Friday, February 1, 2019

Jangan sok menggampangkan! (10/100)

Kadang kita melihat sesuatu... Entah itu berupa gambar, video, tulisan, lukisan, apapun itu, dan saat kita melihat itu di dalam pikiran kita seketika muncul sebuah rasa "alah gini doang, bisa gue!!!" Setelahnya lo mencoba untuk melakukan itu dan mendapati bahwa ternyata lo nggak bisa, lo mendapati bahwa hasil buatan lo sama sekali nggak mendekati dengan apa yang lo mau tiru, dan lo mendapati bahwa perasaan yang terlalu menggampangkan itu sesungguhnya sebuah kesombongan yang.... *boleh ngomong kasar nggak?* Nggak ada gunanya tanpa membuktikan terlebih dahulu bahwa lo bisa melakukan itu.

Gue membuktikan itu sendiri hari ini, entah karena perasaan gue lagi buruk atau memang gue nggak punya kemampuan untuk itu, gue nggak tahu! Yang jelas, Siang ini dengan begitu semangatnya gue menscroll down gambar yang sengaja gue simpan di Instagram, nah disana ada gambar tampak samping seorang idola, disana ia duduk menghadap ke samping dengan rambut yang tertata rapi, sweater yang tampak sangat cocok di dia, dan bentuk gambar yang "seharusnya" gampang untuk di tiru. Beberapa hari sebelumnya gue memang udah rencana banget buat gambar sosok nih orang tapi nggak jadi terus lantaran gue mager dan milih hanya mengagumi foto-fotonya. Baru tadi Siang gue ada waktu buat "mencoba" menggambar sosoknya, baru berapa harus gue coba gambar nih dia tiba-tiba dari dalam kepala udah ada keinginan buat patahin pensil yang gue pegang.... Ada rasa kepingin jambak rambut.... Terus robek kertas yang ada di depan gue.... Anjirrrrrrrrrrrrrr!!!!!! Kok susah sih!!!!!!!!! Sempakkkkkkkkkkk!!!!!!!! Keparattttttttt!!!!! Tai kucing!!!!!!!! Tai nagaaaaaaaaaa!!!!!! Sempakkkkkkkkkkk bolonggggggggggg!!!!!!! Arghhhhhhhhhhhh!!!!!!! Gue pun menyerah dan kalah....

Pernah nggak berpikir bahwa apa yang lo anggap mudah ternyata nggak semudah kelihatannya? Pernah nggak kayak gitu? Kayak misalnya lo lihat video orang di Instagram terus lo berpikir, apaan gampang gitu kok dan saat lo mencoba untuk membuatnya ternyata itu gak semudah kelihatannya, pernah? Kalau gitu jangan coba untuk menggampangkan segala sesuatunya. Gue pernah kayak gitu, seringkali malah... Kalau gue, gue nggak merendahkan lebih ke menggampangkan. Kayak contoh gue tadi di atas itu, gue pikir bahwa gue bisa membuat gambar idolaaaaaa gue yang tampak samping tadi tapi nyatanya sama sekali enggak!!!! Mendekati pun jauhhhhhhhhhhhhhh.... Dan faktanya, gue nggak cakap disana, gue nggak bisa gambar!!!! Gue nggak bisa untuk sekedar mencoba sedikit mirip dengan idola gue, gue nggak bisaaaaaa!!!! Ah, gue masih emosiiiiiiiiiii....

Tarik nafas.

Gue benci fakta bahwa gue nggak bisa gambar😭😭😭

Wednesday, January 30, 2019

The Opposite of Love is Not Hurts, But The Diffrences. (9/100)

dari google
Ada masa dimana seseorang yang begitu berarti dalam hidup kita pergi meninggalkan kita seorang diri. Ada masa seseorang itu kembali lagi walau seringnya itu terjadi karena ketidak sengajaan. Entah ia kembali karena di takdirkan untuk kembali. Entah Tuhan yang membawanya kembali. Atau mungkin karena setengah hatinya masih menyimpan dengan baik nama kita di dalamnya. Entahlah, tidak ada yang tahu seperti apa cara kerja alam semesta ini untuk kita.

Cinta kadang menyakitkan begitupun hidup. Saat kita berada di titik terbawah mereka seolah berkonspirasi untuk terus membuat kita berkelut dengan masalah. Satu persatu kekuatan kita dipertanyakan, dimulai dengan kepergian dia yang begitu berarti, disusul dengan kehilangan separuh jiwa yang lain, lantas masalah yang datang bertubi-tubi seolah tak ada jeda untuk berhenti.

Kadang, adakalanya kita bertanya "Hidup mengapa seperti ini?"

Kita coba untuk melempar masa lalu di belakang, bersama dengan setiap kenangan yang  sepenuhnya ingin jauh kita lupakan. Tapi nyatanya itu tidak semudah kedengarannya. Tak semudah permintaan yang terlontar "dont leave me". Permintaan yang nyatanya ia abaikan. Dan sedetik kemudian ia pergi dengan membawa passport di tangan juga satu koper penuh berisi pakaian. Tidak ada ucapan selamat tinggal. Tidak ada permintaan maaf. Tidak ada! Semuanya berlalu, bahkan permintaan lain untuk tetap menjalin hubungan sebagai sahabat sama sekali tidak ia indahkan.

Kita berpikir dialah satu-satunya orang yang akan mendampingi kita di saat-saat terburuk dalam hidup setelah perjalanan panjang yang telah kita lalui bersama. Kita berpikir inilah cinta yang semestinya tanpa prahara. Tapi nyatanya cinta adalah cinta, seperti kata dia. Dan kita terluka di dalamnya!

Untuk sejenak kita mendapati diri kita belajar melupakan masa lalu, belajar untuk tidak menyalahkan diri sendiri atau keputusannya, namun nyatanya kita tahu bahwa "love hurts" kita tahu bahwa "life it hurts"  dan kita terjebak di dalamnya. Kita tidak bisa menguasai diri. Kita tidak bisa untuk menerima bahwa "Love is Pain"

"The opposite of love is not hate, but the differences."

Tidak pernah ada benci di hati kita untuk ini, sebuah pelajaran yang bersamanya kita petik banyak pengalaman. Bahwa kehilangan di tengah kehancuran tidak berarti cinta itu ikut hilang. Kebalikannya rasa itu justru semakin tumbuh dan semakin mendewasakan. Karena di tengah kita tak ada benci, melainkan perbedaan kita dalam memaknai apa yang tengah menimpa kita di masa yang lalu, "we suck!" Ya, itu sepenuhnya benar! Dan untuk itu kita dapat belajar bahwa sepenuhnya tidak ada cinta yang salah. Maka jangan pernah menyesal atas pertemuan kita di masa yang lalu. Jangan pernah menyesal atas pertemuan kita kembali, karena percaya atau tidak Tuhan punya rencana lain untuk kita.

Keputusan dia pergi di saat terburuk dalam hidup kita memang tidak akan pernah bisa dimaafkan, namun melupakan semua yang pernah kita lakukan bersama itu juga tidak mudah. Karena di hati kita masih ada rasa yang bahkan tetap sama.

"i've ruined my life now, twice... over you! so, what's the end game here?"

Kadang, pertanyaan itu muncul kembali di dalam setiap memoar masa silam. Kita mempertanyakan akhir dari sebuah perjalanan yang berhasil kita lalui bersama, perjalanan penuh pertengkaran, perjalanan yang seringnya tak sejalan, dan perjalanan yang mana ada senyum serta pertengkaran di dalamnya. Ada saat pertanyaan mudah sekalipun tak mudah untuk dicerna, tak mudah untuk di mengerti apa sesungguhnya makna yang tersembunyi disana, sampai akhirnya kita tahu bahwa jawaban yang sesungguhnya adalah sebuah kejujuran. Kita sadar bahwa kita tidak ingin kehilangan setiap bagian yang lain, namun ada kalanya kasih sayang itu sulit untuk di ungkapkan sampai salah satu di antara kita mengambil keputusan dan satu yang lain menyesali setiap bagian yang terlewatkan.

Jika kita masih di beri kesempatan, apa yang ingin kita lakukan?

Sunday, January 20, 2019

Penolakan (8/100)

Suatu hari disana, tuan diam sendiri di bawah remang purnama.
Rindu berkecamuk di dada, saat tuan berjalan pulang dengan tangan hampa.
Tak ada yang lebih baik selain rela
Melepas pujaan dibawa pujangga

Bergaduh tuan berjalan, ditemani remang hati menerawang. Melintasi setapak tuan pulang.

Diksi (7/100)

Saya tidak bisa berkata dengan rumit

Saya tidak paham diksi dalam puisi
Saya tidak tahu seperti apa seharusnya itu berbunyi
Saya tidak mengerti dimana saya harusnya mengerti
Dan saya
Tak paham apa yang harusnya saya pahami

Hilangkan saya sekali saja dalam hidup anda
Hapus saya sekali saja dalam ingatan anda

Apapun

Agar apa yang anda tulis indah itu tak bernada membenci
Agar cerita itu tak bermakna kemarahan tersembunyi

Saya buta diksi

Maka saya tutup puisi anda sekali lagi
Meresapinya sekali lagi
Dan..

Diksi

Friday, January 18, 2019

Menurut Gue Puisi Itu.... (6/100)

images from google
Hello thereeeeeee... how you doing? i hope y'all gaessssssssssssss OK!!!!! *tiba-tiba pusing*
Gue masih disini, setia dengan tantangan #100Postingchallenge gue, meski seringkali daku di buat bingung harus menuliskan apa, sebenernya lebih banyak uneg-uneg yang mau dilemparkan disini, atau lebih tepatnya sesuatu yang udah lama gue amati dan menarik untuk di tulis, tapi entah kenapa tiap kali judul sudah terpampang gue nggak tahu gimana gue harus memulai, begitulah gue!!!! Kayak beberapa waktu lalu, gue tertarik banget menulis tentang salah satu hal yang telah berhasil gue amati dengan seksama, sampai-sampai gue telah mengumpulkan data-datanya dari berbagai sumber yang cukup kredibiliatas, pokoknya bakal scientific bangetlah tuh tulisan kalau jadi *bahasa gue njirrrrr* tapi pada kenyataannya tulisan itu belum terpampang juga di blog ini karena gue emang sama sekali belum nulis *goblokkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk*... emang tulisan apa nani? pokoknya mendidiklah *kalau lo semua cukup percaya sama gue*

Puisi, adakah diantara kalian yang nggak tahu puisi?????? *please nani pertanyaannya jangan aneh!!!!* Okay...okay.... Gini, sejak kita duduk di bangku SD kita udah tahu tentang puisi. Bahkan dari sejak duduk di bangku SD puisi itu selalu hadir di setiap buku LKS bahasa indonesia, yang diselingi dengan cerita rakyat disana, atau cerita-cerita lain yang bener-bener menghibur... Dulu, mungkin kita hanya membahas sekilas tentang puisi, hanya tahu sekilas tentang itu, tanpa memaknai lebih dalam apa sebenarnya hakikat sebuah puisi. Jujur, gue juga nggak terlalu faham dengan puisi karena setiap orang yang baca puisi pasti bakal punya intrepretasi sendiri sama puisi yang tengah ia baca, seperti misalnya lo baca puisi dari Sapardi Djoko Damono yang bunyinya gini

“aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana;
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada”

― Sapardi Djoko Damono

Ada yang nggak tahu puisi itu????? Please jangan bilang iyaaaaaaaaaaa... itu puisi paling keren yang gue tahu, puisi paling manis, dan itu adalah puisi yang pada masanya gue berharap cuma gue aja yang tahu dan temen-temen sekolah gue nggak ada yang boleh tahu, sampai pada akhirnya salah satu temen gue posting puisi itu di laman Facebooknya... Dan gue pun PATAH HATI..... Bukannnnnn.... bukan patah hati yang aneh-aneh, tapi karena gue patah hati temen gue bisa tahu puisi itu.... itu kan puisi gue.... Oke abaikan....

Kembali ke puisi Sapardi Djoko Damono yang tadi, itu adalah puisi yang cukup terkenal bukan? apa makna Puisi itu? ada yang bilang kalau itu tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan... ada yang bilang itu adalah puisi tentang cinta yang sebenernya tidak sesederhana puisinya, ada yang bilang ini ada yang bilang itu tentang puisi tadi, terus apa mereka salah????? sepenuhnya enggak, karena kayak yang gue bilang tadi setiap orang punya interpretasi sendiri dalam memaknai puisi, bener nggak???? Sama hal kayak gue yang nggak ngerti lukisan, ketika gue lagi di pameran lukisan *gue pernah dateng lho sekali wkwkwkwkwk* gue cuma bisa mengagumi lukisan itu, tanpa tahu makna apa yang disampaikan pelukisnya lewat setiap goresan cat di atas kanvas, saat itu abstrak gue nggak ngerti apa makna dari keabstrakan itu, ketika lukisan itu jelaspun gue masih harus meraba-raba apa pesan untuk ini, benarkah kalau berdasarkan pendapat gue bahwa lukisan ini berisi tentang ini..... pernah nggak kayak gitu, bertanya-tanya tentang makna tersirat dalam lukisan? pernah pasti kan? Puisi dan lukisan adalah sebuah seni yang melukiskan isi hati dari penulis atau pelukisnya. Dialah karya yang menurut gue luar biasa kerennnn, karya yang sebenernya.... Apa ya???? Buat kita meraba-raba, apalagi untuk awam kayak gue atau mungkin lo. Kita semua akan terbawa, ketika kata-kata dalam puisi itu mampu menghipnotis lo, lo akan sukaaaaaaaaaa, dan merasa apa yang disampaikan penulisnya sesuai sama apa yang lo rasa.... bahkan ada saat dimana lo merasa puisi itu diciptakan buat lo, pernah nggak kayak gitu???? gue pernah merasa kayak gitu bahkan sampai ada keinginan di hati bahwa suatu hari nanti puisi ini yang bakal ada dalam moment bahagia gue.... misal seperti di undangan pernikahan (misal lho ya) atau saat lo nikah nanti, lo mau di puterin sebuah video dan disana ada puisi itu (misal lagi lho ya)..... sekarang gue tanya, ada nggak yang kayak gitu???????? banyakkkkkkkkkkkk!!!!

Ngomongin masalah puisi, sejak kecil atau lebih tepatnya sejak SD gue udah suka banget sama yang namanya puisi, gue seneng sama keindahan kata, gue seneng banget sama kata-kata yang nggak gue ngerti, gue seneng banget sama.... Apa ya???? Pokoknya gitulah... Hal ini baru gue sadari sekarang, saat gue nyaman berlama-lama di depan buku tulis buat nulis puisi, saat gue memilih berlama-lama duduk di kursi yang disiapin kios-kios di blok m untuk mengagumi sebuah puisi dari seorang yang menurut gue itu bagus, saat gue berlama-lama menulusuri tulisan seseorang di blognya dan membaca berkali-kali puisi yang dia tulis disana seolah nggak ada hal yang lebih menarik selain membaca puisi itu berkali-kali dan berusaha memaknainya dengan baik. Gue pernah dateng ke sebuah acara kampus, dimana disitu ada lomba membaca puisi dan musikalisasi puisi, jujur gue merasa nyaman banget berada disana, gue merasa kayak, ini yang gue mau.... Dan saat gue berada disana untuk menikmati itu, gue merasa kayak.... susah di jelasinnya. Kayak gimana adegan dimana Cinta (dalam AADC) begitu menikmati teater boneka yang ada dalam adegan film AADC itu, begitupun gue pada saat ada dikampus dan menikmati musikalisasi puisi, gak ada sedikitpun gue merasa bosen melainkan takjub. Anjayyyyyyyyy, keren banget!!!!!!!!!!!!!

Waktu gue kecil, gue inget banget punya guru ngaji cowok... Nah pernah suatu kali gue itu nemuin buku tulisnya yang udah nggak di pake lagi, entah itu dari keponaknnya yang kebetulan temen gue atau dengan cara misterius apa gue nggak paham deh, yang jelas itu buku tiba-tiba ada di tangan gue. Nah gue yang dari kecil memang sudah di takdirkan kepo, lantas ngebuka lembar demi lembar tulisan tangan guru ngaji gue itu sampai akhirnya gue nemuin tulisan tangannya, nah menariknya, guru ngaji gue ini ternyata seneng buat puisi karena di buku tulisnya itu banyak gue temui tulisan tangannya yang semuanya berisi tentang kekagumannya pada seoarang wanita, pokoknya manis banget lah kata-katanya. Seriusan!!!!!! Bahkan dulu buku itu sampe gue simpennnnn, tapi udah nggak ada lagi... Sayang banget ya... Bahkan dulu gue pernah dapet buku bekas juga (kalau ini punya tetangga gue) nah disana ada juga tulisan tangannya, kata-katanya juga cukup bagus, tapi kali itu yang buat gue terhipnotis itu bukan kata-katanya melainkan hasil gambarnya, sumpah itu kocakkkkkkkkk dan gara-gara buku itu gue bisa gambar tampak belakang wanita dengan hanya pake BH aja *nulis sambil ketawa-ketawa nggak jelas* gue seriusan!!! bahkan dulu temen gue nggak percaya gue bisa gambar begituan hahahahah, oke lupakan karena tulisan ini nggak lulus sensor.

Lo pernah nggak nemuin ada anak SD yang sekepo itu sama tulisan-tulisan tangan orang? sama buah pemikiran orang? Nah itu gue dulu kayak gitu... Makanya kebiasaan gue itu terbawa sampai sekarang, kebiasaan apa? kebiasaan buat baca buku catatan temen-temen kuliah gue, gue selalu pinjem bindernya cuma untuk meriksa apakah disana ada curhatan-curhatannya atau enggak, bahkan di tempat kerja pun gue begitu, saat gue lihat di kubikel temen gue ada buku tulis diem-diem gue buka-buka buku tulis mereka dan berharap menemukan sesuatu untuk di baca disana, bahkan parahnya, gue juga sering banget buka-buka di dokumen atau di notepad, hasilnya???? enggak ada!!!! kalau gue, dimanapun gue berada, gue selalu berusaha untuk meninggalkan jejak lewat tulisan-tulisan nggak jelas, siapa tahu ada yang kagum *lho*

Gue suka banget sama puisi hal ini juga bisa gue lihat di kertas-kertas HVS yang sampe saat ini masih memenuhi lemari buku gue, bahkan ada satu map khusus dalam lemari yang isinya itu hasil coretan tangan gue, ada yang berupa cerita pendek, ada yang berupa puisi, ada juga tulisan-tulisan setengah jadi yang masih mengisi lemari gue, adakalanya gue buka untuk sekedar baca-baca tulisan gue disana, ada yang buat gue senyum-senyum sendiri ada juga yang buat gue nggak percaya bahwa ada tulisan gue yang kata-katanya itu bener-bener ALAY!!!!! kata-kata yang gue sendiri nggak ngerti apa yang  melandasi gue sampe bisa nulis kayak gitu, saking nggak masuk akalnya tulisan gue.... Kayak sekarang pun nih, saat gue lagi nulis ini, gue juga nggak tahu apa yang melandasi gue untuk nulis ini.... Nggak adaaaaaaaaa!!!! Tiba-tiba, yaudah nulis aja... Nggak masuk akal????? banget!!! karena   nggak ada satupun tulisan gue yang memang masuk akal.

Gue seneng nulis puisi, tapi kalau boleh jujur puisi itu paling mudah di tulis saat lo tengah dilanda resah, atau mungkin saat lo berada di titik terendah dalam kehidupan, maksud gue saat sedih. Saat sedih kata-kata mudah banget mengalir, entah itu bakal kayak gimana, entah orang lain akan memaknai apa, tapi yang jelas paling mudah nulis puisi saat lo sedih.
Mmmh, gue suka banget sama puisi-puisi Aan Mansyur dan yang paling gue suka banget itu puisinya yang judulnya BATAS, kebetulan itu ada di film AADC 2 dan itu sumpah keren banget...

Semua perihal diciptakan sebagai batas. Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain. Hari ini membatasi besok dan kemarin. Besok batas hari ini dan lusa. Jalan-jalan memisahkan deretan toko dan perpustakaan kota, bilik penjara dan kantor walikota, juga rumahmu dan seluruh tempat di mana pernah ada kita.

Bandara dan udara memisahkan New York dan Jakarta. Resah di dadamu dan rahasia yang menanti di jantung puisi ini dipisah kata-kata. Begitu pula rindu, hamparan laut dalam antara pulang dan seorang petualang yang hilang. Seperti penjahat dan kebaikan dihalang uang dan undang-undang.

Seorang ayah membelah anak dari ibunya — dan sebaliknya. Atau senyummu, dinding di antara aku dan ketidakwarasan. Persis segelas kopi tanpa gula menjauhkan mimpi dari tidur.

Apa kabar hari ini? Lihat, tanda tanya itu, jurang antara kebodohan dan keinginanku memilikimu sekali lagi.


Kenapa gue bisa suka sama puisi Aan Mansyur yang ini, entah kenapa gue merasa maknanya bener-bener bagus.... dan itu bener-bener bisa buat gue jatuh cinta sejak awal gue denger puisi itu untuk pertama kali... Bahkan gue merasa bahwa puisi itu bener-bener cuma buat gue *mulai deh* Pokoknya keren lah.

nah, kalau yang bakal gue cantumkan di bawah ini merupakan puisinya mbak Ratna Dumila *karena gue copas dari Blognya* gue suka banget puisi-puisi yang di tulis disana, entah kenapa menurut gue maknanya juga dalem banget, dan maksudnya ini jelas gitu *menurut gue lho* meski gue juga nggak ngerti-ngerti banget...

kepada seseorang dari masa lalu,
apa kabarmu hari ini?
lama kita tak bersua,
pagi itu kau kirim kabar untuk bertemu

bukan perkara mudah melupakanmu
butuh waktu lama untuk mengeringkan luka
pada kenangan lama aku ingin lupa
lalu aku ingin tegar seakan tak apa-apa

hidupku sudah baik-baik saja tanpamu
aku telah menatanya nyaris sempurna
lalu mengapa aku harus menoleh ke belakang?
pada seseorang dari masa lalu penoreh lara

maka maafkan aku siang itu..,
aku tak bisa menemuimu
kirimlah kabar seperlunya
jaga dirimu baik-baik
jaga dirinya baik-baik
kepadanya kau titipkan hidup, bukan padaku

kurasa kau pun tahu apa alasanku begini

karena manusia tak bisa menguasai rasa
lalu pada aksara aku mengaku

wahai seseorang di masa lalu..
apa kabarmu hari ini?

kulipat cerita kita hari ini..

sumpah demi apapun gue suka banget sama puisinya yang ini, entah kenapa meski gue udah baca berulang-ulang tapi ini nggak bisa buat gue bosen. Demi!!!!! kata-katanya itu lhoooooooooo.....

Cukup cukupilah ..
Sayangku..
Terkadang kita harus terima ketika telapak tangan kita hanya mampu menggenggam bintang..
Meski mata kita terus tertuju pada matahari..
Syukuri sayang, karena bintang pun tetap akan benderang..

Sayangku..
Terkadang kita harus tersenyum ketika sebenarnya keadaan mendesakmu menangis..
Syukuri sayang, setidaknya mereka di luar sana tak menyaksikanmu bersedih
Kau adalah buah buah ketegaran

Sayangku..
Terkadang sayap kita hanya mampu berkepak hingga langit kedua atau ketiga..
Sementara pandanganmu memaksakan berada di langit ke tujuh..
Terimalah sayang, ini sudah cukup tinggi dibandingkan yang lain..
Bukan menyerah tapi ini adalah cukup..

Sayangku..
Tak semua sesuai rencana
Hanya yang terbaik yang membesarkan hati jiwa
Aku cinta kau
Tak ada kesangsian lain yg bisa kita raih
Namun tidak sekarang..

Aku masih cinta kau..
Cukup cukupilah kurangmu..

Senja ini kau ku dekap...

kala aku tak bertuan ..
Aku tidak ingin berkata-kata
Karena hanya akan melingkar-lingkar
Ada kalanya kau dan aku harus sadar
Kadang apa yang ada di hati dan alam pikiran
Tak bisa diungkapkan oleh abjad maupun kata dalam kamus

Aku hanya ingin bersandar
Di bahu kecilmu
Maaf kali ini aku tak menyunggingkan senyum
Kau tahu galau merampas semuanya

Dari sandaranku saja terjemahkan sebisamu
Ada beban yg ingin kubagi
Terjawab mengapa mataku kosong beberapa saat ini

Aku tak minta banyak, Sayang
Peluk aku
Mungkin aku akan tenang
Atau justru menangis menumpahkan sesak
Dan memelukmu erat, pasrah ikut arusmu

Tak perlu kau berkata banyak
Terima saja sandaran kepalaku di bahumu
Artinya besar..
Kau legakan sesak di seluruh duniaku

Aku tak bertuan sekarang ..
Aku digoyang bimbang
Dan padamu aku diam
Minta dicarikan tujuan..

Gue suka banget sama puisi-puisinya mbak Ratna Dumila, dan menurut gue puisi ke 2 dan ketiga ini sebenernya ditujukan untuk anaknya.... entah kenapa gue berpikir kayak gitu, kalau puisi yang ketiga gue berpikir gitu karena ada yang mempertegas itu dari tulisannya yang "Di bahu kecilmu" dan ini lebih kayak gimana seorang ibu yang ingin menumpahkan kesedihannya pada anaknya, membagi apa yang di rasa seorang ibu lewat pelukan ke anaknya, karena kan ada sumber yang bilang kalau hubungan bantin antara ibu dengan anak begitu kuat jadi tanpa berkata apa-apa anak akan tahu apa yang dirasa ibunya, itu kenapa gue beranggapan bahwa ini sebenernya di tujukan buat anaknya. maafin saya kalau sok tahu yak mbak Ratna.

Gimana kalau puisi gue? puisi gue sepenuhnya gue tulis biasanya lebih atas curhatan, dan gue sebenernya nggak bisa nulis puisi, bahkan gue sebenernya nggak bisa nulis apa-apa mau itu cerpen atau apapun, hanya saja gue terlalu memaksakan *ngaku kan-_-* makanya gue jarang posting puisi, karena gue malu untuk mempostingnya!!!!
Diluar itu gue suka banget sama puisi, gue harap setiap orang juga bisa untuk suka sama puisi, dan mau untuk belajar untuk menulisnya.... Belajar juga tentang karya-karya sastra indonesia, bahkan kalau bisa belajar juga karya sastra luar, belajar buat baca-baca tulisan dari Austen, F. Scott Fitzgerald, Ernest Hemingway, Mary Shelley, Ee Cumings, Elizabeth Bishop, Shakespear, Kafka, dll. Sumpah karya-karya mereka keren banget, meski gue juga jujur nggak terlalu faham sama bahasanya yang bener-bener beda banget sama karya-karya zaman now. Tapi itu bakal berguna banget, sumpah!!!!

Oke..... Apa makna puisi buat lo??????????????????

Wednesday, January 16, 2019

Ingin Lupa (5/100)

Ada luka di hati saya yang tak mungkin sembuh
Luka yang telah berakar dalam hingga menutupi sisi baik saya
Luka yang telah menyatu pada daging dalam tubuh saya
Dan mengalir di dalam darah saya
Sebuah luka yang saya ciptakan sendiri dan di pupuk oleh waktu
Juga anda

Saya tak pernah merasa baik atau sangat baik
Menjauh dari anda adalah hal terbaik
Lari dari hidup anda adalah yang terbaik
Maka kembali saya tata hati yang pernah luka
Saya mulai kehidupan yang sempat terhenti
Dan saya
Belajar untuk menjadi apa adanya saya
Tanpa anda

Sunday, January 13, 2019

Rasanya Kuliah Karyawan di Universitas Mercu Buana Jakarta (4/100)

Aaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh *ceritanya teriak* udah mau masuk semester baru aja nih gaessssssssss!!!! Udah ada persiapan belom, yang mau magang mana suaranya????? Yang mau nyusun SKRIPSI mana suaranya? Yang mau langsung nikah aja nggak mau lama-lama kuliah mana suaranya??? *sudah mulai nggak jelas* Buat yang terakhir itu, untuk para pejuang yang sudah lelah dengan tiap tuntutan tugas, akhirnya memilih untuk menikah wkwkwkwk, bercanda lho ya!!!!
Kenapa gue menulis judul seperti ini? seolah gue berpengalaman banget gitu di mercu atau gimana, sama sekali enggak!!! Gue menulis ini hanya untuk berbagi cerita sama orang-orang diluar sana yang kepingin kuliah di kampus ini, karena sebagai mahasiswa yang dulu pernah jadi CALON MABA gue juga sering banget cari tahu tentang universitas yang mau gue tuju, dan gue biasanya cari refrensi berdasarkan blog-blog orang-orang yang pernah atau sedang kuliah di universitas tersebut, kayak gimana dulu gue juga sering cari tahu mercu dari google dan berharap ada yang menulis ulasannya tentang mercu di blog pribadi, tapi ternyata jarang banget. Makanya disinilah gue sekarang, menulis pengalaman gue yang baru berkuliah di universitas ini selama lebih kurang 5 semester (menjelang 6 karena tinggal menghitung minggu).
pemandangan gedung B dari gedung C
Gue kuliah di Universitas Mercu Buana yang ada di Meruya atau biasanya dikenal dengan kampus A. Mercu itu setahu gue ada beberapa, kayak di Menteng, Bekasi, Depok, warung buncit (yang terbaru). Nah kampus A ini merupakan apa ya? Mungkin pusatnya ya, karena memang selama gue kuliah disini ada beberapa orang yang nanya gue tentang letak Bagian Keuangan dimana, Bagian ini, bagian itu adanya dimana? dan rata-rata yang nanya itu mahasiswa mercu dari kampus bekasi atau yang di menteng.... Mereka bilang kalau mereka belum pernah kesini sebelumnya, dan biasanya mereka datang untuk ngurusin masalah sidang atau wisuda, semacam itulah intinya.. Karena yang berhubungan dengan itu bakal langsung ke kampus A.  Bahkan dulu waktu pertama kali gue ke mercu gue juga nyasarrrrrrrrrrr, kok bisa?????? Bisalah!!! karena gue nanya tentang ruang pendaftaran ke mahasiswa disana dan ternyata dia mahasiswa mercu tapi dari kampus menteng, dan dia pun sebenernya nggak tahu *gubrakkkkkkkkkkkkkkk* alhasil gue di arahkan ke bagian pendaftaran untuk mahasiswa reguler... Padahal saat itu gue maunya kuliah kelas karyawan wkwkwkwk. Nah ngomongin masalah pendaftaran, jadi pendaftaran untuk kelas reguler sama kelas karyawan itu beda ya... Kalau kelas karyawan ruang pendaftarannya masih 1 gedung sama gedung rektor, jadi paling depan gitu kalau dari pintu masuk utama. Nah kalau pendaftaran mahasiswa reguler itu adanya di Tower, jadi pintu masuknya dari pintu *tiba-tiba bingung nggak bisa jelasin* pintu mana yah jelasinnya??? bingung gue, soalnya gue juga nggak tahu yang mana pintu utamanya di mercu hahahahahah. Oke lupakan, intinya sih kalau mau masuk dari pintu pertama (yang berhadapan langsung dengan indomaret atau yang ada air mancur dengan tulisan kampus) itu bisa ke tower... tapi harus muter-muter dan tanya sana-sini ke mahasiswa yang ada disana soalnya nanti bakal lewat kantin dulu, tapi kalau langsung dari pintu yang satunya lagi.... itu langsung ke towernya dan pas lo masuk udah langsung bagian pendaftaran, karena bagian pendaftarannya ada di lantai 1.
Selama 5 semester gue kuliah di mercu, ada banyak banget hal yang udah gue dapet dari sana. Mulai dari pengetahuan yang kayaknya nggak akan pernah habis, teman-teman yang super baikkkkkkkkkkk, tugas-tugas kuliah yang bawa banyak pengalaman baru, pokoknya banyak lah yang nggak bisa gue sebutin satu per satu di tulisan ini. Kayak pengalaman lucu temen gue yang dateng ke kampus pake sendal jepit swalow lantaran hujan, padahal dikampus terang benderang *itu sumpah kocak* sampai adegan mahsiswa yang kesel-keselan sama dosennya, pokoknya macem-macem deh campur aduk. Kayak di semester ini aja, di salah satu mata kuliah yang gue ambil ada satu mata kuliah yang dosennya super-super nggak jelas, kenapa nggak jelasnya???? bayangin aja selama kuliah sama dia kita nggak buat grup, ini kan penting buat kasih informasi apa-apa ke mahasiswa. Kalau masalah itu yaudahlah yah nggak masalah, tapi yang aneh, di kelas itu juga nggak ada yang ditunjuk sebagai ketua kelas, jadinya pas ada apa-apa kita nggak ada yang dikasih tahu. Kayak kemarin, ketika kegiatan dikampus sudah diliburkan menjelang UAS eh di mata kuliah ini kita harus masuk lantaran ada KP (Kelas Pengganti) lantaran beberapa waktu lalu nih dosen nggak masuk (tanpa pemberitahuan apa2 ke kita). Alhasil dengan perasaan legowo di sabtu pagi yang cerah itu kita udah pada stand by di kampus dari jam 7 kurang karena kelas dia di mulai jam 7 teng. 15 menit berlalu...20 menit berlalu...30 menit berlalu...mahasiswa semakin gelisah lantaran nih dosen masih belum nongol-nongol jugak... sampai akhirnya waktu menunjukkan jam 8 nih dosen masih belum muncul-muncul jugak... akhirnya setelah pada capek nunggu atau lebih tepatnya kesal nunggu, salah satu diantara kami memutuskan untuk telphone nih dosen setelah WA kita nggak di bales-bales sama dia, dan berselang berapa menit dia chat atau telphone gitu ke temen gue dan bilang bahwa "aduh maaf, tadi saya udah dateng.... tapi karena sepi saya pikir nggak jadi, jadinya saya pulang..." FUCK!!! kita semua terbelalak... kita semua kesal... kita semua di permainkan... kita semua... ARGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH..... kalau memang nggak jadi harusnya bilang, saya nggak bisa dateng!! jangan bilang kalau dia udah dateng ke kelas dan bilang nggak ada siapa-siapa dan dia pulang!!! nggak masuk akal, karena memang kita udah dateng dari jam 7 kurang, terus dia masuk ke kelas lewat mana???? jelas-jelas kelasnya juga dikunci.... dan.... kampus memang sepi, karena hari itu kegiatan belajar mengajar sudah diliburkan menjelang UAS. tapi kita nunggu di depan kelas 1 jam lebih!!!!! emosi kan gue jadinya. temen-temen gue pada komplain perihal itu, tapi belakangan ini akhirnya kita tahu bahwa dosen yang lain aja sampe senyum-senyum pas temen gue yang sempet ada masalah absen sama dia "curhat" ke dosen lain. Di tengah kekesalan itu salah seorang temen berkata... "harusnya nih dosen sering nonton acara di indosiar, biar tahu ajab tukang boong itu nanti matinya kenapa" *gue ngakak* "kalau ada cerita yang diangkat karena terinspirasi dari nih dosen, gue bakal kasih judul, azab dosen tukang bohong kuburannya di penuhi software bajakan" *lagi-lagi gue ngakak* sumpah, ternyata temen gue pemikirannya luar biasa lho, belum lagi temen gue yang lain, dia sampe berkali-kali curhat di instagramnya perihal ini... buat video... bayanginnnnnnnnnn... Yah begitulah.
ngemper di jam kosong, ini pas ramadhan tahun 2017.
Kuliah karyawan itu bukan berarti "alahhhhhhh, enak kok kuliah cuma seminggu sekali" please, jangan pikir kayak gitu. Karena pada kenyataannya, tugas anak kelas karyawan itu sama aja kayak kelas reguler... Banyak tugas!!! Apalagi kalau lo ambil jurusan broadcasting kayak gue, parahhhhhhhhhhhhh!!!! Seperti di beberapa curhatan gue yang telah lalu, kelas karyawan juga tugasnya nggak kalah jauh... lo tetap berkewajiban untuk buat film pendek, untuk buat film dokumenter, program tv kayak talk show atau game show, buat sinopsis film, buat poster, tapi yang paling banyak itu ya buat karya-karya kayak gitu yang nantinya bakal di upload ke akun youtube masing-masing kelas, atau kadang kita wajib punya website or blog untuk tugas menulis artikel, jujur kalau yang terakhir gue belum dapet.... pingin banget malah gue dapet mata kuliah itu, soalnya gue kan suka nulis wkwkwkwkwk. Nani, selain kayak gitu apa ada tugas lain kalau anak broadcasting? buanyaaaaaaaaaaaaaaaakkkkkkkkk, wawancara... buat program berita.... praktek jadi presenter.... praktek jadi reporter.... jadi jangan pikir, kelas karyawan nggak kayak kelas reguler.... sama!!! kalau tugas nggak di beda-bedain, cuma mungkin porsinya aja nggak sama, karena kan kalau reguler ketemunya tiap hari beda sama kelas karyawan yang cuma seminggu sekali. Tapi sedihnya kelas karyawan itu NGGAK BISA IKUT EKSTRA KURIKULER dan Organisasi kampus *yaiyalah kan anak karyawan, senin-jumatnya kerja* padahal sebagai mahasiswa gue kepingin banget ikut ekstra kurikuler, kepingin gabung di ekstarakurikuler Fotografi, pingin gabung ke mercu Tv sama radio mercu, apa daya daku cuma anak karyawan *pasang emot sedihhhhhhhhhhhhhhh* dan sebagai mahasiswa karyawan, fasilitas mercu yang benar-benar terasa buat gue selain akses wifi yang lumayan (pake banget) gue juga bisa merasakan suasana Perpustakaan kampus yang nyaman, bersih, terstruktur, dan... nyaman... dan nyaman... dan... nyaman lagi.... mungkin ini karena pengalaman gue belum ada kali yah di perpustakaan-perpustakaan kampus lain jadinya gue puji-puji perpustakaan di kampus gue wkwkwkwkw. Waktu gue masih jadi mahasiswa baru, perpustakaan ini ajang gue untuk nongkrong sekaligus cari buku-buku untuk ngerjain tugas dari dosen, namun seiring berjalannya waktu gue pun udah mulai jarang dateng ke perpustakaan, sekalinya dateng cuma untuk cari meja kosong untuk meletakkan kepala di atas meja alias tidur wkwkwkwkwk, tapi gue nggak kayak gitu kok, sumpah!!!! pernah sih, tapi paling baru sekali.... biasanya gue dateng ke perpus itu kalau nggak ngerjain tugas, paling cuma ketak-ketik nggak jelas buat cari inspirasi nulis, seriusan! Pokoknya, perpustakaan mercu itu keren lah, tempat ngadem paling oke, lho???????????
ini satu2nya gambar yang gue punya tentang perpustakaan wkwkwk
perpustakaan ada di lantai 5 & 6, bisa kelihatan dari rak2 itu.


Apalagi ya? Oiya, gue suka kesal tiap kali ada yang nanya gue kuliah dimana terus pas gue jawab Mercu, terus mereka nggak percaya *nulis dengan muka flat* lah, kan gue jawab... Kalau gue jawab gue kuliah di UPH kan malah lebih nggak percaya!!!!!! yaiyalah, kuliah di mercu aja nyicil bayar semesternya wkwkwkwk *curhat* kata sebagian orang kuliah di mercu itu lumayan mahal, menurut gue sih relatif ya, soalnya kalau di bandingin universitas-universitas lain di Jakarta mercu termasuk biasa aja karena kalau di univ lain kan belum tentu bisa dicicil perbulannya sementara di mercu lo bisa bayar  biaya semester itu tiap bulan, kalau ini sih katanya cuma untuk kelas karyawannya aja, nggak tahu juga deh. Berapa biaya perbulannya? tergantung! setahu gue sih fakultas komunikasi biayanya lebih tinggi dari fakultas lain... Mungkin karena komunikasi punya beberapa lab praktek sendiri dan perlengkapannya lumayan mahal atau apa lah yang gue nggak ngerti, tapi yang jelas biayanya beda sendiri. Kalau gue dulu, gue masuk tahun 2016 untuk uang pangkalnya kalau nggak salah 11 jutaan dan uang semester itu Rp.6.600.000... lumayan yah... beda banget sama Univ yang dulu pernah mau gue masukin, untuk jurusan yang gue minat biaya per semesternya cuma 3 jutaan, tapi ya gitu, kelas reguler... jadi harus masuk tiap hari.
Nah, kalau yang mau kuliah disini jangan kaget ya... kaget kenapa? karena kalau di mercu ini kelasnya di campur dan sistemnya moving class, jadi ada kalanya lo yang baru masuk semester pertama udah gabung sama orang-orang dari semester 3, semester 4 atau lebih, soalnya di mercu itu sistemnya kita yang isi KRS sendiri jadi adakalanya ketika kelas di semester 2 atau 3 atau lebih dari itu udah penuh, kita bakal masuk di kelas yang kosong, nggak peduli lo baru semester 2 yaudah masuk aja di semester 3... jadi adakalnya juga lo yang udah semester 5 kayak gue bakal ambil mata kuliah di semester 3 yang dulu belum sempat di ambil lantaran kelasnya penuh, begitu gaes..... tapi itu menyenangkan lho, karena kita bisa punya temen-temen baru yang pengalamannya sudah banyak, apalagi kalau kelas karyawan di sana banyak juga yang udah punya pengalaman malang melintang di industri yang mau kita masukin ini... dan catatan, anak karyawan itu nggak tua-tua lho!!! kenapa gue bilang gitu, karena pernah temen gue "anak karyawan tua-tua ya ni?" enggak, sumpah.... gue anak karyawan juga lhoooo, gue tua nggak???? enggak kan? enggak menjawab ya???? hahahahaha, pokoknya, anak karyawan itu bukan berarti mereka yang udah tua-tua, karena sebenernya kelas karyawan itu anak-anak yang baru lulus sekolah menengah terus dapet pekerjaan dan kepingin terus untuk mengenyam ilmu, jadi ya sebenernya banyak yang seumuran, paling selisihnya cuma satu atau dua tahun sama kita. Ada nggak yang lebih dari itu? ada, tapi bisa di hitung jari, karena biasanya kalau kayak gitu tuntutan dari pekerjaan mereka untuk punya gelar guna mempermudah mereka untuk mendapatkan posisi yang sesuai di kantor, karena kerja udah lama, perusahaan udah trust banget tapi ijazah ternyata cuma d3 atau SMA jadinya mereka kuliah lagi deh.... selama di mercu sih, gue baru berapa kali ya sekelas sama orang yang pengalamannya banyak kayak gitu, kurang lebih 2 lah....
Diluar itu, mercu termasuk kampus yang lumayan ketat perihal absen mengingat kita yang kelas karyawan, karena dalam 1 semester kita cuma dapet izin 5 kali nggak masuk untuk setiap mata kuliah, namun itu juga bukan berarti lo masih bisa lulus, karena saat lo udah 5x absen kemungkinan terbesarnya adalah, lo nggak lulus di mata kuliah tersebut dan itu berarti lo harus ngulang.... Ah, selamat mengulang....
Gue pernah ngulang!!!! Bukan karena absen, bukan karena gue nggak ngerjain elearning atau bermasalah sama dosen, terus?????????? karena gue nggak ngerjain UAS yang sistemnya take home. Kok bisa????? bisa lah, kan waktu di semester 1 dulu gue termasuk mahasiswa yang males untuk menjalin komunikasi, sekarang juga masih kayak gitu tapi better lah dibandingkan dulu. Nah, saking tuh dosen bener-bener baik, dia nyuruh ketua kelas buat menghubungi gue, karena dulu gue nggak sempet kasih kontak person akhirnya dia coba hubungi gue lewat pesan di facebook dan itu nggak sempet gue baca, hal yang pada akhirnya membuat gue nggak tahu kalau untuk UAS dosen kasih tugas buat mahasiswanya untuk buat kayak jurnal atau apa gitu, dan karena hal itulah gue ngulang!!!!! Parahnya, mata kuliah itu adalah mata kuliah yang paling gue sukaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.... Makanya, sekarang gue lumayan teliti perihal itu, meski ada kalanya bandel juga hahahahah.
Jujur, semester depan ini harusnya gue udah semester 7, tapi karena gue pernah ambil cuti di semester 4 dulu, jadilah gue baru mau masuk semester 6. Padahal kalau gue udah semester 7 gue udah harus ada persiapan untuk magang, tapi yasudahlah. Ngomongin masalah cuti, mercu buana memberi kesempatan mahasiswanya untuk cuti itu maksimalnya 2x (ini kata teman-teman gue dan senior) tapi jangan dipake lah ya, sayang.... harusnya lo udah lulus bareng temen-temen lo, tapi gara-gara lo cuti jadinya lo lulus belakangan, kan nggak lucu....
Intinya sih, dimanapun kalian mau kuliah.... Karyawan atau bukan, jangan sampe ngulang.... belajar yang bener, kalau sekarang sih masih belum terasa apa dampaknya... tapi nanti, lo bakal nyesel kenapa dulu lo nggak kuliah sungguh-sungguh, apalagi yang punya mimpi buat lanjut ke luar negri, belajar deh yang bener... Insya Allah, Allah kasih jalan buat kalian.... Karena gue berpikir bahwa, gelar S1 itu udah bukan apa-apa lagi, karena udah banyak banget mereka yang udah dapet gelar S1 dan masih nganggur, entah karena idealisme atau memang kurangnya kesempatan untuk kita. Jujur, gue sebagai mahasiswa kelas karyawan merasa kadang iri sama anak-anak kelas reguler, kenapa? karena ketika mereka lulus, adakalanya lebih mudah untuk mendapat pekerjaan yang baik, sementara yang kuliah sambil kerja ketika mereka lulus dan mau dapet pekerjaan sesuai dengan apa yang mereka cita-citakan tetep agak sulit. Memang sih ini cuma dari sudut pandang gue, semoga sih gue salah yah.... Buat kita, yang berjuang untuk memperbaiki kehidupan kita, semoga kita bisa konsisten yah gaes untuk mengejar apa yang kita mau...... Semoga rencana yang disiapkan Allah untuk kita bisa mengobati perjalanan panjang yang sudah kita lewati.... sekian yah curhatan gue, merci beaucoup!!!!


kalau jadi maba biasanya gini, foto di depan tulisan universitas mercu buana.