tom Cruise sebagai agama yang mahal.
JOICE
terus?
IRENE
kita debat.
Joice tertawa mencibir.
IRENE
semakin kesini... gue merasa bahwa kita semakin jauh dari kita yang dulu. kalau nggak berakhir dengan diem-dieman ya pasti adu argumen. entah siapa bener atau salah, intinya kita berantem aja.
JOICE
gue pernah kayak gitu dulu (sambil senyum ke Irene) apalagi gue sama dia sama-sama keras, gimana ya?.... batu ketemu batu gitu Ren, nggak ada yang mau kalah kalau udah adu argumen.
IRENE
persis gue sama dia..... tapi gue nggak mau  berakhir kayak lo...
JOICE
ya jangan pikir macem-macem gitu, setiap orang kan pemikirannya beda-beda. buruk di gue belum tentu buruk di orang lain, gak bisa di gue bukan berarti nggak bisa di 'lo kan?
IRENE
segala kemungkinan itu bisa aja terjadi, kan?
JOICE
gak ada jurang pemisah apapun antara lo sama Rian, lo cuma jenuh. dan ketika lo sama dia berani untuk mengambil langkah baru lagi, semuanya bakal normal.....
Joice menatap Irene dengan tatapan penuh pengertian.
2. EXT. Stasiun - di kursi tunggu - day
Rasyid tengah duduk di kursi sebuah stasiun, dengan sebuah laptop terbuka di pangkuannya. sementara itu, matanya sibuk menulusuri foto demi foto di dalamnya. sampai tak sengaja fotonya tengah berdua dengan Joice muncul di layar laptop.
Rasyid memandang foto itu sebentar, tatapannya penuh kerinduan. lantas ia menutup laptopnya kasar, dan memasukannya kedalam tas.
Rasyid berjalan melintasi ruang tunggu dan berdiri di pinggir peron, menunggu kereta. dan masuk ke dalam kereta saat kereta berhenti.
3. INT. kantor Joice - ruang kerja - day
IRENE
jadi, bagaimana akhir lo sama dia sekarang?
JOICE
seperti yang kebanyakan orang pikir, mereka lebih tahu bagaimana ini berakhir.
IRENE
nggak ada yang lebih tahu  selain lo dan dia. selalu ada kemungkinan, bukan?
JOICE
......
handphone irene berbunyi, ia melihat nama yang tertera di layar. memberi isyarat pada joice untuk mengangkat telphone. Irene berjalan menjauh.
Joice kembali ke layar laptopnya, menyibukkan diri kembali.
4. INT. sebuah kaffe - day
(2 MINGGU YANG LALU)
Joice dan ibunya duduk berhadap-hadapan. cukup lama mereka saling diam satu sama lain. sampai akhirnya Elizabeth, mama Joice berkata.
ELISABETH
mama udah bilang sama kamu berkali-kali, nggak ada masalah apapun dengan itu. even dia jewish, budha, s
cientology, muslim, apapun itu. asal itu cuma temen, bukan pacar.
joice mengangguk. Elisabeth memajukan tubuhnya ke Joice, menatap dalam mata anaknya tersbut.
ELISABETH
apa maksud kamu dengan mau ngenalin dia ke mama?
JOICE
aku cuma mau mama sama dia saling kenal, biar mama tahu laki-laki seperti apa yang bakal mendampingi aku kelak.
elisabeth kaget dengan pernyataan joice, matanya sedikit terbelalak.
ELISABETH
kamu jangan sembarangan kalau ngomong.
JOICE
aku udah duga reaksi mama bakal kayak gini....
ELISABETH
gak cuma reaksi mama yang kayak gini Jo, mama yakin, orangtua dia pun kalau tahu anaknya berhubungan dengan kamu, pasti akan bersikap sama seperti mama.
elisabeth memandang wajah joice dalam.
ELISABETH
berhenti.. mama mau kamu hentikan ini secepatnya.
JOICE
atau??
ELISABETH
semua akan semakin sulit kedepannya.
JOICE
kita udah jalan cukup lama untuk ini, dan itu bukan berarti ketika mama bilang berhenti aku bakal berhenti.
ELISABETH
ooo.... apa itu berarti kamu akan terus lanjut walau mama sudah pasti nggak akan setuju?
JOICE
......
elisabeth meraih tangan joice dan menatap matanya dalam. cukup lama mereka diam satu sama lain.
ELISABETH
kamu nggak akan pernah nyakitin hati mama, mama tahu itu.
elisabeth menarik nafas panjang. melepaskan genggamannya. meraih handphone dari atas meja. mengeceknya sebentar dan memasukannya ke dalam tas. ia bergegas untuk pergi.
joice memerhatikan elisabeth.
JOICE
mama mau kemana?
ELISABETH
balik ke kantor. mama ada internal miting 1 jam lagi.
JOICE
aku belum selesai ngebahas ini.
ELISABETH
intinya enggak, Jo, mama nggak mau di kenalin sama dia. dan mama nggak mau kenal sama orang yang buat kamu akan ninggalin mama.
Joice tertawa tidak percaya.
JOICE
maksud mama apa?
ELISABETH
kamu tahu maksud mama.
elisabeth berdiri dari duduknya. berjalan meninggalkan joice yang masih tidak percaya.
5. EXT. di depan sebuah kaffe - day
Elisabeth berjalan keluar ketika Rasyid bergegas masuk ke dalam kaffe.
6. INT. sebuah kaffe - day
Rasyid berjalan menghampiri Joice yang tengah tertunduk sendirian. ia mengambil duduk tepat di depan Joice. lantas berkata.
RASYID
apa aku telat?
joice mengangkat kepalanya. menatap Rasyid datar, lantas mengangguk.
                                        CUT TO :
7. EXT. di sebuah jalan - day.
Rasyid berjalan bersisian dengan Joice, di bahunya tercangklong sebuah kamera.
JOICE
apa orangtua kamu juga akan bersikap seperti ini?
RASYID
aku nggak tahu.
JOICE
menurut kamu?
RASYID
aku nggak yakin?
JOICE
kenapa nggak yakin?
RASYID
karena aku nggak pernah kenalin kamu ke mereka. aku nggak tahu bagaimana reaksi mereka kalau aku bawa kamu ke rumah.
JOICE
kenapa kita nggak coba?
rasyid menoleh ke Joice tidak percaya.
RASYID
kamu serius?
JOICE
nggak serius kenapa? kita nggak akan tahu apa reaksi mereka kalau kita nggak coba kan? jadi, kapan kamu mau kenalin aku ke orangtua kamu?
RASYID
kapanpun kamu mau...
mereka melanjutkan jalan mereka. sesekali Rasyid mengambil gambar Joice yang berjalan mendahuluinya. mereka mengobrol. bercanda. saling mengambil gambar satu sama lain.
8. INT. Rumah Joice - kamar tidurnya - night
Joice berbicara dengan irene lewat telphone.
JOICE
gue minta Rasyid untuk ngenalin gue ke orangtuanya.
9. INT. Rumah Irene - ruang tengah - night
IRENE
gila ya lo Jo, udah jelas nyokap lo aja nggak mau ketemu sama Rasyid. lo malah mau ketemu orangtuanya dia? gila lo!
10. INT. Rumah Joice - kamar tidurnya - night
JOICE
mau gimana lagi Ren? toh mau hari ini atau tahun depan pun tetap sama, orangtua Rasyid pasti bakal tahu juga kalau kita punya hubungan.
11. INT. Rumah Irene - ruang tengah - night
IRENE
iya... gue ngerti masalah itu... tapi sekarang bukan waktu yang tepat. lo sendiri bisa lihat reaksi mama lo kayak gimana? apalagi orangtuanya Rasyid?
12. INT. Rumah Joice - kamar tidurnya - night
JOICE
......
13. INT. Rumah Irene - ruang tengah - night
IRENE
pertimbangin lagi, kalau lo mau ketemu... seenggaknya jangan di saat emosi lo lagi nggak baik kayak sekarang-sekarang ini.
joice berdiri di depan jendela, melihat keluar jendela yang sudah gelap.
14. INT. Rumah Irene - ruang tengah - night
IRENE
Jo... (irene menarik nafas) jangan terlalu terburu-buru untuk masalah kayak gini...
15. INT. Rumah Joice - kamar tidurnya - night
JOICE
tapi gue udah siap..
16. INT. Rumah Irene - ruang tengah - night
IRENE
siap untuk?
17. INT. Rumah Joice - kamar tidurnya - night
JOICE
segala kemungkinannya.
         CUT TO :
18.INT. KANTOR RASYID – STUDIO
rasyid duduk sendirian di depan meja siaran selepas on air berita malam berakhir. sementara itu beberapa orang tengah sibuk dengan tugas masing-masing.
Rasyid mengeluarkan handphone dari saku celananya, melihat ada 2 panggilan tak terjawab dari Joice.
Rasyid mencoba menghubungi balik Joice, namun Joice berada dalam panggilan lain.
Rasyid memasukan kembali handponenya ke saku celana.

19. INT. rumah Joice - kamar tidurnya - night
joice mengakhiri panggilan dengan Irene. ia lantas meelihat jam di dinding kamarnya. ia menjatuhkan tubuhnya ke kasur.
                                                     CUT TO :
20. INT. DI KANTOR JOICE - RUANG MITING - DAY
Joice duduk berdua dengan Rossa, penulis yang bukunya ia handle.
JOICE
jadi, buku ke dua ini bakal bercerita tentang apa Cha?
ROSSA
masih sama mbak, tentang perpisahan.
JOICE
perpisahan kayak gimana? (joice bertanya sambil membaca-baca naskah yang tengah ia pegang)
ROSSA
jadi gini mbak, cerita ini bakal bercerita tentang 2 orang kekasih yang sudah jalan cukup lama dalam hubungan mereka. terus karena masalah prinsip, mereka memutuskan untuk mengambil langkah sendiri-sendiri.
JOICE
prinsip? prinsip kayak gimana maksudnya?
ROSSA
tepatnya sih keyakinan mbak...
joice tersedak kopi yang tengah ia sesap.
JOICE
kok berat banget ya?
ROSSA
aku juga awalnya berpikir gitu mbak, tapi ini menarik... karena ini pengalaman ayah aku dulu... jadi sumbernya relevan.
joice kembali membolak-balikan naskah yang sudah jadi tersebut, membaca beberapa bagian.
JOICE
kamu lanjut tulis bab berikutnya, untuk bab yang sudah jadi ini aku lihat dulu.
ROSSA
menurut mbak gimana?
JOICE
aku sih gimana kamunya, kalau menurut aku ini menarik dan... ya, menjual! tapi kamu harus banyak riset juga, karena temanya lumayan berat.
ROSSA
aku sih udah mengamati tentang kisah ini lumayan lama mbak, bahkan sebelum buku pertama aku terbit. tapi karena aku belum pede jadi ya aku hold dulu kisah yang ini.
JOICE
kamu ada pengalaman pribadi?
jois bertanya dengan mimik serius. yang ditanggapi dengan senyuman oleh penulis buku.
ROSSA
kalau aku sendiri yang menjalani, dalam arti.. menjalin hubungan beda agama gini, aku belum. sama sekali belum.
JOICE
tapi???
joice memasang mimik tengah mengorek informasi, mata sedikit disipitkan, dan kepala sedikit dimiringkan ke kiri.
rossa tertawa melihat ekspresi joice yang begitu di kenalnya.
ROSSA
jadi gini mbak, ini pengalaman kedua orangtua aku... mereka bercerai setalah 6 tahun pernikahan.
JOICE
oh ya? (mimik kaget)
ROSSA
iya. itu mengapa aku mau berbagi tentang pengalaman yang dialami orangtua aku disini, tentang bagaimana masalah demi masalah muncul, mulai dari hubungan yang nggak di setujui, bingung untuk menikah dengan cara seperti apa... banyak hal sebenarnya. itu sebabnya, ketika mereka udah nggak bisa lagi membahas itu bareng, perceraian jadi jalan keluar untuk kebersamaan mereka... dan, itu alasan aku nulis ini.
joice kaget mendengar pertanyaan Rossa tersebut.
21. INT. KANTOR RASYID - STUDIO BERITA - DAY
Rasyid tengah bersiap-siap untuk pulang.
TEMAN RASYID
mau kemana? kok buru-buru banget?
RASYID
mau balik dulu. ada urusan sebentar.
TEMAN RASYID
urusan atau urusan??
Rasyid berlalu. tidak menggubris teman-temannya yang tersenyum jahil seperginya dia.
22. INT. KANTOR JOICE - RUANG KERJA - DAY
teman Joice berjalan ke meja Irene, menghampiri Irene yang duduk di mejanya.
TEMAN JOICE
Ren, Jo mana?
irene melihat ke arah suara. Dimana seorang teman tengah berjalan ke arahnya.
IRENE
di ruang miting.
MIRNA
ngapain?
IRENE
menurut lo kalau ada orang lagi di ruang miting itu berarti lagi apa? A. makan siang. B.tidur siang C.miting
MIRNA
di tanya serius juga..
Irene tersenyum puas melihat ekspresi mirna.
IRENE
ada miting sama Rossa, ngebahas buku kedua dia.
Mirna mengangguk, lantas berjalan keluar dan meninggalkan Irene sendiri.
23. INT. KANTOR JOICE - RUANG MITING - DAY
JOICE
kamu tahu cha, ini bakal jadi buku kedua kamu yang luar biasa. percaya deh sama mbak.
mereka berdua berdiri dari duduknya.
ROSSA
terima kasih mbak atas dukungan penuhnya. aku harap mbak dengan senang hati memberi sentuhan juga di buku ini.
JOICE
pasti! jangan bosen yah kalau aku bakal sering-sering nagih naskah.
Rossa menggeleng.
ROSSA
aku pamit ya mbak, salam buat mbak irene.
mereka berdua lantas bersalaman. setelah bercipika-cipiki Rossa meninggalkan Joice sendiri.
Joice kembali pada naskah novel Rossa.
24. INT. RUANG MITING - DAY
teman irene memasuki ruang miting saat rossa sudah keluar. berjalan menghampiri joice yang tengah membolak-balikan naskah.
MIRNA
miting sama rossa?
JOICE
iya, baru aja selesai. kenapa?
MIRNA
mau tagih deadline.
kata teman joice sambil menggerak-gerakan tangan, menagih.
JOICE
astagaaaaaaaa, bentar gue kirim.
MIRNA
harusnya itu dari tadi pagi udah lo kirim ke gue.
JOICE
sumpah gue lupa banget.
MIRNA
oke, no problemo.
saat Joice tengah sibuk dengan laptopnya untuk mengirim email, handphone nya berbunyi. Ia melihat nama di layar handphone. Rasyid menelphonenya.
25. EXT. DI LUAR KANTOR JOICE - DAY
RASYID
hi... aku udah di kantor kamu.
26. INT. DI RUANG MITING - DAY
JOICE
iya.. iya.. sebentar lagi aku turun.
kata joice dengan suara buru-buru. sementara itu mirna melihat joice dengan pandangan menunggu. joice mematikan telphone.
JOICE
oke, udah gue kirim mir.
Kata joice lega. Mirna melihat joice dengan pandangan datar. Lantas keluar meninggalkan joice hendak bergegas pergi.
27. EXT. DI DEPAN KANTOR JOICE – DAY
JOICE
hai...
RASYID
mau makan dulu?
JOICE
boleh.
Joice menghambur ke peluk Rasyid.
28. INT. TEMPAT MAKAN - DAY
JOICE
gimana pekerjaan kamu hari ini?
RASYID
masih berjalan seperti biasa.
joice memiringkan kepalanya, menatap Rasyid dengan senyum.
JOICE
kamu nggak apa-apa?
RASYID
nggak, aku nggak kenapa-napa.
pelayan mengantar makanan ke meja mereka. sebelum menyantap makanan masing-masing dari mereka berdoa sesuai dengan keyakinan.
mereka menyantap makanan mereka sambil bercerita. mereka terlihat sangat bahagia.
tiba-tiba rasyid berhenti bercanda dan berkata :
RASYID
kamu tahu nggak kenapa dulu kita bisa ketemu?
joice menatap mata Rasyid dan menggeleng.
RASYID
karena aku gantiin tugas temen aku untuk ngeliput natal di tempat kamu.
JOICE
o ya?
RASYID
iya... hari itu aku baru pulang liputan dari luar kota. tiba-tiba produser aku dateng untuk minta aku gantiin teman aku yang tiba-tiba izin lantaran di hari itu anaknya masuk rumah sakit.
JOICE
dan kamu nggak nolak meski kamu baru balik dari luar kota?
rasyid menggelengkan kepalanya.
RASYID
buktinya aku ada disana bukan?
joice tersenyum mendengar itu.
RASYID
ada banyak hal yang terjadi dalam hidup aku sejak hari itu, dan semua itu sebagai sebuah kebetulan yang... beruntung. kayak ketemu kamu, kenal sama kamu, sampai akhirnya kita jalan bareng... bahkan sampai sekarang. kalau aku ingat itu, aku bersyukur karena aku nggak nolak permintaan producer aku.
joice tersenyum mendengar itu.
RASYID
kadang, aku merasa bahwa aku kepingin kembali ke masa-masa itu... waktu pertama kali aku kenal kamu...
joice berhenti menyantap makanannya. ia meletakkan sendok di atas piring dan menatap Rasyid serius.
JOICE
are you okay?
tanya joice serius.
RASYID
aku nggak apa-apa.
JOICE
nggak...
??? ada apa?
joice menatap rasyid serius.
Rasyid memalingkan wajahnya sebentar dari tatapan Joice. lantas kembali menatapnya lagi.
RASYID
jujur, aku belum siap untuk ngenalin kamu ke orangtua aku.
joice masih menatap rasyid dengan tatapan yang serius.
RASYID
aku tahu apa tanggapan orantua aku tentang ini. aku yakin ini nggak akan lebih baik di banding reaksi mama kamu kemarin.
joice diam.
JOICE
kita belum coba.
RASYID
tapi kemungkinan itu besar.
mereka diam. rasyid menyandarkan tubuhnya di kursi sedangkan matanya lurus ke joice. joice hanya diam, matanya tertunduk ke meja.
RASYID
aku ingin serius sama kamu jo.
joice diam. mereka diam satu sama lain.
JOICE
apa kamu pikir selama 3 tahun ini aku nggak serius sama kamu?
mereka berdua saling terdiam.
RASYID
aku cuma nggak mau kehilangan kamu.
JOICE
kamu ngomong apa sih?
mereka diam.
JOICE
denger.... nggak ada yang kehilangan siapa-siapa disini.
29. INT. RUMAH ORANGTUANYA - RUANG TAMU - DAY
Joice duduk di ruang tamu rumah rasyid. Ia duduk sendiri. Duduk dengan gugup.
Rasyid keluar dari dalam rumah dan duduk tepat di samping joice, menatap joice serius.
RASYID
tunggu sebentar ya. Umi baru selesai salat asar.
JOICE
kamu nggak salat?
RASYID
iya.. aku tunggu umi dulu. Biar kamu ngobrol sama umi.
JOICE
aku nervous.
Rasyid tersenyum, melihat reaksi joice.
RASYID
aku tahu.
30. INT. RUMAH RASYID - DAPUR - DAY
Abi rasyid masuk ke dapur, melihat istrinya tengah sibuk membuat minum dan menyajikan makanan ringan.
ABI RASYID
ada tamu?
UMI RASYID
ada rasyid sama temennya lagi main.
ABI RASYID
tumben rasyid ajak temen ke rumah.
Umi melihat ke abi yang tengah duduk.
UMI RASYID
kayaknya dia mau ngenalin pacarnya bi, kemarin di telephone  dia bilang mau kenalin seseorang.
ABI RASYID
itu temen kantornya yang mau di kenalin dia?
UMI RASYID
umi juga masih belum ketemu, baru selesai salat.
umi rasyid keluar membawa minum serta makanan ringan yang sudah dia buat.
31. INT. RUMAH RASYID - RUANG TENGAH - DAY
umi rasyid berjalan keluar menuju ruang tamu, membawa nampan dengan isinya. lantas meletakkannya di atas meja. joice yang duduk seketika berdiri, diikuti rasyid.
joice mencium tangan umi rasyid.
umi rasyid melihat ke arah rasyid, menunggu untuk di kenalkan.
RASYID
umi, ini Joice.. pacar Rasyid. nah joice, ini umi aku..
umi lantas melihat joice sambi tersenyum, sedikit menilai.
setelah umi mempersilahkan mereka duduk, rasyid lantas pamit untuk salat ashar. tinggal umi dan joice yang berada di ruang tamu. mereka mengobrol tentang pekerjaan joice, lantas kesibukan umi sebagai ketua majelis ta'lim sekaligus guru tpa.
tidak lama, abi Rasyid keluar dari dapur ke ruang tamu.
ABI RASYID
assalamualaikum
UMI dan JOICE menjawab bersamaan
waalaikum salam.
joice bangun untuk bersalaman dengan abi rasyid. lantas duduk setelah abi duduk.
ABI RASYID
di minum minumannya, cuma ada ini aja.
JOICE
iya pak, terima kasih.
ABI RASYID
jadi kamu pacarnya Rasyid.
joice tersedak minuman yang tengah ia minum. lantas menjawabnya dengan anggukan.
ABI RASYID
sudah lama? nggak, maksud abi, karena ini kali pertama rasyid ajak teman wanitanya ke rumah. (abi tersenyum)
JOICE
sudah hampir 3 tahun pak.
umi dan abi rasyid saling bertatapan.
joice meletakkan kembali gelas berisi minum yang tengah ia pegang, dan saat itu tanpa sengaja umi rasyid melihat kalung salib yang tengah joice kenakan.
ABI RASYID
sekantor?
UMI
nggak, Joice ini editor buku pak.
abi rasyid mengangguk.
umi rasyid pamit ke dapur untuk menaruh nampan di belakang.
32. INT. RUMAH ORANGTUA RASYID - DAPUR - DAY
saat umi hendak kebelakang, rasyid baru akan ke ruang tamu selesai salat.
UMI
rasyid, umi mau ngomong.
rasyid pun berjalan mengikuti umi ke meja makan rumah.
UMI
pacar kamu itu non muslim?
tanya umi tanpa basa-basi. rasyid mengangguk.
UMI
kamu udah jalan 3 tahun, gak pernah bilang apa-apa ke umi, dan dia seorang nasrani???
rasyid mengangguk.
RASYID
aku ngenalin dia ke umi sama abi karena aku serius sama Joice
umi menengok ke arah rasyid yang saat itu duduk di sampingnya. lantas umi menutupi wajahnya dengan kedua tangan.
UMI
umi nggak setuju.
kata umi datar. to the point.
RASYID
aku mau umi kenal dulu sama joice, segala sesuatu kan bisa di pertimbangkan kalau umi sama abi kenal sama dia.
mereka berdua diam.
33. INT. RUMAH KELUARGA RASYID - RUANG TAMU - DAY
rasyid berjalan keluar dengan umi. rasyid mengambil duduk di samping joice. dan umi di dekat abi.
RASYID
udah kenalan sama abi?
tanya rasyid ke joice yang ditanggapi joice dengan senyum.
ABI
udah, abi malah udah cerita banyak sama dia tentang kamu. (abi tertawa)
UMI
orangtua kamu tahu kamu ada hubungan dengan rasyid?
joice kaget mendengar pertanyaan itu. rasyid lantas menengok ke joice yang saat itu tengah memandang umi gugup.
JOICE
mama tahu.
UMI
apa tanggapan mama kamu?
JOICE
mama, ummmmmm..
joice tidak tahu apa yang harus di katakan ke orangtua rasyid.
JOICE
mama nggak setuju.
katanya mantap. rasyid kaget mendengar pernyataan itu. umi rasyid menatap abi.
UMI
maaf umi nanya itu, umi nggak masalah kalau kamu dekat dengan rasyid. cuma....
RASYID
umi....
UMI
umi nggak setuju kalau ini semakin jauh.
joice mengangguk, dengan pandangan tertunduk ke lantai.
34. INT. RUMAH JOICE - KAMAR TIDURNYA - NIGHT
joice menjatuhkan tubuhnya di kasurnya. melemparkan tasnya ke sembarang tempat. ia memejamkan matanya. handphonenya beberapa kali berdering namun ia mengabaikannya.
tak lama ia mendengar pintu kamarnya di ketuk. ia tak menanggapi.
ELISABETH
jo, kamu udah pulang?
joice tidak menanggapi.
suara pintu terbuka. mamanya masuk ke kamar joice.
ELISABETH
kamu baru pulang?
joice masih bergeming. matanya masih tertutup. elisabeth, berjalan ke arah tempat tidur, mengambil tas joice yang tergeletak di lantai dan meletakannya di atas tempat tidur.
ELISABETH
jo, kamu nggak kenapa-napa kan?
jo tidak menanggapi.
handphone joice berdering lagi. elisabeth yang penasaran, mengambil handphone joice yang ada di dalam tas. ia melihat nama yang tertera di handphone joice, rasyid.
ELISABETH
kamu ada masalah sama Rasyid?
JOICE
aku putus sama dia.
kata jo tiba-tiba. masih tetap menutup matanya.
ELISABETH
kenapa
JOICE
mama tahu kenapa...
elisabeth menatap anak semata wayangnya itu, yang saat ini masih memejamkan matanya. menahan tangis.
ELISABETH
kamu boleh dekat dengan siapapun, mama nggak pernah melarang itu. tapi, mama benar-benar nggak bisa merelakan kamu ninggalin mama. mama rasa, setiap orangtua juga akan seperti itu.
ELISABETH membelai lembut rambut joice.
ELISABETH
jo, sampai detik inipun mama masih nggak bisa ngebayangin seperti apa rasanya kelak ketika kamu berkeluarga dengan orang yang notabene nya sama dengan kita, apalagi kalau mama melepaskan kamu, untuk benar-benar meninggalkan mama demi laki-laki yang jelas-jelas berbeda. itu lebih sulit untuk mama.
joice masih bergeming, tak terasa air matanya sedikit-sedikit mengalir.
ELISABETH
selesain masalah kamu sama rasyid. angkat telphonennya.
elisabeth lantas meletakkan handphone jo di atas kasur. lantas ia berlalu meninggalkan kamar joice.
35. EXT. DI SUATU TEMPAT - NIGHT
rasyid masih berusaha menghubungi joice, namun joice tak mengangkat telphone darinya. ia terus mencoba. sampai akhinrya joice mengangkat.
RASYID
aku minta penjelasan kamu. kamu jangan kayak anak kecil gini dong.
36. INT. RUMAH JOICE - KAMAR TIDUR - NIGHT
JOICE
aku nggak mau melanjutkan ini.
37. EXT. DI SUATU TEMPAT - NIGHT
RASYID
aku udah bilang dari awal sama kamu, aku nggak mau ketemu sama orangtua aku dulu. sekarang malah kayak gini kan.
38. INT. DI RUMAH JOICE – KAMAR TIDUR - NIGHT
JOICE
aku minta maaf.
39. EXT. DI SUATU TEMPAT - NIGHT
RASYID
jo....
jo diam, mereka diam cukup lama.
RASYID
jo... kita udah jalanin ini 3 tahun. dan selama itu, kita udah membangun mimpi bareng. kita udah rencanain dimana kelak kita akan tinggal, kita udah rencanain rumah seperti apa yang akan kita bangun. kita punya mimpi itu jo.
joice masih diam.
RASYID
jangan lupain itu jo, itu mimpi kita bukan?
40. INT. RUMAH JOICE – KAMAR TIDUR - NIGHT
JOICE
ya, tapi itu cuma mimpi buat kita. kita nggak akan pernah mewujudkan itu...... nggak akan pernah.
joice menutup telphone.
di ujung lain rasyid hanya diam melihat sambungan telphone terputussssssss.
41. INT. RUMAH JOICE - KAMAR TIDUR - NIGHT
joice bangun dari tidurnya. mengusap matanya. ia diam sebentar di tempat tidurnya, duduk. lantas menjatuhkan tubuhnya kembali ke kasur. menangis. dan menutupi wajahnya dengan bantal.
42. INT. KANTOR JOICE - RUANG KERJANYA - DAY
irene datang kembali ke meja joice, tempat dimana joice masih sibuk mengerjakan pekerjaannya.
IRENE
ada miting redaksi hari ini, tadi mirna telphone gue.
JOICE
terus???
IRENE
gue belum siapin materi. lo stand by di ruang miting sana....
lantas irene bergegas mengambil laptopnya yang ada di meja sebelah joice dan lantas berlalu begitu saja, meninggalkan joice sendiri yang masih bingung.
joice lantas mengambil laptopnya dan bergegas ke ruang miting.
joice berdiri sendiri di ruang miting, melihat ke luar jendela. ia mengambil handphonenya. melihat chatnya dengan rasyid. lantas ia menutup handphonenya kembali. berdiri menatap keluar jendela. sambil melipat tangannya.
selesai.

Sunday, January 6, 2019

Julie & Julia, Film menginspirasi buat lo yang suka Nulis!!!!! (1/100)

*diam cukup lama* *nggak tahu harus nulis apa* *bingung mau mulai dengan kata apa*
Okayyyyy, Assalamualaikum untuk siapapun yang ada disana, untuk siapapun yang pada saat ini dengan sengaja ataupun tidak sengaja datang kesini untuk menengok tulisan gue yang payah ini. Dan kepada kalian semua, gue ucapkan selamat datangggggghhhhhh!!!!!!!!!!!!

Tahun ini adalah tahun 2019, dan ini sudah masuk di hari ke 6 di tahun 2019... dan, untuk gue, ini adalah postingan ke 2 gue setelah kata sambutan yang telah berhasil gue tulis. yep, welcome to #100postingchallenge, sesuatu yang gue buat atas keprihatinan gue terhadap blog yang sekian lama ini menjadi tempat mengeluarkan keluh kesah, tempat untuk menjadi penulis amateuer yang bahkan nggak diakui siapapun *yaiyalah*, tempat dimana gue bisa ngomongin orang dengan sembarangan *seriously???*,  tempat dimana gue bisa untuk menjadi diri sendiri... yep, because blog is a friend thats always love me no matter what i do!!!! *pasang muka superrrrrrrrrrrrrrr polos* okay!!!!!! namun jarang gue saba.... *jumping* *ngelewatin garis imajiner* *maklum anak broadcasting* *bengong pas baca ulang* apa???? look at this *sambil nunjuk layar laptop* selama 1 tahun (di tahun 2018) postingan gue bahkan gak sampe 20!!!!! bayanginnnn!!!!!!!!!!! dan tulisan itupun gue tulis dengan entah sadar atau nggak..... YA ALLAH, NANI KEPINGIN JADI PENULIS KAYAK JK ROWLING, DAN BROWN, PAULO COELHO, JULIE POWELL, SANDRA BROWN, ELIF SHAFAK, FRANCESCA MARCIANO, POKOKNYA JADI PENULIS TERKENAL DEH... KALO NGGAK JADI NOVELIS JADI PENULIS NASKAH FILM + SERIAL TV AMERIKA JUGAK NGGAK APA-APA KOK #deuhhhhhhhhhhh #doatapinawar... 

Sekarang gue lagi melihat ke belakang, atau bahasa kerennya kilas balik ke tahun 2018, dan di saat ini gue baru sadar bahwa selama 1 tahun terakhir gue nggak melakukan apapun untuk membuat perkembangan pada blog ini, untuk membuat diri gue bergerak, untuk mewujudkan resolusi gue, untuk......... ah, gue nggak sanggup berkata-kata *dapet lempar duriannnnnnnnnnnnnnn* *too overreacting* *nangis tersedu sedan* gue nggak melakukan apa-apa gaesssssssssss..... *usap air mata*

SKIP...

SKIP...

SKIP...


Julie & Julia, film ini sudah berada di laptop gue kira-kira dari satu tahun yang lalu dan mungkin lebih dari itu, okay let me chek this out! maygatttttttttttttttt, ternyata film itu sudah ada dari bulan desember 2017....
that is totally suprising me!!!!  being honest, di akhir tahun 2017 tepatnya di bulan desember, ada beberapa film yang memang secara khusus gue download untuk membuat gue semangat dalam menulis... Bahkan ada film yang gue tonton pas banget di moment pergantian tahun 2017 ke 2018, film itu berjudul The Rewrite. The Rewrite sendiri merupakan sebuah film yang menceritakan tentang seorang penulis naskah yang banting setir menjadi seorang dosen untuk mata kuliah creative writing karena dia nggak punya pilihan lain, karya masterpiecenya sudah berlalu bertahun-tahun lalu, standar perfilman telah banyak berubah, naskahnya nggak laku di pasaran, dan satu-satunya cara dia biar dapat bertahan adalah.... menerima tawaran dari agentnya untuk menjadi seorang dosen. Jujur, itu film yang bagus. Nanti gue akan ceritakan lebih lanjut, atau kalian bisa download or streaming untuk bisa melihat lelucon konyol yang ada di film itu dan bagaimana 2 senior film seperti Hugh Grant dan Marissa Tomei beradu akting disitu. but, kali ini gue akan membahas film yang begitu menarik, juli and juliaaaa....

Juli and julia adalah film yang menceritakan kehidupan 2 orang dari generasi yang berbeda namun memiliki minat yang sama, memasak!!!!!  film ini menarik, dimana dalam film ini kita akan di suguhkan dengan menariknya kehidupan Julia di Paris dan bagaimana kehidupan Julie di Queens, NY. Kehidupan Julia adalah kehidupan istri yang sempurna, maksudnya, dia punya suami yang begitu mendukungnya dengan sepenuh hati, begitu mencintainya, dan dia adalah orang yang begitu berambisi untuk memasak!!!! bagaimana dengan Julie????? sama, Julie juga punya suami yang sayang banget sama dia dan selalu mendukung apapun keputusan yang dia ambil, dua tokoh dalam film yang gue tonton ini sama-sama memiliki pasangan yang begitu sayang sama mereka dan gue iriiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii *dihhhhhhhhhhhhhhh*

Film Julie and Julia penuh dengan segala sesuatu yang membuat kita kagum sama para tokoh di dalamnya, diluar itu mereka juga buat kita cemburu. Cemburu kenapa??? coba aja ditonton!!!! Julia Child adalah orang yang ramah hampir pada setiap orang yang dia temui, orang yang penuh dengan rasa optimis, orang yang mau belajar, dan orang yang bener-bener perlu di tiru deh, bahkan kegigihannya untuk menulis buku masakan juga patut banget ditiru, bagaimana dia dan temannya mati-matian untuk membuat sebuah resep, menuliskannya dan menjadikannya buku. Bagaimana, Julia yang begitu senang waktu tahu bukunya akan di terbitkan oleh salah satu penerbit di Boston, namun akhirnya membuat dia terhempas lantaran penerbit membatalkan tiba-tiba lantaran bukunya terlalu tebal dan itu terlalu menguras banyak biaya. Hal yang membuat Julia dan temannya yang pada saat itu datang jauh-jauh dari Paris ke Boston tapi buku mereka di batal cetak lantaran terlalu tebal, bagaimana Julia yang bingung karena permintaan penerbit yang menginginkan buku itu di persingkat lagi kalau memang mau di terbitkan. Bagaimana bisa?????? mereka membuat itu dengan sungguh-sungguh, dan mereka butuh waktu untuk itu.... Pokoknya kalau gue berada dalam posisi Julia, mungkin gue akan hopeless lantaran itu buku yang gue tulis dengan semangat dan mereka minta revisi karena akan memakan banyak waktu. ah,!!!
Di awal film ini di mulai lo akan di suguhkan dengan bagaimana Julia yang pada saat itu baru pindah ke Paris mencoba mencari kesibukannya, dia nggak mau cuma jadi ibu rumah tangga yang nggak ngapa-ngapain. Alhasil ia pun ikut kursus membuat topi, hal yang ternyata enggak dia sukaaaaaaaaa, terus ia berganti haluan lagi dengan kursus main kartu dan ternyata (lagi-lagi) dia juga nggak menikmati itu, sampai akhirnya dia pun ikut kursus memasak.... dan yang buat lucu, mukanya di hari pertama pertemuan itu flat banget gara-gara disana dia cuma di ajarin cara untuk merebus telur, alhasil.... dia complaint ke pengelola sekolah masak itu dan bilang kalau itu terlalu mudah buat dia, dia mau hal yang jauh lebih menantang dan sesuatu yang bisa buat dia tertarik, sampai akhirnya dia masuk ke kelas profesional yang mana isi dari kelas itu semuanya adalah koki-koki profesional dan dia satu-satunya pemula dan perempuan di kelas profesional itu. Namun, dengan jiwa kompetisi yang kuat, dengan keinginan untuk nggak dinilai sebagai seorang wanita yang hanya menghabiskan waktu dan uang di sekolah masak itu ia pun berusaha untuk jadi yang terbaik, dan she did!!!!!!!!! dia jadi orang yang paling cepat belajar!!!!!! untuk bagian ini, jujur gue sampe ngakak, liat aja bagaimana orang yang ada dikelas itu ngiris bawang dengan cepetnya, sementara dia mengiris bawang dengan gaya gue yang nggak bisa masakkkk, terus lucunya di rumah dia belajar buat ngiris bawang cepat ala profesional. dan besoknya, dia jadi orang pertama yang menyelesaikan mengiris bawang paling cepat.... keren nggak??????
Sementara itu diluar Paris tepatnya di Queens, NY, Julie berusaha untuk melalui kehidupannya yang sepertinya membosankan, pekerjaan yang begitu menyita waktu serta fikiran, terlebih setelah kepindahannya dari Brooklyn ke Queens. Dan yang buat gue bener-bener suka di bagian Julie adalah, bagaimana gue merasa bahwa gue itu memiliki kesamaan sama Julie. Bagaimana gue dan julie sama-sama nggak terlalu mencintai pekerjaan kita.  Tapi bagaimana diluar itu ketika gue berada di kampus atau ketika gue menghabiskan waktu untuk nulis (meski itu unfaedah) gue merasa bahwa gue lupa dengan semua beban yang menggunung, dengan target yang bahkan tak pernah tercapai dan bagaiamana senangnya gue ketika ada beberapa orang yang baca tulisan gue di blog, meski nggak ada yang pernah tahu apakah itu dibaca atau nggak, who knows??????? Intinya, baik gue maupun Julie, kita sama-sama punya kehidupan sendiri ketika kita melakukan apa yang kita cintai. Dan begitulah Julie, selelah apapun dia selepas pulang kerja, tapi saat dia lagi masak dia merasa bahwa dia lupa sama bebannya. ITULAH KESAMAAN GUE SAMA JULIE!!!
Itu basic dari cerita ini.

Kenapa di awal atau lebih tepatnya di judul postingan ini gue tulis bahwa film ini begitu menginspirasi untuk elo-elo yang suka nulis, itu karena dalam film ini kita akan disuguhkan dengan kegigihan Julia Child untuk bisa melahirkan sebuah buku masak yang bisa membantu para orang amerika yang nggak bisa bahasa perancis, buku masak yang bisa merubah dunia, dan yang paling penting, buku ini juga yang berpuluh-puluh tahun kemudian mampu merubah kehidupan Julie Powell.

Sementara itu, untuk kisah kepenulisan Julie Powel sendiri dimulai dengan bagaimana Julie Powell yang pada awalnya kesal sama temannya yang seorang jurnalis (Anabelle), lantaran si Anabelle (temannya) menulis artikel tentang kehidupan orang berusia 30th yang (bisa dikatakan) gagal dalam hidupnya, dan salah satu sumbernya adalah Julie. Julie yang merasa kecewa lantaran di bohongi karena di awalnya si Anabelle ini nggak terus terang tentang topik yang diangkat, curhat ke teman dan suaminya, dan dari situlah ia berkeinginan untuk menyaingi si teman yang pada saat itu aktif menulis di blog. Dalam film ini dia bilang bahwa dia jauh lebih bertalenta dari si Anabelle, dan dia bakal buktiin kalau blognya dia bakal jauh lebih baik dari temennya, mirip kan sama sifat ambisius Julia??????????????????????

Julie yang awalnya bingung mau nulis apa di blognya, akhirnya memutskan buat menulis hal yang dia suka, tentang MASAKAN!!!!!! dan disitulah semua di mulai. Dalam blognya ia membuat sebuah tantangan untuk memasak 564 resep masakan Julia Child dan menuliskannya dalam blognya, dengan tenggat waktu 1 tahun. Dan disanalah ia menuliskan semuanya, bagaimana ia cerita tentang pengalamannya untuk makan telur untuk pertama kalinya, bagaimana untuk ngerebus telur aja sampe heboh lantaran Julie, Temennya, dan suaminya berdiri di depan kompor untuk menyaksikan itu dengan penasaran, sumpahhhhhhhhhhhhhh itu lucu banget.... belum lagi adegan dimana Julie takut untuk "membunuh" lobseter yang bakal dia masak. Pokoknya itu pengalaman yang super lucu.
Dan dari semua itu, film ini benar-benar menggugah gue untuk punya ambisi dalam meraih apa yang gue mau. Buku ini mengajari gue bahwa segala sesuatu yang dilakukan dengan kesungguhan akan menghasilkan buah yang manis. Karena pada akhirnya, Julia Child berhasil menerbitkan buku resep masakan perancisnya dan Julie Powell pada akhirnya menjadi orang yang cukup dikenal setelah profilenya masuk dalam sebuah artikel di New York Times, dan sejak saat itu, banyak penerbit yang berlomba-lomba untuk menerbitkan tulisan Julie Powell.

Satu hal yang menarik, buat lo yang bener-bener suka nulis.... atau hobbi nulis, dan berharap untuk bisa menjadi penulis. Film ini bener-bener recommended bangettttttttttttttttttttttttt.... dimana lo bakal dikasih tahu tentang tekad, tentang perasaan ingin menyerah, dan lantas bagaimana lo bisa menyatukan semua itu dan lantas membakarnya lagi menjadi semangat untuk nggak gampang menyerah.... karena segala sesuatu yang sudah kita lakuin nggak akan pernah berakhir sia-sia ketika kita berani untuk bermimpi lagi, untuk berjalan lagi, bangun lagi, usap air mata lagi, terlebih jika yang kita lakukan itu memang apa yang kita mau, lebih tepatnya MEMANG PASSION kita.
Di akhir cerita ini, gue cuma mau bilang.... Bon Appétit !!!!!! i am just quoting Julie And Julia....

And...

Merci Beaucoup!!!

Sebelum mengakhiri kalian bisa menikmati trailer filmnya.... Sama-sama😂😂😂😂

#100PostingChallenge

Haiiiiiii Guyssssssssssssssssssssssss welcome to my blogggggggggggg *niruin gaya youtuber*

Hari ini tanggal *langsung lihat kalender* 6 desember 2019 gue akan membuat challenge untuk diri gue sendiri, sesuatu yang gue tujukan karena gue merasa miris dengan tulisan gue di tahun 2018 yang nggak seberapa itu. Padahal kalau di ingat-ingat resolusi tahun 2018 gue yaitu, memposting 100 tulisan di tahun 2018 namun kenyataannya????????????????? Untuk menginjak angka 20 aja itu nggak sampai *Nulis sambil nangissssss*
Nah itu sebabnya gue membuat challenge ini untuk memacu gue agar bisa mencapai apa yang gue mimpikan di tahun 2019 ini, ibarat kata MELANJUTKAN RESOLUSI YANG TERTUNDA... dan sekarang gue melanjutkannya lagi, gue harap dengan adanya challenge ini gue bakal malu kalau nantinya tulisan gue/postingan gue nggak sampe 100 selama 2019. Mungkin gue nggak akan memberi punishment tapi berhubung gue orang yang sering merasa.... Apa ya????? Bawa Perasaan!!! Kemungkinan kalau gue nggak mencapai 100 postingan, malunya akan begitu terasa!!!! itulah mengapa gue umumkan disini......
Postingan apa yang bakal lo tulis? You know me so well lah yah, jadi tulisan yang akan gue posting disini sudah pasti tulisan yang tidak berbobot, tulisan yang unfaedah, tulisan yang sumbernya berawal dari kepala gue yang kecil, otak semut gue yang jarang di ajak jalan-jalan, dan yeahhh.... tangan gue yang biasanya semangat kalau yang di tulis itu berbau ghibah. So, INTINYA SESUATU YANG UNFAEDAH!!!!!! itu sebabnya, jangan pernah baca tulisan gue, jangan pernah untuk belajar dari apa yang gue tulis karena itu hanya akan berakhir dengan tangissssss penyesalan yang tragisssssssssssssss... Persis mahasiswa yang rajin masuk kelas tapi absennya banyak yang bolonggggggggggggg, sering ngerjain tugas tapi nilainya kecillllllllllll, sering bantuin dosen tapi dikira penjilattttttttttttt, dan itu rasanya SAKIITTTTTTTTTTTTTTTTTT.... PERIIIIIIIIIIIIIIHHHHHHHHHHHHHH tapi nggak berdarahhhhhhhhhhhh..... tapi nggak ada lukanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, semuanya serba.... NGGAK BISA DI JELASKAN!!!!!!
NANI KOK LO ALAY BANGET SIH??????????????? itulah warna baru gue!!!! yeaaaaaaaaaaaaaaaayyyyyyyyyyyyyyyyyyyy!!!!
Ketika kita nulis sebuah tantangan pasti ada reward dong?????? Nah, untuk tantangan gue kali ini gue juga telah menyiapkan hadiah untuk diri gue sendiri, sesuatu yang sudah gue budgetin dan sudah masuk dalam hitungan gue.
Hadiah pertama, gue akan posting itu di postingan yang ke 51.... Hadiahnya berupa apapun....  Jadi di postingan ke 51 gue bakal ceritain tentang hadiah apa yang gue dapatkan dari gue untuk gueeeeeeeee..... Jelas yahhhhhhh?
Hadiah kedua, gue akan posting itu di postingan yang ke 100.... Sama,,, hadiahnya apapun... karena ini sebuah hal yang bener-bener gue dambakan, dan gue ingin ini terealisasi... Maka gue akan bersungguh-sungguh untuk mencapai reward yang telah gue tetapkan, dengan anggaran yang sudah gue sediakan dan dengan keyakinan untuk segera mempostingnya dan membagikan itu kepada kalian semuahhhhhhhhhhhhhh....
Jadi, nggak sabar untuk segera merealisasikan itu..... WISH ME LUCKKKKKKKKKKKKKKKK!!!!!!!!! YEAYYYYYY!!!!!!! SALAM #100postingchallenge

Thursday, December 20, 2018

RINDU

image from google
Fantasiku melayang, menembus batas ruang dan waktu antara New York dan London. Sesuatu yang membuatku menyingkap kehidupanmu melalui imajinasi liar tentang rindu. Dalam setiap lamunanku, aku membayangkan seperti apa rupa kamar tidurmu, kapan waktu saat kau tidur, dan kapan waktu saat kau bangun. Berusaha untuk mensejajarkan setiap perbedaan antara kau dan aku, antara New York dan London dari sudut pandangku yang kau tinggalkan secara tiba-tiba hingga menjadi masa lalu.

London dan kamu adalah dua hal yang jelas berbeda namun memiliki arti yang sama, rindu. Tak heran jika dua kata itu menari-nari dalam pendengaranku, terlebih ketika kata-kata tentang London berlarian dari tulisan-tulisan yang ku temui di majalah, koran atau dalam sebuah dialogue sebuah program TV/Film yang ku tonton, ingatan tentangmu seolah berlompatan dari tempatnya bersembunyi. Hal yang lantas diikuti dengan keinginanku untuk segera mengemasi barang dan meninggalkan apartemenku untuk melipat jarak itu. Tak perlu ada obrolan, cukuplah dengan melihatmu menikmati kopi dari kejauhan, tak perlu saling melihat satu sama lain, cukuplah melihat punggungmu berjalan melewatiku, karena bagiku yang terpenting bukan itu. Menyaksikanmu bahagia dengan kehidupan barumu sudah lebih dari cukup. Omong kosong memang! karena faktanya, selalu ada keinginan untuk dapat memilikimu sekali lagi.